Pandji Kiansantang - My way to share and care
Kelas Kepemimpinan Bagi Karyawan Penerima Beasiswa 2016 PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Thursday, 25 August 2016 21:49

Wanita KG - Pop Up Women Leadership Class

Pria KG - Pop Up How to Become a Leader in Summarecon

Gabungan Pop Up How to Become a Leader in Summarecon - serpong

 
Ziarah Cirebon Keluarga Besar Soeryawinangun PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Wednesday, 24 August 2016 19:28

02 PK dalam Ziarah Soeryawinangun

Ziarah Cirebon Keluarga Besar Soeryawinangun

 

 
Upacara Peringatan HUT RI ke-71 di Summarecon Bandung PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Thursday, 25 August 2016 21:47
04 PK on Upacara di Bandung
 
Cara Hebat Rayakan Hari Kemerdekaan Negara Kita PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Monday, 15 August 2016 10:43
Cara hebat Revisi Popup - PK 2016
 
Selamat Hari Veteran, Papa (10 Agustus 2016) PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Wednesday, 10 August 2016 14:16
Papaku Veteran Pejuang Kemerdekaan
 
Puisi Pahawang, 31 Juli 2016 PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Friday, 05 August 2016 20:07
Pop up-JJB 04082016 Versi PK
 
"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": BERSYUKUR DALAM TRAVELING PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Tuesday, 02 August 2016 08:49

"MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN ": BERSYUKUR DALAM TRAVELING

(*Sebuah nasehat bagi diri saya sendiri yang semoga bermanfaat bagi orang lain)
oleh Pandji Kiansantang

JJB PK Pahawang

Hampir jam 5 pagi suara adzan Subuh terdengar syahdu di keheningan Pulau Pahawang,. Sepagi itu sudah terlihat aktivitas dari warga setempat yang mempersiapkan buka warung. Tampak dari rumah homestay, beberapa wisatawan muda berhijab keluar untuk shalat Subuh berjamaah di musholla.

Tapi pada dini hari ini kebanyakan wisatawan masih tidur lelap terbuai mimpi. Kontras dengan pemandangan tadi malam dimana puluhan orang hang-out a'la "Beach party" di pantai sampai larut malam.

Pahawang, pulau kecil di Lampung Selatan , yg dalam 5 tahun menjadi buah bibir para wisatawan domestik, terutama karena lokasi2 snorkeling yg menawan. Wisatawan menjulukinya "Pahawang, "a piece of paradise", sekeping Surga".

"Surga di dunia" : pulau tropis yg indah, adalah simbol pesona Daerah Tujuan Wisata. "Pulau Dewata" Bali adalah contoh idealnya. Pahawang dan pulau2 lainnya adalah "Bali-bali kecil" yang menjadi magnet bagi "wisatawan domestik" (Wisdom) maupun "wisatawan mancanegara" (wisman).Walaupun jauh, tapi berbondong2 orang kota mendatanginya utk re-freshing, melepaskan stress dari beban kehidupan. "Escapade to Paradise"

Tapi suasana Subuh di Pahawang juga menceritakan sisi lain gaya hidup (lifestyle) wisatawan di lokasi wisata.

Banyaknya "godaan liburan", membuat mereka yang taat beribadah  di tempat asalnya, "berlibur" juga ibadahnya ketika sampai di tempat liburan. Mereka meninggalkan ibadah dengan alasan musafir.

Padahal sebelumnya kita rajin berdoa agar kita dikarunai rezeki, termasuk untuk traveling. Sesaat sebelum berangkat traveling, kita masih berdoa utk keselamatan. Semua ibadah dilaksanakan sampai...  tiba di lokasi traveling. Kita bukan hanya liburan dari bekerja, tapi juga "liburan dari Ibadah." Tiada yang salah dengan bersenang-senang. Yang salah adalah ketika kita melupakan yang mengkaruniakan kita kesempatan dan rezeki untuk bersenang-senang, yaitu Tuhan.

"Hidup adalah Perjalanan", tentunya kita semua tahu itu. Yang sering kita tidak sadar, bahwa kita-lah SANG MUSAFIR dalam perjalanan itu. Kita ambil contoh bahwa perjalanannya adalah MENDAKI GUNUNG seperti yang banyak dilakukan oleh pecinta alam ke Gunung Semeru, Gunung Gede, Gunung Rinjani sampai puncak tertinggi di Jayawijaya, Papua.

Perjalanan kita sebagai "Pendaki" (Climber) akan diwarnai suka-duka serta akan mengalami banyak hambatan selama perjalanan, seperti cuaca dingin yang membeku,  hujan deras, angin besar, jalan yang curam dan terjal, jurang yang menghadang dan sebagainya. Selalu ada resiko untuk cedera dan celaka. Tapi setelah tiba di Puncak gunung, semua jerih payah akan terbayar lunas. Melihat matahari terbit dan alam sekeliling dari puncak gunung adalah pemandangan spektakuler yang takkan dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kalau kita anggap bahwa "Puncak Gunung" adalah lokasi tujuan wisata, seperti Bali atau Pahawang, layakkah kita berperilaku seperti ini : sepanjang pendakian kita berdoa untuk keselamatan kita. Tapi setelah sampai di Puncak, justru kita LUPA DIRI dan LUPA TUHAN. Lupakah kita bahwa setelah menikmati puncak gunung, kita harus pulang, yang artinya harus turun gunung dengan perjalanan yang juga memiliki resiko cedera dan celaka? Masihkan kita berani tidak berdoa untuk keselamatan kita? Kadang-kadang turun gunung lebih berbahaya dari mendakinya  karena stamina sudah drop karena keletihan,apalagi jika hujan deras yang menyebabkan jalan licin yang dapat membuat kita terpeleset jatuh. Masih kita berani melupakan Tuhan dengan tidak berdoa?

Gambaran di atas menunjukkan bahwa seharusnya kita selalu bersyukur, berdoa dan beribadah di setiap waktu dan di setiap tempat... di mana saja dan kapan saja... termasuk ketika liburan.

Justru di tempat wisata, kita harus LEBIH BANYAK BERSYUKUR bahwa kita termasuk "orang beruntung" yang dikaruniai Tuhan dalam Kesehatan, Waktu luang dan Rezeki uang untuk dapat Traveling. Perhatikan begitu banyak orang2 di sekitar kita yang tidak berkesempatan untuk pergi traveling menikmati hidup. Banyak yg  mau traveling, tapi tidak punya dana. Ada yang punya dana untuk membiayai traveling tapi sedang sakit. Ada yg sehat dan cukup laya untuk traveling ke manapun, tapi tak punya kesempatan waktu luang karena begitu sibuknya. Jadi, Alhamdulillah, Puji Tuhan, kita bisa pergi Traveling ! Ayo makin banyak bersyukur pada Tuhan agar makin banyak mendapat karunia Tuhan supaya makin sering traveling keliling Indonesia, bahkan keliling dunia!

(*Renungan Pandji Kiansantang di Pulau Pahawang, Lampung Selatan, Ahad 31 Juli 2016 jam 7 pagi)

 
Video Sharing : "Kepemimpinan dan Silaturahim" PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Monday, 01 August 2016 09:01
Promo Web PK Moderator
 
Video Sharing : "Dunia Pesantren dan Dunia Bisnis" PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Monday, 01 August 2016 08:56
Promo Web PK JERAM 2016
 
JANGAN MEMPERTUHANKAN HP : Lawan Nomo-phobia ! PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Saturday, 16 July 2016 11:52

Mengendarai mobil/ motor, main HP...
Bertamu, main HP…
Ngaji, main HP…
Terima tamu, main HP…
Bekerja, main HP…
Belajar, main HP…
Sambil makan, main HP…
Di tengah keluarga, main HP…

Seakan-akan Duniamu Kiamat tanpa HP…
Kadang terlihat dua orang saling duduk berhadapan, tidak berbicara sama sekali, karena salah satu atau keduanya sibuk main HP.
Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak lagi peduli.
Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yang dekat, tetapi membahas di sosmed rasanya lebih 'afdhal'.

"Mendekatkan yang jauh" tapi justru "menjauhkan yang dekat"
Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya
Basahnya embun pagi…
Hangatnya matahari pagi…
Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti dengan gambar - gambar mati pada ponsel…
Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya dengan gerakan telunjuk dan jempol..
Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, tapi mati dalam kehidupan itu pilihan.

Maka bangunlah, hiduplah sebagaimana manusia itu hidup.
Saat berbicara dengan suami/istrimu, simpan HPmu !
Saat anak bercerita, simpan HPmu !
Saat ibu bapak bicara, simpan HPmu !
Saat tamu berkunjung, simpan HPmu !
Saat makan bersama keluarga di rumah atau restoran, sinpan HPmu!
Saat rapat dan ikut pelatihan, simpan HPmu!
Saat menyetir, simpan HPmu!
Saat beribadah dan berada di rumah ibadah, matikan HPmu!

Segala sesuatu ada waktunya dan fokuslah pada hal penting. HP adalah sarana komunikasi untuk memudahkan, bukan Tujuan hidup kita.
Dunia tidak akan Kiamat hanya karena kita tidak memakai HP.

Perhatikan duniamu dengan seksama.Sebab nikmat Ilahi ada di sana.
Hiduplah !

 

Jangan jadikan HP sebagai "Tuhan kecil" (syrq manusia  online) dengan bersikap : "Tidak dapat hidup tanpa HP... Kiamat duniaku tanpa HP !

Ketinggalan HP, Pulsa habis, Tiadanya sinyal, baterai HP habis seakan-akan "musibah besar" yang merusak hari kita.

 

IMG-20160716-WA0004

 

IMG-20160716-WA0005

Untuk mengatasi maraknya "gangguan kejiwaan" NOMO-PHOBIA (No Mobile Phone Phobia : Ketakutan tidak membawa / tidak dapat menggunakan HP alias "kecanduan/ketergantungan pada HP') ternyata sejak 2001 ada gerakan moral  SATU HARI TANPA HP pada setiap 6 Februari. Ironisnya hari ini sama sekali tak dikenal di Indonesia padahal gerakan "Sehari Tanpa Kendaraan Bermotor"atau "Tanpa Merokok" sdh dikenal luas. Apa ini pertanda Indonesia adalah "Surga Handphone" atau memiliki pengidap Nomophobia terbanyak ?

Untuk mengurangi ketergantungan kita pada HP (jangan jadikannya sbg "Tuhan kecil") dan untuk mensyukuri hidup dengan melakukan hal2 lain yang penting (seperti bersosialisasi dengan PENUH PERHATIAN pada orang2 yg kita kasihi tanpa diinterupsi oleh HP), Beranikah kita mencoba HIDUP SEHARI TANPA HP ?

 
KUNCI SUKSES ZIARAH WALISONGO PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Wednesday, 13 July 2016 13:53

oleh Pandji Kiansantang :

 

1) Pemilihan waktu yg tepat : yang terbaik adalah sesudah Lebaran dimana peziarah tidak membludak dan jalanan relatif sepi : nyaman dalam perjalanan,

2) Awali dengan Luruskan Niat untuk Ziarah Wali : lillahi ta'ala, jangan "ngalap berkah" dan minta dari manusia sekalipun Wali atau 'makam keramat",
yg akan jatuh pada syiriq : suatu dosa maha besar. Waspadalah!

3) Pelajari dulu sejarah dan info ttg tempat yg akan dikunjungi sehingga kita lebih paham dan apresiatif,

4) Selain ke Makam2 para Wali, harus kunjungi dan shalat di Masjid Demak sebagai Masjid jami pertama di Pulau Jawa  yang dibangun para Wali. Di luar Demak, sempatkan Shalat di Masjid yg ada di sekitar komplek makam (Tahiyatul Masjid dan Shalat Wajib} : Cinta Masjid, jangan tinggalkan Shalat utk ziarah,

5) Abadikan momen penting ini dg Berfoto secukupnya 1-2 X saja TANPA Blitz/Flash dan suara (Perhatikan : ada larangan berfoto/mengambil gambar di Masjid Demak dan makam2 tertentu). Di Menara Kudus ada jasa foto sekali jadi cetak. Mintalah softcopy-nya dg bawa USB sendiri,

6) Rencanakan apa yg akan kita lakukan ketika berziarah di makam : jangan ikut2an peziarah yg tahlil dan berdoa berjamaah karena bisa makan banyak waktu. Bacalah Doa utk mendoakan sang Wali dan agar kita dapat meneladani perilaku sang Wali, seperti Sunan Drajat yg menekankan membantu kaum dhuafa,

7) Bersikaplah hormat dan jaga perilaku di antara lingkungan makam (banyak nisan) : ucapkan "Assalamualaikum ya Ahli Qubur" dan jangan injak batu nisan sembarangan,

8) Bersikaplah khidmat dan khusyu : esenzi ziarah kubur adalah Ingat Mati & meminimalkan Cinta Dunia serta Bersyukur pada Nikmat karunia Kehidupan,  Umur, Kesehatan dan Rezeki yg memungkinkan kita berziarah),

9) Belilah "memorabilia" suvenir cenderamata (seperti gantungan kunci, kaos) dari SETIAP lokasi yg dikunjungi : khas yg takkan bisa dibeli di tempat lain,

10) Bawa perlengkapan shalat, kantung plastik utk bawa sandal yg harus dilepas (kalau ditaruh di depan pintu makam beresiko hilang). Jika ramai peziarah, jagalah dompet dan barang2 berharga Anda. Di beberapa tempat dipasang papan peringatan tentang resiko pencopetan dan pencurian. Janganlah jadi korban kejahatan,

11) Siapkan uang Shadaqah karena pada hampir pada semua makam Wali ada Kotak Amal bagi Peziarah. Di beberapa tempat, banyak pengemis, jika ingin derma siapkan uang receh, tapi ada resiko akan dikerubungi dan dikejar2 pengemis,

12) Catat Inspirasi dari setiap makam yg diziarahi dan buat RENCANA TINDAKAN seperti Perilaku para Wali yg akan diteladani utk memperbaiki hidup kita --> Jadikan Ziarah Wali Songo ini sebagai Perjalanan yang Insya Allah dapat "mengubah hidup" (Life-changing journey).



*** "Wisata Ziarah Lebaran" Hari ke-4 (Terakhir) oleh Pandji Kiansantang & Amalia, Surabaya, Selasa 12 Juli 2016 (7 Syawal 1437 Hijriah).

 
Selamat Idul Fitri 1437 H PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Thursday, 30 June 2016 17:38
Selamat Idul Fitri 2016 dari PK PPT Design
 
Learning & Sharing in Pesantren Darunnajah PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Friday, 17 June 2016 09:26
Popup JERAM QIRSA 2016 - Aktivitas - PK
 
Selamat Ramadhan 1437 H PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Thursday, 02 June 2016 18:36
Selamat Ramadhan 2016 dari PK
 
Pandji Kiansantang Membekali Karyawati dengan Bela Diri Wanita PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Wednesday, 29 June 2016 13:28
Pandji Kiansantang Membekali Karyawati dengan Bela Diri Wanita
Promo Web PK WSDK
 
"Domba Bernyali Harimau" : Pelatihan Bela Diri Bagi Karyawati PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Friday, 17 June 2016 13:53
PK on WSDK 2016
 
BELAJAR "MAKNA PERJUANGAN HIDUP" DARI SANG PETINJU, MUHAMMAD ALI PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Sunday, 05 June 2016 16:05
IMG-20160605-WA0009
Innalillahi wa inna lilahi rojiun. Telah meninggal dunia pada 3 Juni 2016 atau beberapa hari sebelum datangnya bulan suci Ramadhan :  Muhammad Ali, 3 X Juara Tinju Kelas Berat dunia yang mengharumkan nama atlet muslim dunia. Ia adalah Legenda, salah 1 petunju (Boxer) terhebat sepanjang masa. Ia adalah idola jutaan orang di seluruh dunia.

Muhammad Ali memang sangat menginspirasi. Bukan hanya berani di pertandingan tinju (gaya bertinjunya dikenal dengan gaya Ali), tapi dalam kehidupan bermasyarakatpun, ia adalah sosok pemberani (mengingat ia adalah etnis minoritas Afro-Amerika yang pada masa itu merupakan warga negara kelas dua yang mengalami diskriminasi di Amerika Serikat).

Ia berani kehilangan gelar juara kelas berat dunia karena membela prinsip menolak Perang Vietnam. Langkah yg sangat langka pada masa kini. Keberaniannya bersuara sempat membuatnya dijuluki "Si Mulut Besar".
Almarhum juga sangat menonjolkan identitasnya sebagai Muslim : " I am Moslem !"

Kisah suksesnya di dunia tinju mengesankan, tapi lebih mengharukan adalah perjuangannya menghadapi penyakit parkinson yang diakibatkan cedera otak karena akumulasi benturan pukulan yang diterimanya selama karir bertinju. Ali yang dulunya perkasa sehingga pernah dijuluki dan dibuatkan lagu berjudul "Black Superman", menghabiskan usia tuanya berjuang melawan penyakit yang membuatnya lemah tak berdaya dan lemah ingatan. Almarhum menghadapi ujian keimanan berupa penyakit parah. Mudanya bagaikan Hercules, di masa tuanya bagaikan Nabi Ayyub AS.

Kini baginya semuanya sudah selesai  Baik lonceng di ring tinju maupun batas waktu kehidupan di dunia.

Ia sudah membuktikan bahwa ia adalah PETARUNG YANG TANGGUH dalam pertandingan tinju, PETARUNG dalam kehidupan sosial  yang berani menyuarakan hak-hak minoritas dan akhirnya menjadi PETARUNG yang tabah dan sabar dalam menghadapi penyakit kronis di masa tuanya.
He is a Real Fighter.
Ia adalah PETARUNG SEJATI

Terimakasih Mohammad Ali... Semoga kita dapat mengikuti jejaknya dengan menjadi pribadi PEMBERANI dalam membela Agama, kebenaran dan memihak masyarakat yang lemah, serta TANGGUH dalam menghadapi berbagai masalah dan kesulitan hidup !
(Berbagi inspirasi pada hari Minggu yang indah menjelang bulan suci Ramadhan oleh Pandji Kiansantang, 5 Juni 2016)
 
Bahagiakan Orang Tua Kita Hari ini PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Sunday, 29 May 2016 14:33

Selamat Hari Lanjut Usia 2016

3 Alasan kenapa kita harus BAHAGIAKAN Orangtua kita (yang masih ada) pada
HARI INI dgn segala cara (sedikitnya menelpon mereka, lebih baik lagi dengan
mengunjungi dan memberi hadiah atau mengajak makan bersama) :

1. Bakti pada Orangtua TIDAK BISA DITUNDA karena usia orang, apalagi yg usia lanjut,
    tidak ada yg tahu. Bahagiakan mereka SEKARANG, atau bisa jadi kita akan
    menyesal kemudian

2. Hari ini adalah HARI LIBUR dimana kita dapat lebih leluasa untuk urusan keluarga.
    Luangkan waktu untuk "VVIP kita" (orang yg paling penting dalam membuat
    kita bahagia)

3. Tanggal muda karena baru gajian. BERKAHILAH Gaji kita dengan berbuat baik
    pada orangtua.Ridho orangtua adalah Ridho Tuhan. Senyum mereka adalah
    kebahagiaan kita.

"Bersyukurlah jika orangtua kita masih hidup. Rugilah orang yang masih memiliki 
orangtua tapi tidak bisa masuk Surga karena mengabaikan kesempatan untuk 
berbakti pada orangtua"

Terhadap orangtua yg sudah wafat, BERDOALAH yg khusyu bagi mereka agar mohon
kasih sayang Tuhan pada mereka.

Sabda Nabi, “Irhamu man fil ardli yarhamkum man fis sama’.
Sayangilah semua yang ada di bumi,
maka semua yang ada di langit akan menyayangimu.”



(Berbagi nasihat pada Hari Lansia Nasional, 29 Mei 2016 oleh Ki Santang)


 
Semangat Kegigihan Tarik ibn Ziad PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Monday, 30 May 2016 18:58
PK Sufi di SBS SB
 
Semangat Perjuangan Bekasi PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Monday, 30 May 2016 18:54
PK Pejuang di SBS SB
 
Video Semangat Bekasi PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Friday, 27 May 2016 17:44
Promo Web - Video PK Puisi Chairil Anwar
 
Bahagia Menjadi Trainer PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Tuesday, 24 May 2016 09:30

oleh : Pandji Kiansantang

 

10 MANFAAT MENJADI TRAINER :   

 1. Meningkatkan Kepercayaan Diri : atasi “Glosso-phobia” & Public-speaking untuk atasi minder

2. Populer (dikenal banyak orang) : memisahkan diri  dari “kerumunan” (menonjol)

3. Makin pintar, cerdas & Bijak : Belajar dengan Mengajar

4. Banyak amal : membuka wawasan & dapat merubah hidup orang lain menjadi lebih baik

    --> “ilmu yang bermanfaat” : menjadi pahala yang terus mengalir

5. Menjadi komunikator yang baik sebagai modal hubungan antar-manusia yang harmonis dalam

   dunia kerja, rumah tangga & bermasyarakat. “Communication, the human connection, is the key to personal and career success”

6. Manfaat finansial à Top speaker & Top Trainer

7. Menjadi “Agent of Change” (pelopor perubahan) : Speak to Change

8. Menunjang karir : teknik presentasi, berkontribusi di rapat, dll

9. Mengembangkan Kepemimpinan :  Pemimpin adalah Pelatih bagi Timnya à  Leader as Mentor  & Coach for Empowerment (Pemberdayaan)

10. Kepuasan batin : aktualisasi diri

 

TRAINING SEBAGAI SERVICE EXCELLENCE

“Peserta Training TIDAK AKAN  peduli sehebat apa Anda sebagai Trainer atau sebagus apa Materi pelatihan Anda, sampai  mereka tahu sebesar apa Anda PEDULI pada mereka “

1. Customer Anda  Peserta Training yang harus Dipuaskan karena mereka sudah “berinvestasi waktu” dengan mengikuti Training Anda

2. Fokuslah pada Customer (perasaan dan kebutuhan peserta), jangan Fokus pada Diri sendiri : akan gugup

3. Benahi NIAT : sebagai Ibadah untuk MEMBANTU SESAMA

    - perlu Kenali Peserta, tahu kebutuhan mereka & buat materi sesuai kebutuhan peserta

4. Jelaskan “Why” : AMBAK (Apa Manfaat Bagiku) di awal training : supaya peserta mau membuka pikiran untuk belajar dan memiliki “kedekatan” dengan materi yang disampaikan

5. Sampaikan dengan cara yang menarik (atraktif) dalam materi dan cara penyampaian (delivery) sehingga membuat “klas hidup”, tidak membosankan dan tetap menjaga konsentrasi peserta sepanjang training

6. Ingat tujuan-akhir Training adalah menggugah peserta untuk mau MERUBAH SENDIRI mindset (pola pikir) dan perilaku. Tidak cukup hanya menambah pengetahuan .

 

7 Kunci Sukses T-R-A-I-N-E-R

T : Teman untuk membantu (friendly)

R : Rendah hati (low-profile) : Waspadai sombong sebagai

      “penyakit orang pintar. Samakan-frekuensi (mirroring)

A : Andalan : Karyawan Unggul (Extra-ordinary Employee)

I : Ilmu : Terus Belajar dan berbagi ilmu. Belajar dg Mengajar

N : Niat untuk ibadah dan melayani sesama

E : Energik : stamina prima, pancarkan Energi positif

R : Role-model (Panutan sikap) : Lakukan apa yang kita

      ajar à Sekata, Seperbuatan (Walk the Talk). Jangan “Jarkoni” (Ujar ora Lakoni) :

 
Traveling yang Bermakna PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Friday, 27 May 2016 14:35
PK Traveling Yang Bermakna
 
Tetaplah Rendah Hati PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Friday, 27 May 2016 14:36
Tetaplah Rendah Hati
 
Video Puisi Tembok Besar China PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Monday, 23 May 2016 19:25

Video Puisi Tembok Besar China, oleh Pandji Kiansantang, 8 Mei 2016

PK Video Puisi Great Wall China 2016

 
As Qing Dinasty's Emperor & Judge Bao PDF Print E-mail
Written by Pandji Kiansantang   
Wednesday, 18 May 2016 10:05

Poster 04 PK on China - A

Poster 04 PK on China - B

 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Created by :

Pandji Kiansantang
Since 7 June 2010,

Saya hanya orang biasa-biasa saja...Mohon doa dan restunya agar saya dapat memberikan sharing ilmu atau pengetahuan yang sudah saya dapat dalam bidang sejarah, sosial, politik serta budaya di Indonesia. Hal ini dikarenakan saya sebagai anak bangsa yang ingin bangsanya maju dan mengutamakan hati nurani agar Bangkit kembali Raksasa Asia Indonesiaku.....

Salam Damai...

Website :
PandjiKiansantang.Com

Email :
 pandkiansantang@gmail.com

Instagram :
@pandji_kiansantang

Twitter :
@inspirasipanji

Youtube :
pandjikiansantang

 

Greeting Cards

PK 19th di SA - Square Type - BG Nice

PK-5

PK Selamat Idul Adha 2015

Hewan Terbaik untuk Mama 2015

Poster PK Hari Ibu

Poster Hari Kesehatan Nasional PK1-01

1 A PK-DP hari pahlawan 10 nov 2014

with fam

Happy Idul Fitri

Gong Xi Fat Chai

Salam Merdeka

Selamat Idul Adha 1434 H

PK Banten Lama

PK Pandegelang

Inspirasi Ziarah