Pandji Kiansantang

Sharing Tulisan Inspirasiku
Random Image

Halo, Selamat datang di Blog Saya...


Pandji Kiansantang dalam Pasar Amal Summarecon Peduli

Makna Tahun Baru

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1438 H

Tahun Baru Islam Web PK

Selamat Hari Raya Idul Adha 1437 H

PK Selamat Idul Adha 2016 PK V02

Ziarah Makam Pahlawan ke TMP Cikutra Bandung, 17 Agustus 2016

06 PK on Ziarah setelah Upacara di Bandung

Upacara Peringatan HUT RI ke-71 di Summarecon Bandung

04 PK on Upacara di Bandung

PK on Veteran 2016

Cara Hebat Rayakan Hari Kemerdekaan Negara Kita

Cara hebat Revisi Popup - PK 2016

Selamat Hari Veteran, Papa (10 Agustus 2016)

Papaku Veteran Pejuang Kemerdekaan

“MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN “: BERSYUKUR DALAM TRAVELING

“MAAF TUHAN, SAYA SEDANG LIBURAN “: BERSYUKUR DALAM TRAVELING

(*Sebuah nasehat bagi diri saya sendiri yang semoga bermanfaat bagi orang lain)
oleh Pandji Kiansantang

JJB PK Pahawang

Hampir jam 5 pagi suara adzan Subuh terdengar syahdu di keheningan Pulau Pahawang,. Sepagi itu sudah terlihat aktivitas dari warga setempat yang mempersiapkan buka warung. Tampak dari rumah homestay, beberapa wisatawan muda berhijab keluar untuk shalat Subuh berjamaah di musholla.

Tapi pada dini hari ini kebanyakan wisatawan masih tidur lelap terbuai mimpi. Kontras dengan pemandangan tadi malam dimana puluhan orang hang-out a’la “Beach party” di pantai sampai larut malam.

Pahawang, pulau kecil di Lampung Selatan , yg dalam 5 tahun menjadi buah bibir para wisatawan domestik, terutama karena lokasi2 snorkeling yg menawan. Wisatawan menjulukinya “Pahawang, “a piece of paradise”, sekeping Surga”.

“Surga di dunia” : pulau tropis yg indah, adalah simbol pesona Daerah Tujuan Wisata. “Pulau Dewata” Bali adalah contoh idealnya. Pahawang dan pulau2 lainnya adalah “Bali-bali kecil” yang menjadi magnet bagi “wisatawan domestik” (Wisdom) maupun “wisatawan mancanegara” (wisman).Walaupun jauh, tapi berbondong2 orang kota mendatanginya utk re-freshing, melepaskan stress dari beban kehidupan. “Escapade to Paradise”

Tapi suasana Subuh di Pahawang juga menceritakan sisi lain gaya hidup (lifestyle) wisatawan di lokasi wisata.

Banyaknya “godaan liburan”, membuat mereka yang taat beribadah  di tempat asalnya, “berlibur” juga ibadahnya ketika sampai di tempat liburan. Mereka meninggalkan ibadah dengan alasan musafir.

Padahal sebelumnya kita rajin berdoa agar kita dikarunai rezeki, termasuk untuk traveling. Sesaat sebelum berangkat traveling, kita masih berdoa utk keselamatan. Semua ibadah dilaksanakan sampai…  tiba di lokasi traveling. Kita bukan hanya liburan dari bekerja, tapi juga “liburan dari Ibadah.” Tiada yang salah dengan bersenang-senang. Yang salah adalah ketika kita melupakan yang mengkaruniakan kita kesempatan dan rezeki untuk bersenang-senang, yaitu Tuhan.

“Hidup adalah Perjalanan”, tentunya kita semua tahu itu. Yang sering kita tidak sadar, bahwa kita-lah SANG MUSAFIR dalam perjalanan itu. Kita ambil contoh bahwa perjalanannya adalah MENDAKI GUNUNG seperti yang banyak dilakukan oleh pecinta alam ke Gunung Semeru, Gunung Gede, Gunung Rinjani sampai puncak tertinggi di Jayawijaya, Papua.

Perjalanan kita sebagai “Pendaki” (Climber) akan diwarnai suka-duka serta akan mengalami banyak hambatan selama perjalanan, seperti cuaca dingin yang membeku,  hujan deras, angin besar, jalan yang curam dan terjal, jurang yang menghadang dan sebagainya. Selalu ada resiko untuk cedera dan celaka. Tapi setelah tiba di Puncak gunung, semua jerih payah akan terbayar lunas. Melihat matahari terbit dan alam sekeliling dari puncak gunung adalah pemandangan spektakuler yang takkan dapat digambarkan dengan kata-kata.

Kalau kita anggap bahwa “Puncak Gunung” adalah lokasi tujuan wisata, seperti Bali atau Pahawang, layakkah kita berperilaku seperti ini : sepanjang pendakian kita berdoa untuk keselamatan kita. Tapi setelah sampai di Puncak, justru kita LUPA DIRI dan LUPA TUHAN. Lupakah kita bahwa setelah menikmati puncak gunung, kita harus pulang, yang artinya harus turun gunung dengan perjalanan yang juga memiliki resiko cedera dan celaka? Masihkan kita berani tidak berdoa untuk keselamatan kita? Kadang-kadang turun gunung lebih berbahaya dari mendakinya  karena stamina sudah drop karena keletihan,apalagi jika hujan deras yang menyebabkan jalan licin yang dapat membuat kita terpeleset jatuh. Masih kita berani melupakan Tuhan dengan tidak berdoa?

Gambaran di atas menunjukkan bahwa seharusnya kita selalu bersyukur, berdoa dan beribadah di setiap waktu dan di setiap tempat… di mana saja dan kapan saja… termasuk ketika liburan.

Justru di tempat wisata, kita harus LEBIH BANYAK BERSYUKUR bahwa kita termasuk “orang beruntung” yang dikaruniai Tuhan dalam Kesehatan, Waktu luang dan Rezeki uang untuk dapat Traveling. Perhatikan begitu banyak orang2 di sekitar kita yang tidak berkesempatan untuk pergi traveling menikmati hidup. Banyak yg  mau traveling, tapi tidak punya dana. Ada yang punya dana untuk membiayai traveling tapi sedang sakit. Ada yg sehat dan cukup laya untuk traveling ke manapun, tapi tak punya kesempatan waktu luang karena begitu sibuknya. Jadi, Alhamdulillah, Puji Tuhan, kita bisa pergi Traveling ! Ayo makin banyak bersyukur pada Tuhan agar makin banyak mendapat karunia Tuhan supaya makin sering traveling keliling Indonesia, bahkan keliling dunia!

(*Renungan Pandji Kiansantang di Pulau Pahawang, Lampung Selatan, Ahad 31 Juli 2016 jam 7 pagi)

Video Sharing : “Kepemimpinan dan Silaturahim”

Promo Web PK Moderator

 

Kelas Kepemimpinan Bagi Karyawan Penerima Beasiswa 2016

Wanita KG - Pop Up Women Leadership Class

Pria KG - Pop Up How to Become a Leader in Summarecon

Gabungan Pop Up How to Become a Leader in Summarecon - serpong

Ziarah Cirebon Keluarga Besar Soeryawinangun

02 PK dalam Ziarah Soeryawinangun

Ziarah Cirebon Keluarga Besar Soeryawinangun

KUNCI SUKSES ZIARAH WALISONGO

oleh Pandji Kiansantang :

1) Pemilihan waktu yg tepat : yang terbaik adalah sesudah Lebaran dimana peziarah tidak membludak dan jalanan relatif sepi : nyaman dalam perjalanan,

2) Awali dengan Luruskan Niat untuk Ziarah Wali : lillahi ta’ala, jangan “ngalap berkah” dan minta dari manusia sekalipun Wali atau ‘makam keramat”,
yg akan jatuh pada syiriq : suatu dosa maha besar. Waspadalah!

3) Pelajari dulu sejarah dan info ttg tempat yg akan dikunjungi sehingga kita lebih paham dan apresiatif,

4) Selain ke Makam2 para Wali, harus kunjungi dan shalat di Masjid Demak sebagai Masjid jami pertama di Pulau Jawa  yang dibangun para Wali. Di luar Demak, sempatkan Shalat di Masjid yg ada di sekitar komplek makam (Tahiyatul Masjid dan Shalat Wajib} : Cinta Masjid, jangan tinggalkan Shalat utk ziarah,

5) Abadikan momen penting ini dg Berfoto secukupnya 1-2 X saja TANPA Blitz/Flash dan suara (Perhatikan : ada larangan berfoto/mengambil gambar di Masjid Demak dan makam2 tertentu). Di Menara Kudus ada jasa foto sekali jadi cetak. Mintalah softcopy-nya dg bawa USB sendiri,

6) Rencanakan apa yg akan kita lakukan ketika berziarah di makam : jangan ikut2an peziarah yg tahlil dan berdoa berjamaah karena bisa makan banyak waktu. Bacalah Doa utk mendoakan sang Wali dan agar kita dapat meneladani perilaku sang Wali, seperti Sunan Drajat yg menekankan membantu kaum dhuafa,

7) Bersikaplah hormat dan jaga perilaku di antara lingkungan makam (banyak nisan) : ucapkan “Assalamualaikum ya Ahli Qubur” dan jangan injak batu nisan sembarangan,

8) Bersikaplah khidmat dan khusyu : esenzi ziarah kubur adalah Ingat Mati & meminimalkan Cinta Dunia serta Bersyukur pada Nikmat karunia Kehidupan,  Umur, Kesehatan dan Rezeki yg memungkinkan kita berziarah),

9) Belilah “memorabilia” suvenir cenderamata (seperti gantungan kunci, kaos) dari SETIAP lokasi yg dikunjungi : khas yg takkan bisa dibeli di tempat lain,

10) Bawa perlengkapan shalat, kantung plastik utk bawa sandal yg harus dilepas (kalau ditaruh di depan pintu makam beresiko hilang). Jika ramai peziarah, jagalah dompet dan barang2 berharga Anda. Di beberapa tempat dipasang papan peringatan tentang resiko pencopetan dan pencurian. Janganlah jadi korban kejahatan,

11) Siapkan uang Shadaqah karena pada hampir pada semua makam Wali ada Kotak Amal bagi Peziarah. Di beberapa tempat, banyak pengemis, jika ingin derma siapkan uang receh, tapi ada resiko akan dikerubungi dan dikejar2 pengemis,

12) Catat Inspirasi dari setiap makam yg diziarahi dan buat RENCANA TINDAKAN seperti Perilaku para Wali yg akan diteladani utk memperbaiki hidup kita –> Jadikan Ziarah Wali Songo ini sebagai Perjalanan yang Insya Allah dapat “mengubah hidup” (Life-changing journey).

*** “Wisata Ziarah Lebaran” Hari ke-4 (Terakhir) oleh Pandji Kiansantang & Amalia, Surabaya, Selasa 12 Juli 2016 (7 Syawal 1437 Hijriah).

Puisi Pahawang, 31 Juli 2016

Pop up-JJB 04082016 Versi PK

Video Sharing : “Dunia Pesantren dan Dunia Bisnis”

Promo Web PK JERAM 2016

 

Selamat Idul Fitri 1437 H

Selamat Idul Fitri 2016 dari PK PPT Design

Pandji Kiansantang Membekali Karyawati dengan Bela Diri Wanita

Pandji Kiansantang Membekali Karyawati dengan Bela Diri Wanita
Promo Web PK WSDK

 

“Domba Bernyali Harimau” : Pelatihan Bela Diri Bagi Karyawati

PK on WSDK 2016

Learning & Sharing in Pesantren Darunnajah

Popup JERAM QIRSA 2016 - Aktivitas - PK

JANGAN MEMPERTUHANKAN HP : Lawan Nomo-phobia !

Mengendarai mobil/ motor, main HP…
Bertamu, main HP…
Ngaji, main HP…
Terima tamu, main HP…
Bekerja, main HP…
Belajar, main HP…
Sambil makan, main HP…
Di tengah keluarga, main HP…

Seakan-akan Duniamu Kiamat tanpa HP…
Kadang terlihat dua orang saling duduk berhadapan, tidak berbicara sama sekali, karena salah satu atau keduanya sibuk main HP.
Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak lagi peduli.
Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yang dekat, tetapi membahas di sosmed rasanya lebih ‘afdhal’.

“Mendekatkan yang jauh” tapi justru “menjauhkan yang dekat”
Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya
Basahnya embun pagi…
Hangatnya matahari pagi…
Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti dengan gambar – gambar mati pada ponsel…
Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya dengan gerakan telunjuk dan jempol..
Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, tapi mati dalam kehidupan itu pilihan.

Maka bangunlah, hiduplah sebagaimana manusia itu hidup.
Saat berbicara dengan suami/istrimu, simpan HPmu !
Saat anak bercerita, simpan HPmu !
Saat ibu bapak bicara, simpan HPmu !
Saat tamu berkunjung, simpan HPmu !
Saat makan bersama keluarga di rumah atau restoran, sinpan HPmu!
Saat rapat dan ikut pelatihan, simpan HPmu!
Saat menyetir, simpan HPmu!
Saat beribadah dan berada di rumah ibadah, matikan HPmu!

Segala sesuatu ada waktunya dan fokuslah pada hal penting. HP adalah sarana komunikasi untuk memudahkan, bukan Tujuan hidup kita.
Dunia tidak akan Kiamat hanya karena kita tidak memakai HP.

Perhatikan duniamu dengan seksama.Sebab nikmat Ilahi ada di sana.
Hiduplah !

Jangan jadikan HP sebagai “Tuhan kecil” (syrq manusia  online) dengan bersikap : “Tidak dapat hidup tanpa HP… Kiamat duniaku tanpa HP !

Ketinggalan HP, Pulsa habis, Tiadanya sinyal, baterai HP habis seakan-akan “musibah besar” yang merusak hari kita.

IMG-20160716-WA0004

IMG-20160716-WA0005

Untuk mengatasi maraknya “gangguan kejiwaan” NOMO-PHOBIA (No Mobile Phone Phobia : Ketakutan tidak membawa / tidak dapat menggunakan HP alias “kecanduan/ketergantungan pada HP’) ternyata sejak 2001 ada gerakan moral  SATU HARI TANPA HP pada setiap 6 Februari. Ironisnya hari ini sama sekali tak dikenal di Indonesia padahal gerakan “Sehari Tanpa Kendaraan Bermotor”atau “Tanpa Merokok” sdh dikenal luas. Apa ini pertanda Indonesia adalah “Surga Handphone” atau memiliki pengidap Nomophobia terbanyak ?

Untuk mengurangi ketergantungan kita pada HP (jangan jadikannya sbg “Tuhan kecil”) dan untuk mensyukuri hidup dengan melakukan hal2 lain yang penting (seperti bersosialisasi dengan PENUH PERHATIAN pada orang2 yg kita kasihi tanpa diinterupsi oleh HP), Beranikah kita mencoba HIDUP SEHARI TANPA HP ?

BELAJAR “MAKNA PERJUANGAN HIDUP” DARI SANG PETINJU, MUHAMMAD ALI

IMG-20160605-WA0009
Innalillahi wa inna lilahi rojiun. Telah meninggal dunia pada 3 Juni 2016 atau beberapa hari sebelum datangnya bulan suci Ramadhan :  Muhammad Ali, 3 X Juara Tinju Kelas Berat dunia yang mengharumkan nama atlet muslim dunia. Ia adalah Legenda, salah 1 petunju (Boxer) terhebat sepanjang masa. Ia adalah idola jutaan orang di seluruh dunia.
 
Muhammad Ali memang sangat menginspirasi. Bukan hanya berani di pertandingan tinju (gaya bertinjunya dikenal dengan gaya Ali), tapi dalam kehidupan bermasyarakatpun, ia adalah sosok pemberani (mengingat ia adalah etnis minoritas Afro-Amerika yang pada masa itu merupakan warga negara kelas dua yang mengalami diskriminasi di Amerika Serikat).
 
Ia berani kehilangan gelar juara kelas berat dunia karena membela prinsip menolak Perang Vietnam. Langkah yg sangat langka pada masa kini. Keberaniannya bersuara sempat membuatnya dijuluki “Si Mulut Besar”.
Almarhum juga sangat menonjolkan identitasnya sebagai Muslim : ” I am Moslem !”
 
Kisah suksesnya di dunia tinju mengesankan, tapi lebih mengharukan adalah perjuangannya menghadapi penyakit parkinson yang diakibatkan cedera otak karena akumulasi benturan pukulan yang diterimanya selama karir bertinju. Ali yang dulunya perkasa sehingga pernah dijuluki dan dibuatkan lagu berjudul “Black Superman”, menghabiskan usia tuanya berjuang melawan penyakit yang membuatnya lemah tak berdaya dan lemah ingatan. Almarhum menghadapi ujian keimanan berupa penyakit parah. Mudanya bagaikan Hercules, di masa tuanya bagaikan Nabi Ayyub AS.
 
Kini baginya semuanya sudah selesai  Baik lonceng di ring tinju maupun batas waktu kehidupan di dunia.
 
Ia sudah membuktikan bahwa ia adalah PETARUNG YANG TANGGUH dalam pertandingan tinju, PETARUNG dalam kehidupan sosial  yang berani menyuarakan hak-hak minoritas dan akhirnya menjadi PETARUNG yang tabah dan sabar dalam menghadapi penyakit kronis di masa tuanya.
He is a Real Fighter.
Ia adalah PETARUNG SEJATI
 
Terimakasih Mohammad Ali… Semoga kita dapat mengikuti jejaknya dengan menjadi pribadi PEMBERANI dalam membela Agama, kebenaran dan memihak masyarakat yang lemah, serta TANGGUH dalam menghadapi berbagai masalah dan kesulitan hidup !
 
 
 
 
(Berbagi inspirasi pada hari Minggu yang indah menjelang bulan suci Ramadhan oleh Pandji Kiansantang, 5 Juni 2016)

Selamat Ramadhan 1437 H

Selamat Ramadhan 2016 dari PK

Semangat Kegigihan Tarik ibn Ziad

PK Sufi di SBS SB

Semangat Perjuangan Bekasi

PK Pejuang di SBS SB

Video Semangat Bekasi

Promo Web - Video PK Puisi Chairil Anwar