Pandji Kiansantang

My Way to Share and Care

Archive for the ‘Kata-kata penginspirasi’


TERIMAKASIH

Janganlah kita pernah  menganggap remeh kebaikan dari orang lain
meski sekecil apapun… 
walau  kelihatannya sepele dan tak penting
 
Saudaraku, Terimakasih…
untuk perhatianmu, pada saat lebih banyak orang yang tidak peduli…
 
Terimakasih untuk Ucapan selamat darimu, pada saat lebih banyak orang mengharap diberikan pujian dan ucapan selamat daripada memberikan ucapan selamat pada orang lain …
 
Terimakasih untuk Doa dan Harapan kebaikan bagi hidupku… pada saat biasanya orang berdoa dan mengharapkan yang terbaik untuk dirinya sendiri…
 
Terlebih untuk Doa yang tulus dari hati nurani yang dihaturkan oleh para saudara, keluarga, sahabat  dan relasiku sungguh merupakan karunia yang tidak ternilai
 
Saudaraku, Semoga Tuhan yang Maha Kuasa mengabulkan doamu ini… dan kudoakan agar Tuhan Yang Maha Pengasih mengabulkan doa yang kau berikan bagiku ini juga bagi kehidupanmu, bahkan melipatgandakannya. Aamiin…
 
Doa yang tulus darimu adalah Kado Hadiah terindah, baik pada masa hidupku, maupun Doa darimu sangatlah kuharapkan ketika diriku telah berpulang pada Sang Pencipta…
 
Jangan pernah berhenti peduli, membantu dan memberi — apapun bentuknya, seperti : memberi Doa dan Ucapan selamat.
… Apa yang bagi kita mungkin terlihat kecil dan sepele, bisa jadi sangat berharga dan dibutuhkan bagi orang yang menerimanya.
 
 Perhatian kita pada orang lain menumbuhkan kesadaran mereka bahwa masih ada orang2 yang peduli pada mereka. Bantuan dan Pemberian kita secara moril maupun material merupakan dukungan (support) yang menumbuhkan  Harapan bagi mereka untuk hidup yang lebih baik…. 
 
Jadi perhatian “kecil” seperti mengucapkan selamat melalui media sosial ternyata dapat mengubah hidup orang lain !
 
Mari kita terus menjadi orang baik dan memberikan manfaat bagi sesama
 
Terimakasih… Thank you… Syukron… Xie xie… Matur Nuwun… Nuhun 🙏🙏🙏 
 
*Ungkapan syukur Pandji Kiansantang pada “Hari Amanah Usia” (Hari Lahir) ke-50, Jum’at, 16 November 1968-2018

Bukan “Hari Ulang Tahun” (HUT), tapi “Hari Amanah Umur” (HAUR)

Menyikapi “Ulang Tahun” biasanya kebanyakan orang bergembira dan hari spesial itu dimeriahkan dengan ucapan selamat dari keluarga dan relasi… Ada yang berikan kado… Yang berulangtahun ada yang tiup lilin di atas kue dan mentraktir makan. Hari itu diwarnai dengan pesta, ketawa-ketiwi, berfoto we-fie dan memajangnya di medsos.
 
Tapi sesudah pesta dan kemeriahan itu berakhir, adakah yang berubah pada hari-hari berikutnya?… _Nothing change!_ Ternyata tidak ada yang “bertambah”, selain umur yang bertambah, kerutan kulit dan uban karena menua. Hal ini karena kebanyakan orang hanya “merayakan” ulang tahun secara kesenangan fisik (hura hura) saja, tidak ada tekad perubahan mental. Akibatnya Hari lahir tiap tahun tidak menjadi tonggak yg penting dalam perjalanan hidup…. disikapi tidak dianggap penting karena “sudah sangat biasa terjadi”( take for granted ) … suatu rutinitas…
 
Hal ini terkait dengan sebutan “Ulang Tahun” yang menunjukkan seakan-akan umur berulang begitu saja secara otomatis (seperti putaran jarum jam)… tiap tahun bertambah satu tahun…  seakan-akan pengulangan hari lahir setiap tahun (seperti kata “ulang” tahun”) adalah suatu “keharusan”.
 
Ternyata ada yang “kurang” dalam menyikapi “ulang tahun”… Hakikat Ulang Tahun adalah Umur, tapi kita sering lupa pada “Sang Pemberi Umur” yaitu Allah SWT. Umur adalah rezeki karunia… pemberiankepercayaantitipan dari Allah SWT. Tidak ada keharusan bahwa umur bertambah. Yang berulangtahun hari ini tidak ada jaminan akan berulangtahun tahun depan. 
 
Sesungguhnya ketika berulang tahun berarti “sisa hidup” kita berkurang… perjalanan hidup kita makin mendekati akhir… kita makin dekat untuk kembali pada Sang Pencipta….
 
Jadi bagi kita… khususnya yang sudah dikaruniai umur 50 tahun ke atas… bertambahnya umur seharusnya disikapi dengan sikap perenungan, introspeksi, mawas diri,  bahkan prihatin…. karena Umur adalah “Amanah” yaitu rezeki yang “dipercayakan dan dititipkan”…. Amanah bisa diambil kapan saja, jadi kita harus mohon ampun, bertaubat, dan memperbanyak amal ibadah sebagai persiapan terbaik untuk menghadap Sang Pencipta…. Amanah harus dipertanggungjawabkan, jadi kita harus menjadikan “sisa hidup kita” lebih bermakna dan lebih banyak memberikan manfaat bagi sesama manusia.
 
Jadi dibanding menyebut “Hari Ulang Tahun”  (HUT) dan mengucapkan “Selamat Hari Ulang Tahun (HUT)… lebih tepat menyebutnya “Hari Amanah Umur” (HAUR) karena sesungguhnya Hari istimewa itu bukan hari pesta perayaan,  bukan momen selebrasi, tapi momen introspeksi…. “hari muhasabah”
 
Yang pertamakali harus dilakukan ( first thing first )  pada hari itu adalah “berdialog dengan diri sendiri” dan mengevalusi diri : apa saja yang sudah kita lakukan pada 1 tahun lalu (termasuk prestasi, dosa dan kesalahan yang tak boleh diulangi) dan rencana tindakan apa ( _action plan_) yang akan   kita lakukan 1 tahun. Ini semacam “Resolusi Tahun Baru” (yang sering tidak efektif karena ikut2an dan tidak personal), tapi “Resolusi Hari Amanah Umur” (disingkat Res-Haur) yang dibuat dalam jangka setahun setiap hari lahir.
 
Kesimpulannya dengan menjadikan “HUT” sebagai “Hari Amanah Umur” (HAUR) maka akan menjadi momentum perubahan dalam hidup kita… menjadi
reminder” (pengingat) dan ” wake up call” (panggilan untuk membangunkan / menyadarkan) agar lebih Bersyukur atas rezeki bertambahnya Umur dan tekad memperbaiki diri yang harus kita pertanggungjawabkan pada Sang Pemberi Umur yaitu Allah SWT….
 
* “Haur” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia” (KBBI) berarti “Bidadari”
 
▪Pandji Kiansantang pada   HAUR ke-50, 16 November 1968- 2018. Alhamdulillahi rabbil alamin

HARI RAYA : SAATNYA MEMBERI

Hari Raya Idul Fitri, Hari Kemenangan, adalah Saatnya MEMBERI :

1. Memberi SENYUM. Ulama mengatakan “Menampakkan kegembiraan pada Hari Raya Id adalah termasuk Syiar Agama.

2. Memberi SALAM dan UCAPAN SELAMAT : Lebih dulu mengucapkan “Minal Aidin wal Faidzin” mohon maaf lahir dan batin, baik ketika bertemu langsung maupun secara online melalui media sosial.

3. Memberi JABATAN TANGAN : lebih dulu datang menyalami.

4. Memberi DOA : Mengucapkan “Taqabbalallahu minnaa wa Minkum” (Semoga Allah menerima amalan kita semua).

5. Memberi PERHATIAN, khususnya pada orangtua dan sanak saudara yang sedang sakit.

6. Memberi KUNJUNGAN : ke keluarga, kerabat dan tetangga untuk HBH silaturahmi.

7. Memberi MAKANAN LEBARAN dalam HBH pada keluarga dan tetangga.

8. Memberi ANGPAO LEBARAN bagi anak-anak yang berpuasa maupun mereka yg sudah membantu kita.

9. Memberi SHADAQAH pada saat Shalat Id maupun pada fakir miskin.

10. Memberi BANTUAN dalam bentuk apapun, termasuk membantu memotret yang ingin diabadikan pada momen hari raya (memotret orang adalah “sedekah” karena membuat senang orang lain).

11. Memberi MAAF pada yang meminta maaf dalam HBH. Pada tingkat yang lebih tinggi, juga memaafkan mereka yang tidak meminta maaf.

Intinya, pada Hari Raya ini Banyak MEMBERI dan hanya ada 1 MEMINTA yaitu Meminta MAAF lahir dan batin pada sesama.

Mari berbagi kebahagiaan di Hari Raya… Bahagia membahagiakan sesama pada Hari Bahagia.

(Pandji Kiansantang, 1 Syawal 1439 H di Masjid Agung Al Azhar Kebayoran, Jumat 15 Juni 2018 jam 07.45)

Selamat Hari Orangtua Sedunia

“Selamat Hari Lahir Pancasila” 1 Juni 1945-2018

Tantangan 110 Tahun Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 1908-2018)

Selamat Hari Keberagaman Budaya & Keanekaan Hayati Sedunia” (21-22 Mei 2018)

Selamat Memperingati ISRA MI’RAJ 1439 H

Video Kreatif Earth Hour 2018 karya Karyawan Summarecon

* Untuk menyaksikan “Video Kreatif Earth Hour 2018”,
silakan klik gambar di atas…

Semangat “April Berhasil”

“INDONESIA BAHAGIA” dalam Lagu Kebangsaan

* Untuk menyaksikan video menyanyikan lagu “Indonesia Raya” stanza 2,
   silakan klik gambar di atas…

Semangat P-A-N-D-J-I


* Untuk menyaksikan video Semangat P-A-N-D-J-I, silakan klik gambar di atas…

Peringatan Hari-hari Nasional & Sedunia

 

Selamat “Hari Kebahagiaan Sedunia” (20 Maret 2018)


* Untuk menyaksikan video pembacaan puisi “Bahagia Membahagiakan Sesama”, silakan klik gambar di atas…

 

* Untuk menyaksikan video Happy Dance di Taman Prasasti, silakan klik gambar di atas…

Judul : Puisi “Reuni ini Membunuhku!” oleh Pandji Kiansantang

* Untuk menyaksikan video pembacaan Puisi ini di TMII, silakan klik gambar di atas…

“Diam itu Indah” : Puisi dalam rangka Hari Raya Nyepi 17 Maret 2018


* Untuk menyaksikan video pembacaan Puisi ini di KKG, silakan klik gambar di atas…

Cara SEHAT Nonton Sepakbola

oleh Pandji Kiansantang

    Bersyukurlah footballmania karena 2018 adalah “Tahun Sepakbola.” Selama 1 bulan pada 14 Juni-15 Juli akan diselenggarakan Piala Dunia (FIFA World Cup) di Rusia. Bersiaplah untuk dipuaskan dengan aksi-aksi para pesepakbola Dunia. Apalagi jam siaran langsungnya ramah dengan penggemar bola di Indonesia, yaitu sekitar jam 7 malam untuk babak penyisihan.  

  Wajar jika kita mendukung suatu tim sepakbola, bahkan menjadi fans fanatiknya. Tapi sadarilah cara Anda menonton tim favorit Anda ternyata dapat mempengaruhi “kesehatan mental” kita. Paling enjoy, jika kita bersikap netral. Kita akan lebih obyektif mengapresiasi ke-2 tim yang bertanding. Siapapun yang menang, tak masalah karena kita dukung tim yang bermain lebih baik dan pantas untuk menang “May the best team win.”

  Sebaliknya jika kita fanatik pada salah satu tim, maka menonton sepakbola bagaikan memacu adrenalin. Seperti naik rollercoster,  emosi akan teraduk-aduk sepanjang pertandingan Jantung dibuat selalu berdebar-debar. Jika timnya mencetak gol, akan meledak gembira. Tapi setiap timnya diserang dan kebobolan “jantung serasa copot”. Jika menang, larut dalam euforia. Jika seri kecewa. Jika kalah serasa “Kiamat kecil” yang menimbulkan  Stress, down, kecewa berkelanjutan. Apalagi yang kalah taruhan, ada yang kena serangan jantung dan kehilangan nyawanya hanya karena timnya kalah. “Hidup dan mati” untuk sepakbola, jelas tidak masuk akal. 

Bagi supporter fanatik yang datang langsung ke lapangan hijau, ungkapan kekecewaan ini bisa lebih ekstrim.  Gara-gara tidak terima timnya kalah, mereka  bersikap dekstruktif menimbulkan “amuk massa” dengan merusak stadion, membakar mobil,  menyerang, melukai, bahkan sampai membunuh supporter tim lawan. Hooliganisme membuat  penonton berubah menjadi penjahat. Dari lapangan hijau digelandang ke Penjara. Tragis! 

Jelas ini BUKAN cara sehat untuk menikmati sepakbola. Walau tidak merusak seperti hooligan, tapi penonton biasa tanpa sadar sering “merusak” dirinya sendiri. Apalagi jika timnya kalah maka muncul mood BT-nya yang akan “merusak kesehatan jiwa” sepanjang hari itu, menurunkan semangat kerja dan sensitif (“baper”) dalam bergaul. Kalau dipikir-pikir, rugi banget.

Padahal yang kalah adalah tim yang kita dukung, BUKAN diri kita. Kita harus mampu menjaga “jarak emosi” dengan tim favorit. Harapan berlebihan akan menyebakan kekecewaan yang berlebihan pula. Bersikaplah proporsional. Sebagaimana Hidup, Menang atau Kalah itu biasa. Jika menang, ikut senang dan akan menaikkan semangat sehingga hari itu menjadi “indah”. Tapi kalau kalah, sikap kita “Ya sudahlah”, dibuat enjoy saja.

Ayo rubahlah mindset kita dalam menonton sepakbola, niscaya kita jauh lebih menikmatinya.  Football, it’s a wonderful game…

 

(Pandji Kiansantang,14 Maret 2018
sambil menonton UEFA Champions League)

Tips bagi WANITA agar sukses menghadapi PRIA

Puisi “Antara Wanita dan Buku”


* Untuk menyaksikan video puisi ini silakan klik gambar di atas…

Selamat “Hari Wanita Sedunia” (8 Maret 2018)

* Untuk menyaksikan video ucapan Selamat Hari Wanita, silakan klik gambar di atas…

2018 New Movies Inspiration & Video Trailer


* Untuk menyaksikan video trailer film ini silakan klik gambar di atas…


* Untuk menyaksikan video trailer film ini silakan klik gambar di atas…


* Untuk menyaksikan video trailer film ini silakan klik gambar di atas…

Song’s Inspiration & Video clip with Lyrics


* Untuk menyaksikan video clip lagu film ini silakan klik gambar di atas…

 


* Untuk menyaksikan videoclip lagu ini silakan klik gambar di atas…

 


* Untuk menyaksikan videoclip lagu ini silakan klik gambar di atas…

 


* Untuk menyaksikan video clip lagu ini silakan klik gambar di atas…

 

Football Quotes : Messi, Ronaldo & Zidane

Superhero dalam Kehidupan Nyata

8 hal Seputar Tahun Baru Imlek

Untuk menyaksikan video clip Ucapan Selamat ini, silakan klik gambar…