Pandji Kiansantang

My Way to Share and Care

Archive for the ‘Wonderful Inspiration’


Daftar Lagu Motivasi (Lagu Barat & Lagu Indonesia)

 

LAGU BARAT

NO JUDUL LAGU NAMA PENYANYI ARTI LAGU
1 Hero Mariah Carey Lagu Motivasi yang sangat bermakna untuk tidak menyerah pada jalan yang telah di ambil, kita itu pahlawan , jika tak seorang pun membantumu raih jalanmu sendiri.
2 If we Hold On together Diana Ross

lagu yang menceritakan persahabatan berpetualang yang menyelesaikan masalah dan menemukan hal – hal baru

3 What a Wonderful World Louis Armstrong Hidup bukanlah hitam dan putih, ada begitu banyak warna di luar sana yang terus termotivasi untuk hidup.
4 Stand By Me Ben E. King Tantangan itu mungkin tampak menakutkan, tapi jangan takuti itu. Kita harus mengatasi ketakutan kita dan zona nyaman untuk kemajuan.
5 Beautiful Day U2 Lagu ini bermakna merayakan kemenangan dan prestasi Anda, tidak peduli seberapa kecil prestasi itu
6 Imagine John Lennon Lagu ini bermakna mencari tahu apa mimpi Anda dan berusaha untuk mencapai mimpi itu.
7 Harder, Better, Faster Daft Punk Bekerja cerdas meningkatkan output. Fokus dalam melakukan hal yang cerdas
8 We are the Champions Queen Lagu ini menceritakan bahwa kita semua memiliki hari buruk di mana semuanya terasa berat, tetapi berpikir tentang bagaimana Anda melaluinya dan bagaimana mengambil pelajaran dari hal tersebut.
9 You Gotta Be Des Ree Lagu ini menceritakan bahwa kita harus menetapkan tujuan Anda dan hadapi tantangan yang ada.
10 You’re Beautiful James Blunt Ketika kehilangan orang yang dicintai, dan tidak mungkin bersamanya, kamu harus tetap menjalani hidup yang telah direncanakan.
11 Get up Stand up Bob Marley Bangunlah, berdiri,jangan menyerah.
12 Skyscraper Demi Lovato Jika Anda melihat rintangan menghalangi Anda, Anda dapat menghindarinya dan membangun kembali.
13 Save the World Swedish House Mafia Memotivasi diri sendiri untuk melakukan apa yang hendak dicapai
14 Ain’t No Mountain High Enough Marvin Gaye & Tammi Terrell Apapun yang menjadi tujuan Anda, mungkin ada hambatan di jalan, tetapi Anda dapat mengatasinya untuk mencapai tujuan tersebut.
15 Stronger (What Doesn’t Kill You) Kelly Clarkson Lagu ini dapat membantu Anda untuk mengevaluasi hidup Anda ketika sesuatu tidak berjalan dengan mulus. Belajar dari kegagalan  dan kembali berjuang sehingga Anda dapat mencapai tingkat berikutnya.
16 You Raise Me Up Josh Groban lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang terjatuh dan kehilangan harapan. Tetapi melalui dorongan dan semangat dari orang lain , beban masalah akan berkurang dan dapat membangkitkan kembali semangat hidup.
17 Who Says Selena Gomez & The Scene Lagu ini menceritakan bahwa semua orang pasti bisa meraih impiannya
18 Beautiful Christina Aguilera Kita semua cantik, tidak ada yang jelek, sebuah cemoohan bukan menjadi alasan kita untuk tidak tampil pede ditempat umum
19 Not Afraid Eminem Kalau kamu punya mimpi maka kamu harus berjanji pada dirimu sendiri bahwa kamu akan mencapainya, jangan biarkan apa pun atau siapa pun menghentikanmu. Orang bisa mentertawakan atau mencemoohkanmu, tapi mereka tidak bisa menghentikanmu.
20 F**kin’ Perfect P!nk Semua orang boleh mencemoohkanmu, mengkritikmu, membuatmu menjadi down. Meski mereka merendahkanmu, tapi sebenarnya kamu itu berharga.
21 Now Or Never High School Musical 3 Lagu ini menyampaikan bahwa jika kita ingin menggapai mimpi, kita harus bisa berusaha, sekarang atau tidak sama sekali
22 Believe April Rose Jika kita percaya dan berusaha untuk menggapai mimpi kita, pasti mimpi itu akan terwujud disertai dengan doa dan percaya kepada sebuah keajaiban.
23 It’s My Life Bon Jovi Merupakan lagu yang menginspirasi saya untuk tetap berjuang meskipun banyak rintangan dan cobaan menerjang.
24 This is me Demi Lovato Lagu yang menggambarkan seseorang yang berusaha membangkitkan rasa percaya dirinya
25 Our Time is Here Demi Lovato Lagu ini mengajarkan pendengarnya untuk jangan terlalu memikirkan apa yang sudah berlalu, dan berfokuslah untuk apa yang ada di hari ini dan apa yang akan ada di hari esok.
26 The Climb Miley Cyrus Lagu ini mengajarkan kita untuk selalu berusaha mengatasi segala problem yang ada di depan kita. Tetaplah bekerja keras maka impianmu pasti akan menjadi kenyataan.
27 Live Like We’re Dying Kris Allen Lagu ini menceritakan bahwa jangan pernah membuang-buang waktumu karena hidupmu dapat berakhir setiap saat. Hiduplah seperti kamu akan mati besok, tetapi bermimpilah seperti kamu akan hidup selamanya
28 Unwritten Natasha Bedingfield Lagu ini mengajarkan kamu untuk bebas dan menghilangkan rasa takut. Seseorang tidak bisa hidup tanpa membuat kesalahan. Dan yang paling penting adalah untuk belajar dari situ. Jangan biarkan orang lain menghentikanmu dalam mewujudkan mimpimu.
29 Bring It All Back S Club 7 Lagu ini mengajarkan kita untuk membuktikan pada dunia bahwa kita bukan pecundang, kita memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan hidup kita.
30 Time of My Life David Cook Lagu ini mengajarkan kita untuk menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Kita bukanlah orang biasa, kita spesial!
31 When You Believe Mariah Carey feat. Whitney Houston Saat mengalami banyak cobaan dalam diri kita. Percayalah bahwa kita bisa mengatasi segala cobaan itu. Saat kita percaya, kita akan memiliki kekuatan untuk terus berusaha dan berharap
32 I Believe I Can Fly R Kelly Lagu ini menceritakan bahwa kita harus percaya pada diri kita sendiri bahwa kita bisa menggapai semua mimpi-mimpi kita.
33 Don’t Stop Believing Journey Hidup itu kadang senang kadang sedih.. kadang kamu menang kadang kamu kalah. Saat kamu berada di saat-saat yang sulit, kamu harus berharap dan percaya kamu bisa melaluinya.
34 Chin Up Copeland Lagu ini mempunyai makna untuk terus percaya, berusaha, dan tabah dengan apa yang kita lakukan meskipun gagal dan harus diulangi lagi dari awal.
35 Don’t Give Up Josh Groban Lagu ini memiliki arti bahwa kita tidak boleh menyerah, karena kita harus percaya ada orang-orang yang mencintai kita dan selalu mendukung serta menginginkan kita menjadi yang terbaik.
36 Starlight Muse Lagu ini memiliki pesan tentang keinginan untuk bangkit, mengejar ketertinggalan dan percaya bahwa selama kita hidup masih terbuka kesempatan.
37 Coming Home Diddy Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang telah menyerah dan meninggalkan segala usaha untuk kembali memulai dengan semangat baru.
38 The Messenger Linkin Park Lagu ini berkisah tentang melawan keputus-asaan dan menjadikan cinta dari orang-orang disekitar kita sebagai kekuatan untuk bangkit.

 

 

LAGU INDONESIA

NO JUDUL LAGU NAMA PENYANYI ARTI LAGU
1 Jangan Menyerah D’Massiv Lagu ini sangat menginspirasi setiap pendengarnya untuk melangkah dan mensyukuri apa yang diberikan oleh TUHAN, selalu bersabar dalam menjalani hidup ini dan lakukanlah hal yang terbaik
2 Aku Pasti Bisa Citra Scolastika Lagu ini dapat menimbulkan motivasi kepada diri sendiri untuk yakin dalam melakukan sesuatu bahwa kita bisa menghadapi segala sesuatunya.
3 Kemenangan Regina Lagu ini dapat memotivasi kita untuk terus berjuang dan berdoa untuk meraih suatu kemenangan.
4 Selamat Tinggal Masa Lalu Andra & The Backbone Lagu ini dapat membuat kita menyadari bahwa kegagalan tidak perlu disesali, melainkan mengambil pelajaran dari kegagalan itu.
5 Kepompong Sindentosca Lagu ini bertemakan tentang persahabatan, meskipun ada perbedaan satu sama lain, tetapi kita harus bisa memahami adanya perbedaan tersebut.
6 Hadapi Dunia Pee Wee Gaskins Lagu ini menceritakan bahwa bermimpilah dan wujudlkan mimpi tersebut menjadi nyata serta jangan pernah takut dalam menghadapi sesuatu.
7 Percayalah Last Child Lagu ini mempunyai arti bahwa meskipun kita dihadapi oleh sebuah ujian hidup , tetaplah berjuang dan jangan pernah menyerah. Dan tetaplah berdoa kepada Tuhan, karena Dia akan menunjukkan jalan.
8 Tetap Semangat Bondan Prakoso & Fade2Black Lagu ini memberi kita semangat saat kita mengerjakan tugas atau mengerjakan deadline sehingga membuat kita terpacu untuk bisa mengerjakan dengan cepat dan sesuai dengan yang kita inginkan
9 Hidup Berawal Dari Mimpi Bondan Prakoso & Fade2Black Lagu ini memiliki arti bahwa seberat apapun cobaan yang datang, jangan pernah menyerah.
10 Yaa Sudahlah Bondan Prakoso & Fade2Black Lagu ini dapat membuat kita menyadari bahwa kegagalan tidak perlu disesali, melainkan mengambil pelajaran dari kegagalan itu.
11 Waktu Bondan Prakoso & Fade2Black Lagu ini bertemakan bahwa raihlah mimpimu dan lakukan yang terbaik serta jangan pernah menyerah untuk meraihnya.
12 Kita Bisa Yovie and His Friends Lagu ini merupakan lagu yang memberi semangat kepada kita untuk dapat meraih cita-cita dan menjadi yang terdepan.
13 Hidup Adalah Perjuangan Dewa19 Lagu ini memiliki arti untuk tetap semangat dalam menjalani hidup
14 Santai Saja Saint Loco Lagu ini mempunyai inspirasi untuk bersabar dan menghadapi kenyataan yang ada, karena indah itu ada waktunya.
15 Meraih Mimpi J-Rocks Lagu ini memberikan kita tempat untuk bermimpi dan bersemangat
16 Bendera Cokelat Merupakan lagu yang menumbuhkan rasa nasionalisme
17 Laskar Pelangi Nidji Lagu ini bersifat riang, penuh rasa optimis, mengagungkan persahabatan, dan mampu menyulut semangat pantang menyerah.
18 Teruslah Bermimpi Ipang Lagu ini mengajak orang untuk berani bermimpi dan berjuang untuk membuat mimpi itu terwujud meskipun harus menghadapi suatu kendala.
19 Mars Slanker Slank Lagu ini menceritakan bahwa hidup di dunia harus bekerja keras , bukan tempatnya anak anak manja yag hanya merengek rengek saja
20 Buka Semangat Baru Ello, Ipang, Berry Saint Loco, Lala Memotivasi kita untuk membuka semangat yang baru
21 Jadilah Terang Glenn Fredly Lagu ini bertemakan tentang seseorang untuk tetap bersemangat melanjutkan kehidupan dengan menjadi terang dalam hidupnya. Lagu ini menginspirasi untuk berprestasi dalam tempat yang tepat, karena apabila kita berprestasi pada tempat yang penuh dengan orang yang berprestasi, maka kita akan tenggelam. Sebaliknya jika kita berprestasi pada tempat yang belum pernah terdapat orang yang berprestasi, maka kita akan terlihat paling terang diantara orang – orang yang lain.
22 Jalan Masih Panjang All Finalis Mild Live Wanted Lagu ini memberikan semangat untuk maju dari keterpurukan, melupakan masa lalu, dan membuat harapan yang lebih cerah.

 

Writen by : Kartika Noer Pratiwi

An Apology to Mother Earth (Permohonan Maaf Untuk Ibu Bumi)

An Apology to Mother Earth (Permohonan Maaf Untuk Ibu Bumi)

Hari Wanita Sedunia

 

Hari Wanita Sedunia

Hari Wanita Sedunia

CINTA UNTUK KELUARGA

Renungan Hari Keluarga (29 Juni) :

CINTA UNTUK KELUARGA

family“Seorang teman mencintai anda karena kecerdasan kekasih mencintai anda karena daya tarik, tetapi kecintaan keluarga anda adalah tanpa pamrih; anda dilahirkan di dalamnya dan dari darah dagingnya” (Andre Maurois)

“Melestarikan Nilai-nilai Keluarga” (To nurture family values) adalah salah 1 dari Nilai-nilai Summarecon.

Berikut ada 2 cerita tentang keluarga besar yang dapat menjadi renungan bagi kita tentang nilai-nilai keluarga :

SEBAB AKIBAT

Di suatu masa  ada sepasang suami istri yang hidup serumah dengan ayah sang suami yang sudah tua renta. Orang tua ini sangat rewel karena cepat tersinggung dan tak henti-hentinya mengeluh. Akhirnya suami istri itu merasa tak tahan lagi dan memutuskan untuk mengenyahkannya. Sang suami memasukkan orang tua itu ke dalam keranjang yang dipanggul di bahunya. Ketika ia sedang bersiap-siap meninggalkan rumah, anak laki-lakinya yang berusia 10 tahun muncul  dan bertanya, “Ayah, kakek hendak dibawa kemana?”

Sang Ayah menjawab bahwa ia bermaksud membawa kakek anak tersebut ke gunung agar ia bisa hidup sendiri. Anak itu terdiam. Tapi pada waktu ayahnya sudah berlalu, ia berteriak, “Ayah jangan lupa membawa pulang keranjangnya.”

Ayahnya merasa aneh, sehingga ia berhenti dan bertanya mengapa.

Anak itu menjawab, “Aku memerlukannya untuk membawa ayah nanti kalau ayah sudah tua.”

Tercengang dengan perkataan anaknya itu, orang itu segera menurunkan kembali ayahnya, dan sejak saat itu suami istri tersebut memperhatikan orangtuanya dengan penuh perhatian dan memenuhi semua kebutuhannya.

KEKUATAN CINTA

Dialkisahkan, seorang wanita cantik baru saja menikah dengan pria yang sangat dicintainya. Setelah menikah, wanita itu tinggal dengan ibu mertuanya. Ternyata, banyak ketidakcocokan di antara keduanya. Sang mertua selalu tidak berkenan dengan apa saja yang dilakukan  menantunya. Kritikan-kritikan tajam dan omelan selalu muncul dari mulut sang ibu mertua. Adu mulut pun terjadi hampir setiap hari. Parahnya, sang suami tidak bisa berbuat apa-apa atas sikap ibunya tersebut.

Sang menantu tak tahan lagi. Hatinya sakit sekali dan dipenuhi dengan rasa benci yang mendalam. Ia pun memutuskan untuk balas dendam. Lalu pergilah ia menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat. Sambil menagis, diceritakanlah semua kisah sedih dan sakit hati yang dideritanya selama ini. “Jadi, tolong Paman, beri saya bubuk racun yang ampuh untuk membalaskan dendam saya,” pinta wanita itu. Setelah berpikir sejenak, Paman penjual obat itu tersenyum bijak sambil mengangguk-angguk. “Paman akan berikan bubuk beracun, tetapi engkau harus sanggup memenuhi persyaratan yang Paman minta,” Kata si Paman. Wanita itu mengangguk setuju.

Si Paman kemudian memberikan sekantong bubuk ramuan. “Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan gunakan racun yang bereaksi cepat. Sebab, nanti orang-orang akan mencurigai kematiannya yang mendadak,” jelasnya. “Karena itu, Paman memberimu ramuan yang reaksinya lambat tapi pasti. Campurkan ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu. Dan ingat, masakan itu harus engkau sendiri yang memasaknya,” lanjut si Paman penjual obat.

Sebelum si wanita pulang, masih ditambahkan sejumlah pesan, “Supaya orang tidak mencurigaimu ketika mertuamu nanti meninggal, maka kamu harus selalu melayaninya dengan bersikap baik, menghormati dan tidak berdebat dengannya. Perlakukan mertuamu layaknya ibumu sendiri.”

Dengan perasaan lega dan senang, wanita itu menuruti  semua petunjuk si penjual obat. Setiap hari, sang ibu mertua dimanjakan dengan masakan-masakan yang enak dan dilayani dengan sangat baik serta penuh perhatian. Tidak terasa empat bulan berlalu dan perubahan besar pun terjadi. Melihat ketekunan, perlakuan, dan perhatian sang menantu, hati ibu mertua pun tersentuh. Keadaan berbalik, ia mulai menyayangi menantunya, bahkan memperlakukannya seperti anak sendiri. Makin hari, makin besar rasa sayangnya kepada si menantu. Di hadapan teman-temannya, ibu mertua mengatakan rasa syukur yang mendalam karena memiliki menantu yang sangat baik hati dan penyayang.

Demi melihat perubahan tersebut, si menantu buru-buru menemui paman penjual obat. “Tolong Paman, beri saya obat penawar racun. Setelah saya patuhi nasehat Paman, ibu mertua saya berubah menjadi sangat baik dan sangat menyayangi saya. Saya pun juga mulai menyayanginya. Saya tidak ingin ia mati oleh karena racun yang telah saya berikan,” pinta wanita itu.

Paman penjual obat tersenyum, “Anakku, jangan khawatir. Ramuan yang kuberikan dulu sebenarnya bukanlah racun, tetapi sejenis ramuan untuk meningkatkan kesehatan,” kata sang Paman. Wanita itu hanya bisa melongo. “Jadi, racun yang sesungguhnya itu ada di dalam pikiran dan sikapmu sendiri terhadap ibu mertuamu. Dan sekarang, semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan kepadanya.”

Cerita diatas mengajarkan kepada kita betapa luar biasanya kekuatan cinta dan kasih sayang. Kasih dan perhatian mendatangkan kepedulian, ketulusan, dan kerelaan untuk berkorban demi kebaikan. Kasih dan perhatian mampu melepaskan kita dari belenggu kesalahpahaman, meluluhkan ketidakpedulian, hati yang keras, dan pikiran yang penuh kebencian. Kasih dan perhatian itu, mendatangkan kedamaian dan melekatkan perbedaan menjadi suatu kedekatan yang menyenangkan. Jika setiap hari kita mau memberikan kasih dan perhatian kepada orang-orang di sekeliling kita, hidup pasti bahagia dan lebih bermakna.

KEBANGKITAN NASIONAL DIMULAI DARI “KEBANGKITAN “ DIRI KITA SENDIRI

Renungan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) :
KEBANGKITAN NASIONAL DIMULAI DARI “KEBANGKITAN “ DIRI KITA SENDIRI

Mau bantu memajukan negara kita tercinta?
Mulailah dengan “membantu” diri kita sendiri….

“First we create our beliefs, consciously or unconsciously, then our beliefs create us”
(Mula-mula kita harus membentuk keyakinan kita baik secara sadar maupun tidak sadar, selanjutnya keyakinan kitalah yang akan “membentuk nasib” kita).

Setiap orang ingin sukses, namun kesuksesan “seakan-akan” menjadi “hak eksklusif” segelintir orang saja. “Segelintir” orang tersebut disebut The Chosen Ones atau Yang Terpilih, sedangkan sebagian besar hidupnya biasa-biasa saja (mediocre),  menderita, dan merasa tersisihkan. Paradigma (cara pandang) seperti inilah yang dapat menghambat kita sendiri untuk sukses. Padahal kenyataannya, “Sukses adalah Hak setiap orang”. Maka, bila ingin sukses, kita perlu memeriksa apakah kepercayaan yang kita yakini mendukung atau justru menghambat keberhasilan.

Paradigma yang dipelihara harus bersifat konstruktif, karena jika tidak justru akan menjadi penjara mental yang membatasi hidup kita. Karena sebenarnya segala yang kita butuhkan untuk meraih keberhasilan sudah tersedia dalam diri kita.

Namun sebaik apa pun paradigma seseorang, seyakin apa pun ia akan sesuatu, ia tidak serta-merta akan selalu berhasil. Karena untuk sukses ternyata tidak hanya perlu positive thinking. Masih ada faktor lain yang harus diperhatikan, yakni ”Faktor X”, yaitu Tuhan Sang maha Pencipta..

Kesuksesan sendiri memiliki definisi yang berbeda-beda bagi setiap orang. Dan mayoritas mendefinisikan sukses dengan uang. Uang itu memang dibutuhkan, tetapi keberhasilan seseorang tidak dapat diukur hanya dengan uang. Indikator  yang akurat adalah tingkat kesejahteraan secara menyeluruh, lahir maupun batin.

Patut kita ingat bahwa konsep kesuksesan bukanlah membandingkan prestasi kita dengan orang lain, melainkan membandingkannya dengan pencapaian kita sebelumnya.

Sering kali kira melupakan kemenangan-kemenangan yang kita raih. Kita bahkan lebih sering memikirkan kegagalan dalam hidup ini. Kita menjadi manusia yang serba tidak puas dan sering melupakan kesuksesan yang pernah kita raih. Sekecil apapun kesuksesan yang kita raih, kita perlu merayakan dan menikmatinya karena akan memberikan semangat untuk terus mengejar impian dan cita-cita.

Kesuksesan adalah perjalanan, bukanlah tujuan akhir. Seorang juara sekalipun, harus memiliki sikap yang tidak cepat puas terhadap apa pun yang telah dicapainya. Ini bukan sikap yang negatif karena dengan demikian kita tetap mengoptimalkan pencapaian kesuksesan itu. Namun, di sisi lain, kita perlu bersyukur atas hasil yang telah kita capai selama ini karena apa yang telah kita capai adalah bukti komitmen kita terhadap impian kita.

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan ternyata orang yang sukses pada hari ini pada awalnya bukanlah siapa-siapa dan kesuksesan mereka tidak hanya karena kelebihan-kelebihan mereka tetapi juga karena kekurangan-kekurangan mereka. Kekurangan kita pun dapat kita jadikan kekuatan diri. Ingat,  sebagaimana di balik kesulitan pasti ada kemudahan, maka di balik kelemahan pasti ada potensi kekuatan. Di sinilah kita patut lebih mengenal dan memahami diri kita sendiri untuk mengoptimalkan potensi diri.

Ada 2 kata yang sangat menentukan “nasib” kita. Kesalahan memilih kata yang dijadikan pedoman hidup akan berunjung pada kehancuran. Sebaliknya, bila kita tepat memilih kata yang dijadikan sebagai pegangan hidup, maka perjalanan hidup kita akan dipenuhi prestasi dan kemuliaan hidup. Dua kata itu adalah To Be (menjadi) dan To Have (memiliki).

To be adalah keinginan kita untuk “menjadi apa”. Keinginan itu dikaitkan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan kelebihan yang kita miliki. Sedangkan To have adalah keinginan kita untuk “memiliki” sesuatu. Keinginan tersebut dikaitkan dengan proses meraih benda materi atau hasil akhir dari sebuah usaha, sebagai bentuk dorongan dari kesenangan duniawinya. Perbedaan to be dan to have terletak pada titik tujuan yang hendak dicapai. Bukan pada kata-kata.

Hidup adalah pilihan. Namun, kalau boleh memberi saran, jangan jadikan to have sebagai kendali hidup kita karena hal itu bisa menjerat hidup kita di kemudian hari karena keinginan kita tidak ada habisnya sehingga kita akan “kehabisan tenaga” dalam mengejar “fatamorgana hidup” itu.
Pilihlah to be sebagai kendali hidup kita, maka to have, keberkahan hidup, kedamaian hidup, dan kenikmatan hidup yang lain akan mengikuti kita di manapun dan kapanpun. Yakinlah. Keyakinan adalah sebuah kekuatan yang akan mendorong kita melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan kita.

Tidak ada “kegagalan” dalam mencapai sesuatu impian, yang ada hanyalah orang yang berhenti melakukannya. Oleh karena itulah, dia disebut gagal. Jadi janganlah berhenti sebelum impian Anda tercapai. Jadikan cita-cita dan tujuan hidup kita  itu sebagai “passion” yang akan senantiasa memompa semangat kita. Maka hidup kita yang singkat ini akan lebih bermakna, apalagi jika dapat memberi manfaat kepada orang-orang lain.

Mari kita mulai memahami diri sendiri dan makna hidup untuk bangkit mencapai cita-cita kita.

Selamat merayakan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei 1908 – 2011) sebagai momentum untuk membangkitkan potensi terbaik pada diri kita.

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna.      Let’s create a wonderful life and wonderful world…

Pedulikah Anda pada Bumi Kita

Wonderful Inspiration  (WIN)

 

Pedulikah Anda pada Bumi Kita ?

Sebuah Renungan pada Hari Bumi, 22 April 2011

 

Fakta tentang Bumi kita :

 

ý  Umur bumi diperkirakan 4,5 Milyar tahun

 

ý  Mempunyai massa seberat 59.760 miliar ton, dengan

luas permukaan 510 juta kilometer persegi

 

ý Mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer

 

ý  Bumi adalah “planet air” karena 70,8% permukaan

bumi diliputi air, sisanya 29,2% adalah daratan

 

ý Udara Bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen dan

1% uap air, karbondioksida dan gas lain

 

ý Titik tertinggi di permukaan bumi adalah  Gunung

Everest di Nepal setinggi 8.848 meter dan titik terdalam

adalah palung Mariana di samudra Pasifik dengan

kedalaman 10.924 meter

 

 

 

Pengantar :

Hari Bumi (Earth Day) yang dirayakan setiap 22 April bertujuan untuk membangkitkan kesadaran dan penghargaan terhadap lingkungan alam planet Bumi.

Peringatan hari ini semakin penting karena 2 hal, yaitu efek global warming yang menimbulkan perubahan iklim dan bencana alam yang makin dahsyat (gempa bumi, Tsunami, kekeringan, badai salju, dll) serta semakin parahnya kerusakan lingkungan akibat keserakahan manusia yang berakibat munculnya “bencana lingkungan” seperti banjir dan longsor.

Masyarakat Indonesia seharusnya yang paling sadar tentang hal ini, karena dengan lokasinya di garis Kathulistiwa dan bentuknya sebagai negara kepulauan (“yang dikepung lautan”), maka negara kita termasuk nantinya yang paling dulu terkena dampak “bumi semakin meleleh”, seperti kenaikan air laut (akibat mencairnya Kutub Utara dan Kutub Selatan) yang akan menenggelamkan banyak pulau kecil. Pegunungan Jayawijaya di Papua sebagai satu-satunya gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh “salju abadi”, tapi kini salju di beberapa puncak sudah hilang karena perubahan iklim.

Belum lagi kerusakan lingkungan di negara kita tergolong paling parah di dunia, seperti makin gundulnya hutan (deforestasi) di Indonesia akibat pembalakan liar yang tak terkontrol padahal dulunya negeri kita dijuluki “zambrud di katulistiwa” berkat hutannya yang hijau royo royo. Tapi kini kalau kita naik pesawat melintasi pulau Kalimantan, maka jika kita melihat ke bawah  akan terlihat jelas adanya “garis perbatasan buatan” antara Kalimantan-Malaysia (Serawak dan Sabah) yang ditandai masih hijaunya hutan rimbanya yang kontras jika memasuki wilayah Indonesia yang hutannya sudah gundul. Dari total luas hutan di Indonesia yang mencapai 180 juta hektar, lebih dari 20% telah dijarah total sehingga tidak memiliki tegakan pohon lagi. Laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record memberikan ‘gelar kehormatan’ bagi Indonesia sebagai negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia.

Kasus “lumpur panas” (hot mud) di Sidoarjo yang masih juga belum tertangani setelah 5 tahun makin mencoreng muka Indonesia sebagai “negeri perusak lingkungan”. Juga saksikan kehancuran yang dahsyat bagi alam Papua akibat pertambangan emas dan kerusakan lingkungan di berbagai tempat akibat penambangan pasir. Apakah kita yang tinggal di Ibukota lebih beruntung? Ternyata, tidak. Ingat saja banjir besar yang pernah melanda Jakarta.

Bukti sudah banyak dan di depan mata, masihkah kita tak mau peduli dan bertindak ??? Masihkah kita tega membuang sampah sembarangan – termasuk karcis tol — di jalanan dari mobil mewah kita?

Masihkah kita dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun tetap memakai kantung plastik dan styrofoam  ?

Masihkah membiarkan pemborosan listrik dan air ?

Semoga tulisan berikut ini dapat membawa “pencerahan” bagi kita untuk mulai insyaf dan secara bertahap melakukan berbagai hal-hal kecil yang  jika dilakukan kita bersama dapat turut menyelamatkan bumi sebagai “rumah kediaman kita bersama”.

 

AN APOLOGY TO MOTHER EARTH

Kulihat Ibu Bumi menangis,
Melihat perilaku penduduk Bumi dan mengadu :
“Mereka gunduli hutan perawanku dengan dalih membuka lapangan usaha”
“Mereka racuni udaraku dengan polusi pabrik dan transportasi”
“Mereka hancurkan kesuburan tanahku dengan menimbun sampah raksasa”
“Mereka nodai kesucian air sungai dan lautku dengan sampah dan limbah pabrik”

Kulihat Ibu Bumi berkata gusar,
“Kurindu perilaku mereka dulu yang menjaga harmoni dengan alamku”
“Kusesalkan nafsu serakah yang mereka namakan industri dan gaya hidup modern”
“Kupenuhi segala kebutuhan mereka dan kujadikan dunia ini sebagai hunian yang indah…. tapi inikah balasan mereka?”

Kulihat Ibu Bumi bergejolak marah,
“Sabar Kutunggu keinsyafan mereka, tapi justru perilaku mereka semakin menggila”
“Aku sudah cukup menderita, jadi Sekarang Kukatakan pada kalian, wahai Manusia :
“Karena kalian tidak pernah bersyukur dan selalu menganiayaku, maka kini seluruh alam semesta berteriak melawan : Kami bukan sahabatmu lagi! “
“Rasakan pembalasan kami akibat perilaku kalian”
“Rasakan dahsyatnya bencana alam yang menimpa kalian”
“Rasakan Kiamat Dunia yang sesungguhnya kalian ciptakan sendiri”

Kutakpernah melihat Ibu Bumi semarah itu, kubergidik ngeri melihatnya.
Tapi kulihat di sudut pelupuk matanya ada tetesan air mata
Kusaksikan secercah kasih sayang dalam Angkara Murkanya
Kudengar ia berkata lirih “Sesungguhnya masih kutunggu insyafnya anak-anak bumiku”

(*Pandji Kiansantang untuk Hari Lingkungan Sedunia, 5 Juni 2008)

 


Belajar dari Jepang

Wonderful Inspiration  (WIN)

Belajar dari Jepang

*Ringkasan dari Buku :

RAHASIA BISNIS ORANG JEPANG :

Langkah Raksasa Sang Nippon Menguasai Dunia

Ann Wan Seng (Terjemahan, Mizan, Bandung, 2007,301 halaman)

 

”Jika Bangsa Jepang mau belajar dari bangsa-bangsa lain, tak ada alasan bagi negara-negara lain untuk tidak belajar dari bangsa Jepang”

Pengantar :

Ibu Liliawati Rahardjo dalam acara Penghargaan Karyawan (12 April 2011) menghimbau karyawan untuk „Belajar dari bangsa Jepang“, khususnya dalam hal etika dan budi pekerti. Bangsa Jepang sangat teguh mengikuti ajaran Confucius : anak-anaknya telah diajarkan pendidikan budi pekerti sejak kecil.

 

Bu Tjipto mensharing pengalamannya sendiri ketika berkunjung ke negara „matahari terbit“ ini. Kita semua tahu bahwa tempat yang paling kotor dan jorok adalah WC Umum. Apalagi jika terletak di stasiun atau terminal bis (Bisa bayangkan sendiri kan pemandangan dan aromanya yang tak sedap? Kita masih ingat tahun lalu ada Kepala Stasiun di Jakarta yang dipecat karena „sidak“ Menteri Perhubungan mendapati WC stasiun tsb sangat kotor). Nah beda dengan pengalaman Bu Tjipto. Justru WC di stasiun bawah tanah (subway) di Jepang ternyata sangat bersih dan tidak berbau. Ini bukan semata-mata hasil kerja dari petugas kebersihan WC, tapi juga berkat peran para pemakai WC. Lho kok bisa?  Sedari kecil orang Jepang sudah dididik untuk setelah memakai WC agar langsung membersihkan tempat duduk WC dengan tissue..Mereka diajar untuk memikirkan orang yang akan memakai WC sesudah mereka. Betapa mereka memikirkan orang lain…

 

Pada 11 Maret 2011 Jepang – yang memang berada di wilayah rawan gempa seperti Indonesia (bahkan kata „Tsunami“ sendiri berasal dari Bahasa Jepang yang asal katanya berarti „gelombang pelabuhan“) – dilanda bencana gempa bumi berkekuatan 9.0 skala Richter yang diikuti gelombang Tsunami setinggi 38 meter. Lebih dari 13 ribu tewas, 14 ribu orang hilang, serta 125 ribu rumah hancur atau rusak  akibat bencana terburuk di Jepang pada abad ke-21 ini. Bangsa kita yang juga pernah beberapa kali dilanda Gempa Bumi dan Tsunami yang dahsyat dalam 10 tahun terakhir, tentunya dapat memahami tingkat penderitaan korban bencana di Jepang.

Banyak orang merasa optimis bahwa Jepang — sebagaimana mereka mampu bangkit setelah hancur akibat dijatuhkannya bom atom pada akhir Perang Dunia Kedua (1945) –- akan segera pulih dari bencana ini. Ini bukan semata karena mereka adalah negara maju. Negara maju seperti AS yang dilanda Topan Katrina (2005) saja sempat terjadi penjarahan dan kerusuhan oleh korban bencana. Jadi, jawabannya adalah karena sikap  perilaku bangsa Jepang. Yang terjadi di Jepang pasca-bencana sungguh mencengangkan dan bisa diteladani. Pemerintah memang memberikan bantuan pada korban bencana, tapi masyarakat mengambilnya secara tertib dan secukupnya karena solider dan memikirkan orang lain. Bahkan walau bantuan makanan yang dibagikan di supermarket secara gratis, para korban bencana yang mampu justru membayar apa yang mereka ambil.

Kedua contoh sikap bangsa Jepang, dalam keadaan normal (sikap menjaga kebersihan di WC umum) maupun dalam keadaan krisis (sikap korban bencana terhadap bantuan pemerintah) yang disampaikan Bu Tjipto, layak untuk kita teladani. Pesan moral dari kedua contoh ini adalah pentingnya etika, tidak egois  dan memikirkan kepentingan orang banyak.

 

Summarecon sendiri, sebenarnya sudah lebih dari 10 tahun kita meneladani kiat sukses bangsa Jepang, yaitu dengan mengadopsi „Kaizen“ sebagai „Perbaikan Berkelanjutan“ (Continuous Improvement) yang menjadikan salah satu Budaya Perusahaan. Bahkan pada tahun ini, untuk pertamakalinya diadakan kompetisi Continuous Improvement, yaitu „Summarecon Improvement Award’ (SIA)

 

Dengan semangat „belajar dari Jepang“ (tentunya dalam hal-hal yang positif), berikut ini kami sampaikan ringkasan buku „Rahasia Bisnis Orang Jepang : Langkah Raksasa Sang Nippon Menguasai Dunia“.  Buku ini  ditulis oleh penulis Malaysia dan menjadi best-seller di sana (Malaysia sendiri sudah lama menjadikan kiat sukses Jepang sebagai role-model).

Selamat menyimak…

 

Kebangkitan Jepang

Keberhasilan bangsa Jepang dalam bidang ekonomi sangat mengagumkan. Siapa sangka setelah mengalami kehancuran dahsyat dalam Perang Dunia II, Jepang mampu bangkit kembali dengan kekuatan yang luar biasa. Jepang muncul sebagai negara paling maju di wilayah Asia Timur. Hanya setelah dua dekade setelah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang berhasil menempatkan dirinya di kalangan Negara yang berpengaruh dalam perekonomian dunia. Negeri Matahari Terbit itu membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu membangun kembali perekonomian mereka yang hancur.dahuju Jepang tidak dikenal dan dipandang sebagai negara maju, tetapi sekarang, Negara itu menjadi contoh dan teladan negara–negara yang berpengaruh di dunia.

Awalnya, mutu produk Jepang dinilai paling rendah. Namun, sekarang produk Jepang dianggap sebagai produk terbaik dan berkualitas. Jepang telah diakui sebagai Negara termaju dan salah satu pengendali utama negara–negara industri. Ukuran kemajuan Jepang dapat diukur dari pendapatan per kapita dan tarf hidup rakyatnya yang menempati posisi kedua tertinggi di dunia. Pada pertengahan era 1990-an, Produk Nasional Bruto (PNB) Jepang mencapai US$ 37,5 miliar atau 337,5 triliun rupiah. Angka tersebut sekaligus menempatkan posisi Jepang di belakang Swiss yang berjumlah US$ 113,7 miliar merupakan yang tertinggi di dunia.

Selain memiliki simpanan khusus yang tinggi, Jepang juga tidak memiliki hutang luar negeri. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS), kedudukan ekonomi Jepang lebih kuat dan kokoh. Meskipun AS dikenal sebagai negara penguasa ekonomi di dunia, sebenarnya AS menanggung hutang luar negeriyang besar. Pengeluaran AS tidak hanya mengalami defisit yang besar, tetapi juga menghadapi masalah inflasi yang tinggi.

Berbeda dengan keadaan Jepang. Negara Jepang bukan hanya memiliki tingkat inflasi yang rendah, melinkan juga tingkat pengangguran yang rendah. Rakyat Jepang hidup mewah dan bersenang –senang dengan pendapatan rata – rata tahunan lebih dari empat puluh ribu dolar AS per tahun. Pelayanan pendidikan dan kesehatan di Jepang merupakan yang terbaik di dunia. Oleh karena itu semua penduduknya dapat membaca dan menulis.

 

Kemarin Jepang bangkit dari kerusakan akibat perang dan kehancuran perekonomian dianggap sebagai sebuah keajaiban. Meskipun demikian, keberhasilan yang dirasakan Jepang tidak dicapai dalam waktu singkat. Sebenarnya, tidak ada suatu keajaiban pun yang membantu perkembangan dan kemajuan perekonomian Jepang. Semua diperoleh dari hasil kerja dan usaha keras rakyat Jepang untuk memulihkan kembali harga diri bangsa dan negara yang telah tercemar. Segala kesenangan, kemewahan, dan kekayaan negara itu diperoleh dengan usaha yang tidak kenal lelah, disiplin ketat, dan semangat kerja keras yang diwarisi secara turun–menurun.

 

Bangsa Jepang memiliki semangat pantang menyerah. Mereka tidak takut dengan cobaan dan kesusahan. Mereka sanggup berhadapan dengan segala cobaan demi mencapai tujuannya. Mereka juga teguh menjaga harga diri dan kehormatan bangsa. Jika mengerjalan suatu pekerjaan, maka mereka melakukannya dengan sungguh– sungguh agar mendapatkan hasil yang terbaik. Bangsa Jepang sulit menerima kekalahan. Bagi mereka, kalah tidak berarti mati. Kekalahan dapat ditebus kembali dengan kemenangan dan keberhasilan dalam bidang lain. Jika kalah, maka mereka mau kalah dengan penuh harga diri. Meteka tidak mau dihina. Bagi mereka, lebih baik mati daripada menjadi bangsa yang dihina dan terhina.

Bangsa jepang lebih memilih mati dan bunuh diri daripada menanggung malu akibat kekalahan dan kegagalan. Zaman dahulu pahlawan Jepang yang dikenal dengan sebutan samurai akan melakukan harakiri atau bunuh diri dengan menusukkan pedang ke bagian perut jika kalah dalam pertarungan. Hal itu justru memperlihatkan usaha mereka menebus kembali harga diri yang hilang akibat kalah dalam pertarungan. Semangat samurai masih kuat tertanam dalam dalam sanubari bangsa Jepang. Namun, harakiri saat ini tidak lagi dilakukan. Semangat dan disiplin samurai tersebut sekarang digunakan bangsa Jepang untuk membangun kembali ekonomi yang runtuh pada pertengahan tahun 1940-an.

 

Untuk menjadi bangsa yang hebat dan dihormati, bangsa Jepang melalui berbagai pengalaman pahit dan berliku. Bangsa Jepang tidak pernah menyerah dengan segala kekurangan dan kelemahan pada diri mereka.

Meskipun sumber alamnya minimal, terancam gempa bumi, dan sering dilanda angin topan, mereka menggunakan potensi yang ada untuk membangun negara mereka agar sebanding dengan negara yang kaya sumber alam. Mereka pintar memanfaatkan dan memanipulasi segala sumber yang ada. Namun, mereka tidak boros. Semua sumber alam tersebut dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Mereka juga tidak suka membuang – buang waktu dan selalu tepat waktu.

 

Sikap itulah yang membantu Jepang bangkit dan mampu bersaing di pasar ekonomi bebas dan dunia perniagaan. Bangsa Jepang memaksimalkan apa yang mereka miliki karena pemukaan wilayah yang bergunung – gunung dan tidak bisa lebih banyak lagi mengeksploitasi hasil alam mereka.

Di Jepang, persaingan dalam penggunaan tanah untuk tempat tinggal dan pertanian sangat ketat. Akan tetapi, hal itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menjelajahi sumber – sumber baru di negara lain. Jepang juga memiliki sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas untuk membangun sektor industri dan mendirikan perusahaan – perusahaan industri. Faktor tersebut juga menjadikan Jepang sebagai perusahaan raksasa bertaraf multinasional, dan menjadi penuntun serta pemacu pada keberhasilan ekonominya.

 

KARAKTERISTIK BANGSA JEPANG (PADA UMUMNYA) :

J Salah satu keistimewaan Jepang adalah kemajuan tidak mengubah filosofi dan

budaya rakyatnya.

J     Orang Jepang berusaha menjadi nomor satu dalam semua bidang.

J     Kemampuan beradaptasi secara cepat dan berani mengubah sikap menjadikan bangsa Jepang lebih maju dan lebih mampu bersaing.

J     Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa yang pandai meniru. Mereka meniru dari Barat sebelum mereka dapat menghasilkan produk dan barang yang jauh lebih baik daripada yang ditirunya. Resep sukses mereka : ATM (Amati-Tiru-Modifikasi).

J     Bangsa Jepang terus melakukan penyelidikan (riset) untuk meningkatkan mutu produksi, sehingga produk mereka diakui sebagai yang terbaik di dunia.

J     Jepang mengeluarkan empat puluh lima persen anggaran belanjanya untuk membiayai penelitian dan pengembangan (R&D).

J Di Jepang, kebanyakan inovasi dihasilkan oleh tim pengelola dan pekerja

golongan menengah dalam organisasi atau perusahaan.

J     Bangsa Jepang melibatkan aspek emosi dan intuisi untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan selera pasar.

J     Kemauan bangsa Jepang untuk loyal dan mengabdi pada organisasinya (termasuk karyawan perusahaan) merupakan faktor kesuksesan negara itu menjadi penguasa besar dalam bidang ekonomi dan industri

J Kesetiaan pekerja Jepang pada organisasinya tidak berdasarkan gaji ataupun

hadiah, tetapi berdasarkan tanggung jawab dan rasa memiliki.

J     Karakter dan budaya kerja keras merupakan faktor penting keberhasilan bangsa Jepang dalam bidang ekonomi, industri, dan perdagangan.

J     Jabatan tinggi atau rendah tidak penting dalam etika serta pengelolaan kerja bangsa Jepang.

J     Bangsa Jepang dipandang tinggi dan disanjung karena kerajinannya.

J     Orang Jepang mau bekerja lembur, meskipun tidak dibayar.

J     Ukuran nilai dan status orang Jepang didasarkan pada disiplin kerja dan jumlah waktu yang dihabiskannya di tempat kerja.

J  Di Jepang, mereka yang pulang lebih dulu selalu diberi berbagai tanggapan

negatif.

J  Pekerja Jepang “Gila Kerja” bukan “Kerja Gila”

J     Kaizen adalah penerapan kualitas kerja yang menekankan pada tiga aspek utama, yaitu peningkatan kerja secara terus-menerus, dapat diukur, dan dilaksanakan secara bertahap.

J     Bagi perusahaan Jepang, pekerja adalah aset berharga

J     Organisasi dan perusahaan Jepang memiliki sikap mendengar pendapat dan menghormati pekerja termasuk dari level bawah.

J     Dimana saja mereka berada, bangsa Jepang mempertahankan identitas dan jati diri mereka (cinta tanah air dan bangga dengan ke-Jepang-annya)

J     Sifat patriotisme yang kuat menyebabkan bangsa Jepang lebih senang menggunakan barang produksinya sendiri daripada produksi negara lain.

J     Perusahaan Jepang juga meletakkan kepercayaan dan jaminan kualitas (Total Quality Management) sebagai aset terpenting pemasaran dan perdagangan.

J     Peningkatan taraf dan biaya hidup menyebabkan harga barang di Jepang sebagai yang termahal di Dunia.

J     Rakyat Jepang juga memiliki kecenderungan untuk menabung dan berbelanja tidak melebihi pendapatan mereka.

J     Bagi yang ingin meniru cara hidup orang Jepang, harus bisa berhemat.

J     Dalam sistem kepengelolaan Jepang, individu tidak penting jika dibandingkan dengan Tim.

J     Sikap kerja berkelompok sudah dimulai sejak masa kanak– kanak dan dilanjutkan ketika masuk bangku sekolah.

J     Penilaian keberhasilan seseorang dibuat berdasarkan sejauh mana ia dapat bekerja sama dengan rekan setimnya.

J     Jepang menjadikan kompetitor sebagai rekan bisnis utama.

J     Faktor pendorong kesuksesan Jepang adalah kemampuan rakyatnya menjadikan situasi yang merugikan menjadi situasi yang menguntungkan.

J     Jika ada negara yang ingin seperti Jepang, mereka juga harus memiliki pekerja yang mampu mengerjakan berbagai pekerjaan dalam waktu yang sama (multi-tasking).

 

SIKAP POSITIF ORANG JEPANG

J     Tidak mudah menyerah

J     Tidak takut pada cobaan dan kesusahan

J     Menjaga harga diri dan kehormatan bangsa

J     Melakukan pekerjaan dengan sungguh – sungguh

J     Kesungguhan

J     Disiplin

 

CARA HIDUP BANGSA JEPANG

J     Bergerak cepat

J     Berjalan cepat

J     Selalu mengejar waktu

J     Tidak membuang waktu

 

SIKAP YANG TAK DIMILIKI BANGSA JEPANG

J     Suka berutang

J     Pemborosan dan penyia – nyiaan waktu, tenaga, dan uang

J     Mengobrol pada waktu bekerja

 

BEBERAPA PRODUK BUATAN JEPANG YANG DIAKUI TERBAIK DI DUNIA :

J     Jam tangan

J     Kendaraan bermotor

J     Perangkat elektronik

J     Kapal

J     Tekstil

 

KEISTIMEWAAN PRODUK JEPANG

J     Bermutu

J     Mudah digunakan

J     Memiliki berbagai fungsi

RAHASIA SUKSES BISNIS JEPANG

J     Modal besar

J     Teknologi tinggi

J     Penggunaan buruh yang intensif

J     Penanaman modal yang hati – hati

 

KELEBIHAN MANAJEMEN JEPANG

J     Menitikberatkan kepada kepentingan setiap anggota

J     Senantiasa melakukan dialog

J     Tidak membuat keputusan secara sewenang – wenang.

J     Mendengarkan saran karyawan

J     Kaizen (Perbaikan berkelanjutan)

 

BUDAYA KERJA BANGSA JEPANG

J     Pencatatan waktu

J     Bekerja dalam tim

J     Senam sebelum kerja

J     Mempelajari cara kerja sebelum memulai kerja

 

KEUTAMAAN KAIZEN

J     Mewujudkan budaya kerja yang kuat

J     Menanamkan kesetiaan karyawan pada perusahaan

J     Mempererat kerja sama antara pihak Management dan Karyawan

J     Mengoptimalkan biaya dan waktu

J     Menciptakan prestasi dan motivasi kerja

 

ASPRK PEMASARAN JEPANG

J     Mengimpor buku – buku pemasaran dari Barat dan diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang.

J     Mengirim tim pengusaha Jepang ke Amerika.

J     Belajar dan menyesuaikan segala ilmu pemasaran.

 

KUNCI SUKSES JEPANG DALAM EKONOMI GLOBAL

J     Jumlah tabungan yang banyak

J     Tingkat permintaan dalam negara yang rendah

J     Jumlah ekspor melebihi impor

 

NILAI-NILAI DIDIKAN JEPANG

J     Kejujuran

J     Kebersihan

J     Kesempurnaan

 

KEUNIKAN BANGSA JEPANG

J     Memanfaatkan waktu dan tenaga untuk membangun ekonomi

J     Mempelajari kelebihan lawan

J     Menepikan persengketaan lama

J     Bersikap realistis

J     Memiliki semangat nasionalisme yang kuat

 

”Akibat kurang satu paku, tapal kuda terlepas

Akibat tapal kuda terlepas, seekor kuda tak bisa berlari

Akibat kurang satu kuda, satu pesan tak tersampaikan

Akibat satu pesan tak tersampaikan, kita jadi kalah perang”

(Peribahasa Jepang)

 

 

 

 

Ganbatte… Jia You… Semangat  !!!!

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create a wonderful life and wonderful world…

Jakarta, 16 April 2011

 

Pandji Kiansantang
PT. Summarecon Agung Tbk
pandji.kiansantang@summarecon.com

Tersenyumlah agar Anda dapat Menjadi Komunikator Ulung

Wonderful Inspiration  (WIN)

Tersenyumlah

agar Anda dapat Menjadi Komunikator Ulung

 

*Dikutip dari Buku :

PINTAR KOMUNIKASI LANCAR REJEKI

Endro Dwi Hatmanto

Transmadania, Yogyakarta, 2010

halaman  42-46

 

 

”Tersenyumlah satu sama lain, tersenyumlah kepada istri Anda, tersenyumlah kepada suami Anda, tersenyumlah kepada anak-anak Anda.

Tidak masalah kepada siapa Anda tersenyum karena senyuman akan menolong Anda untuk menumbuhkan cinta kepada sesama” (Bunda Theresa)

 

Pernahkan Anda mengukur kekuatan sebuah senyuman?

Bila Anda masih meragukan kekuatan senyuman, ikutilah kisah nyata yang diceritakan oleh Jack Canfield dalam buku ”Chicken Soup for the Soul” berikut ini :

Namanya Antonio de Saint-Exupery. Ia adalah seorang pilot pesawat perang Spanyol. Sebelum perang dunia II meletus, dia ikut berperang dalam perang sipil di Spanyol melawan penguasa fasis. Dia menulis sebuah kisah nyata tentang pengalamannya di medan laga.

 

Saint-Exuperi menceritakan bahwa suatu ketika dia ditangkap oleh musuhnya dan dimasukkan ke dalam jeruji penjara. Dia yakin bahwa dari perlakuan yang dia terima setiap harinya, dia akan dihukum mati tidak lama lagi. Inilah yang dia ceritakan.

 

”Saya yakin bahwa saya akan dibunuh oleh mereka. Saya menjadi sangat takut dan stres. Di tengah ketakutan yang luar biasa, tangan saya merogoh saku celana. Mungkin ada sebuah rokok yang akan mengurangi rasa ketakutan saya. Dan saya menemukannya. Sayapun mengambilnya. Dengan kesulitan karena gemetaran tangan saya memasukkan rokok itu ke dalam mulut saya. Tetapi saya tidak punya korek api. Sipir penjara itu telah mengambilnya”

 

”Saya menerawang melalui jeruji penjara. Sipir itu tidak menatap mata saya. Karena memang sebentar lagi saya akan mati, apa perlunya memandang mata seorang calon mayat. Saya memberanikan diri untuk memanggilnya, ”Apakah Bapak punya korek api?”. Dia memandang saya, mendekati saya dan menyalakan rokok saya dengan korek apinya”

 

”Ketika sipir itu semakin dekat, mata kami secara tidak sengaja bertatapan. Pada saat itu saya tersenyum. Saya tidak tahu mengapa saya tersenyum kepadanya. Mungkin karena saya sangat takut. Saya mengerti, sipir yang angker biasanya sulit untuk tersenyum. Namun pada saat itu saya melihat dia tersenyum kepada saya. Dalam kejadian sejenak itu, saya merasakan sebuah kilatan menghubungkan dua jiwa. Ya antara saya dan sipir penjara itu”

”Apakah kamu punya anak?”, katanya.

”Ya, ini, ini”. Dengan takut saya mengeluarkan foto keluarga saya. Saat itu juga, si sipir itu juga mengeluarkan foto keluarganya. Dia mulai bicara tentang rencana-rencana yang akan dilakukan untuk keluarganya. Tanpa terasa, air mata meleleh dari mata saya. Saya mengatakan bahwa saya takut sekali tidak dapat bertemu keluarga dan melihat anak-anak saya tumbuh karena sebentar lagi saya dihukum mati. Si sipir itupun melelehkan air mata”

 

”Tanpa berkata-kata, tiba-tiba sipir itu membuka pintu penjara dan mengeluarkan saya dari penjara. Dengan diam-diam dia menuntun saya menjauhi penjara itu lewat pintu belakang. Di perbatasan kota dia melepas saya tanpa sepatah katapun”

Berkat senyuman saya terbebas dari penjara”

 

Demikianlah, senyuman mengandung kekuatan yang sangat dahsyat dalam membangun hubungan antar manusia. Senyum dapat mencerahkan jiwa manusia. Senyum menjadi embun bagi jiwa-jiwa yang sedang gersang.

 

Senyum adalah karunia Tuhan yang sangat berharga. Betapa tidak, dengan senyum Anda dapat mengubah banyak hal buruk menjadi lebih baik. Dengan senyum, Anda dapat mengubah kesedihan menjadi kegembiraan, kebencian menjadi rindu, suasana beku menjadi cair.

Di perusahaan, senyum adalah senjata utama menuju pelayanan prima. Seorang resepsionis yang melayani dengan senyum yang akan membuat pelanggan betah dan nyaman. Yakinlah masyarakat yang memiliki tradisi senyum yang tinggi akan mengurangi perceraian dan kekerasan dibandingkan masyarakat yang tidak memiliki budaya senyum.

 

Krisis Senyum

Rupanya tidak semua orang menyadari arti pentingnya senyum. Saya senang memanfaatkan kesempatan untuk pergi ke stasiun, kantor pos, universitas, kantor kelurahan, kantor kecamatan dan pelayanan publik yang lain. Saya melihat, kualitas dan kuantitas senyum dari para petugas pelayanan di tempat-tempat tersebut sudah mengalami penurunan. Tak jarang dari mereka yang tidak tersenyum sama sekali. Saya pun menyimpulkan bahwa saat ini banyak organisasi dan perusahaan yang sedang menderita ”krisis senyum”.

 

Krisis senyum yang mendera seluruh aspek masyarakat kita : keluarga, rukun tetangga, rukun warga, sekolah dan partai politik akan membahayakan. Sendi-sendi perkawanan akan lepas. Kesopanan dalam berpolitik menjadi barang langka. Jegal menjegal dan saling menohok menjadi hal yang biasa.

 

Penyebab Krisis Senyum

Perubahan jabatan dalam organisasi acapkali menjadi penyebab menurunnya kuantitas senyum. Saya kerap menemui fakta ini dalam berbagai organisasi, termasuk perusahaan. Ketika seseorang dalam posisi sebagai staf biasa, ia sangat murah senyum. Namun ketika naik jabatan menjadi seorang manajer atau pimpinan, seseorang cenderung untuk bersikap jual mahal dalam memberikan senyuman. Saya tidak tahu alasannya. Namun dari informasi beberapa kolega yang sama temui, mahalnya senyuman sering dianggap sebagai alat untuk meningkatkan kewibawaan dan otoritas. Bahasa gaulnya ”jaim” (jaga image). Benarkah begitu?

 

Saya tidak yakin bahwa kewibawaan berasal dari mahalnya senyum. Ada banyak aspek yang membangun kewibawaan dan profesionalisme seorang pemimpin. Alangkah indahnya dan mengagumkan jika ada orang yang sukses meniti jabatan yang tinggi, namun semakin tinggi pula kuantitas dan kualitas senyumannya.

 

Ayo Senyumlah Komunikator yang Hebat

Jadi, salah satu cara untuk menjadi komunikator yang hebat adalah dengan menerapkan nasehat Ibu Teresa yang saya kutip di awal pembahasan ini.

Mulailah untuk memberikan senyum terindah kepada istri atau suami Anda, kepada staf Anda, kepada bos Anda, kepada teman Anda, kepada rekan kerja Anda, kepada tetangga Anda, kepada lawan politik Anda.

Ya berilah senyum terindah Anda kepada sesama mulai sekarang….

 

 

 

 

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create a wonderful life and wonderful world…

Jakarta, 15 April 2011

 

Pandji Kiansantang
PT. Summarecon Agung Tbk
pandji.kiansantang@summarecon.com

 

Kiat Menjadi Pribadi yang Disukai

Wonderful Inspiration  (WIN)

 

Kiat Menjadi Pribadi yang Disukai

 

from stranger

*Dikutip dari Buku :

FROM STRANGER TO SUCCESS

Rully Nasrullah,

Penerbit MASMedia Buana Pustaka, Bandung, 2008

Halaman 81-84

 

*Sharing bagi rekan-rekan Karyawan Baru Summarecon agar dapat mempermulus

proses penyesuaian dengan lingkungan baru..

Selamat “belajar” dan bekerja

 

Ada sepuluh kiat menjadi seorang pribadi yang disukai agar kemantapan Anda dalam memulai karier menjadi lebih mulus. Ya, kata kunci yang harus diperhatikan ketika berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga diri.

Untuk menjadi pribadi yang disukai, kita harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat. Selain itu, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1.  Berikan pujian

Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia terhadap penghargaan. Jika selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, maka Anda berada dalam posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar – lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu, pujilah dengan tulus.

2.  Buatlah orang lain merasa menjadi orang penting

Setiap orang  — siapaun dia dan apapun jabatannya, dari Direktur sampai Office Boy  – tidak ingin diremehkan dan diperlakukan secara tidak manusiawi. Apalagi Customer.  Berlakukalah seakan-akan di dada mereka ada tulisan ”Perlakukan saya sebagai Orang Penting”.

Tunjukan dengan sikap dan ucapan bahwa Anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, tepati janji, selalu datang on time sehingga tidak membiarkan orang lain menunggu terlalu lama (termasuk tidak datang terlambat dalam Rapat), dan berbesar hati untuk segera meminta  maaf bila salah.

Tersenyumlah dan ucapkan/balas salam bila berpapasan dengan karyawan lain. Ucapkan ”terima kasih” setiap Office Boy menyuguhkan minuman dan Petugas kebersihan membersihkan tempat kerja kita.

Bersikap hormatlah dengan karyawan-karyawan yang lebih lama masa kerjanya dan lebih tua usianya. Bersikap ramahlah dan bantulah karyawan baru sehingga mempermudah adaptasi mereka di lingkungan baru.

Jangan sekali-kali melecehkan karyawan lain, termasuk melakukan pelecehan sexual, baik dalam ucapan maupun tindakan.

Jadikan orang-orang yang Anda anggap sukses di kantor sebagai Mentor (Pembimbing) Anda dalam pengembangan diri.

3.  Jadilah pendengar yang baik

Kalau bicara itu ”perak” dan ”diam itu emas” (silence is golden), pendengar yang baik (good listener) lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan, dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta. Ini adalah cara yang paling efektif bagi anda untuk segera disukai orang lain dan memulai relasi yang baik. Bahkan ada buku yang menyatakan bahwa dengan cara inilah Anda dapat menciptakan kesan pertama yang baik (first impression) dalam pertemuan pertama dengan orang yang baru anda kenal.

4.  Usahakanlah untuk selalu menyebut nama orang dengan benar

Nama adalah milik yang berharga yang bersifat sangat pribadi. Biasanya, orang tidak suka bila namanya disebut atau ditulis secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menuliskan namanya dengan benar (terutama dengan nama-nama yang tidak biasa atau nama orang asing). Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William atau Wilhem? Orang juga senang jika kita menyebut namanya dalam berbicara. Ketika berbicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak terdengar daripada sekedar menyebut Bapak.

5.  Bersikaplah ramah

Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai, serta membuat orang merasa betah berada di dekat anda. Keramahan itu ”menular”, jika Anda ramah maka orang-orang lain di sekitar Anda pun akan cenderung ramah. Sebaliknya jika Anda jutek dan BT, merekapun akan demikian.

6.  Bermurah hatilah

  • Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi, dan tidak kekurangan karena berbagi. Seseorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik pada dirinya sendiri. Dengan demikian, kemurahan hati sangat baik buat Anda dan berguna bagi orang lain. Sudah menjadi hukum universal : ”The more we give, the more we get” (semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita akan menerima). Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan karunia yang akan kita terima.

Lihat saja orang-orang terkaya di dunia seperti Bill Gates, Warren Buffet dan Oprah Winfrey adalah juga filantropis (dermawan) yang patut diteladani. Setiap tahun sumbangan (charity) mereka makin besar dan makin mendunia, tapi (aneh tapi nyata) jumlah kekayaan mereka juga semakin meningkat.

 

 

7.  Hindari kebiasaan mengeritik dan  mencela

Tabiat manusia adalah mudah untuk mengeluh (complain) – tentang apa saja — dan mengkritik orang lain, tapi sebaliknya tidak suka jika dikritik. Seharusnya sebelum mengkritik kekurangan orang lain, lebih dulu kita harus mawas diri (introspeksi) terhadap kekurangan kita. Agar tidak seperti peribahasa ”Semut di seberang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata tidak terlihat”.

Umumnya, orang tidak suka bila kelemahannya diketahui orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke ”pusat harga diri” dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat, bisa jadi menyerang balik. Kalaupun harus menegur orang lain, sebaiknya jangan lakukan di depan orang lain, tapi lakukanlah secara 4 mata. Kritik itu tetap perlu untuk mengkoreksi tugas bawahan, tapi selalu pertimbangkanlah cara mengkritiknya sehingga ia tidak merasa kritik itu bersifat personal (pribadi), tapi memang obyektif dan bermaksud baik.

 

8.  Bersikap Asertif

Asertif (ketegasan) adalah : Berkata ”Ya” jika memang setuju dan berani berkata ”Tidak” jika memang tidak setuju.

Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata “Ya”, tetapi orang yang bisa berkata “Tidak” bila diperlukan. Sewaktu – waktu, bisa saja prinsip atau pendapat anda berseberangan dengan orang lain. Tidak harus selalu menyesuaikan diri atau justru memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Hal terpenting dari perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu dihargai dibandingkan sikap “yes man” . Dalam dunia manajemen dikenal istilah ”courageous follower” (bawahan pemberani), yaitu anak buah yang dengan niat baik berani  mengingatkan atasannya jika keputusan yang diambil keliru. atau mampu mengajukan saran-saran alternatif dalam pemecahan masalah (problem solving). Tipe karyawan seperti inilah yang merupakan asset berharga bagi atasannya.

 

9.  Perbuatlah apa yang ingin orang lain perbuat terhadap Anda.

Ada Golden rule (Kaidah emas kehidupan) : Perlakuan orang lain sebagaimana Anda ingin perlakukan oleh orang lain. Itulah yang harus dilakukan terlebih dahulu. Berinisiatiflah untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain. Bila ingin dipuji, pujilah orang lain lebih dulu. Jika ingin Atasan Anda bersikap baik pada Anda, bersikap baiklah terlebih dulu pada Atasan Anda. Jika Anda ingin dipahami dan dimengerti pasangan hidup atau kekasih Anda, pahami dulu sepenuhnya mereka (Prinsip ”Memahami dulu, baru dipahami” dalam 7 Kebiasaan Efektif dari Stephen Covey). Jika ingin menerima karunia dan rezeki dalam berbagai bentuk, berilah terlebih dahulu.

Sebaliknya juga berlaku kaidah : ”Jangan lakukan sesuatu pada orang lain, yang anda tidak ingin diperlakukan seperti itu”. Jika tidak suka dikritik, maka jangan mengkritik (”gigitlah bibir” Anda setiap Anda tergoda untuk mengkritik orang lain, khususnya orang-orang yang Anda kasihi, seperti Istri/Suami). Jika tidak mau dilecehkan, jangan melecehkan orang lain. Jika tidak mau dizhalimi, jangan menzhalimi (menganiaya) orang lain.

 

10.  Cintailah diri sendiri

Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukainya, dan melakukan apa pun yang terbaik untuk diri sendiri. Hal ini berbeda dari egois yang berarti mementingkan diri sendiri (selfish), egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri dan mengabaikan orang lain, ataupun Narsis yakni membanggakan diri secara berlebihan. Semakin menyukai diri sendiri, semakin mudah anda menyukai orang lain. Oleh karena itu, semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerja sama dengan mereka, serta menyukai mereka. Pada saat yang sama, tanpa disadari anda memancarkan pesona pribadi (bisa disebut kharisma atau inner beauty) yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.

Wujud mencintai diri sendiri adalah merawat tubuh dan pikiran, jasmani dan ruhani sebagai wujud rasa syukur kita pada karunia Tuhan, serta selalu berusaha mengembangkan diri.

Sikap-sikap lain yang perlu dilakukan :

Bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing”  (Kehidupan itu saja

adalah suatu hal yang agung) kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif

terkemuka. Jauhkanlah perasaan depresi dan sedih tanpa tujuan. Jalani setiap hari

dengan penuh syukur.

Belajarlah seakan – akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan – akan Anda

akan mati besok. Mahatma Gandhi pernah berkata demikian , “Live as if you were to

die tomorrow, learn as if you were to life forever.” Belajarlah terus, upgrade diri

terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.

● Belajar mencintai apa yang anda punya, bukan berangan–angan akan apa yang

Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata

kalau Anda menggunakan instrumen kasat mata saat ini juga.

● Telan kepahitan hidup dan bersiap – siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap

hari adalah hari baru. Bangunlah setiap pagi dengan bersemangat, dengan

prasangka yang baik  akan apa yang akan Anda alami hari itu.

 

 

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create a wonderful life and wonderful world…

Jakarta, 6 April 2011

 

Pandji Kiansantang
PT. Summarecon Agung Tbk
pandji.kiansantang@summarecon.com

Awal dan Akhir : Waktu ada Batasnya

Wonderful Inspiration  series

Awal dan Akhir : Waktu ada Batasnya

 

*Dikutip dari Buku :

Football Inspirations For Success : Meraih Sukses dengan Filosofi Sepakbola, Ahmad Su’udi, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka, 2010)

 

 

 

Setiap permainan dalam olahraga ada batasan waktunya, dalam sepakbola ada dua babak masing-masing 45 menit. Sebelum peluit panjang babak kedua dibunyikan mereka berupaya memaksimalkan segala potensi tim untuk memenangkan pertandingan. Pada laga final Liga Champions 1999 antara Manchester United (MU) dan Bayern Muenchen, Manchester United berhasil mengajar selisih gol dan malah berbalik unggul pada masa perpanjangan waktu sehingga berhasil membawa pulang Piala Champions dan membuat Bayern Muenchen menyesali keteledoran mereka pada masa injury time itu.

Setiap permainan harus selalu memanfaatkan waktu yang ada hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Sebelum waktunya habis, pemain tidak boleh lengah dengan kemenangan dan merasa sudah menang. Sebaliknya, pemain tidak boleh merasa kalah jika memang sudah tertinggal. Dalam sepak bola, setiap detik adalah waktu yang sangat berharga, apalagi selisih satu gol.

Dalam kehidupan nyata, setiap manusia sudah dipastikan mempunyai batasan umur. Kita tidak tahu pasti, kapan permainan kita di dunia akan berakhir. Sementara yang pasti, waktu setiap saat ada batasnya. Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, sebaiknya kita isi dengan ikhtiar (usaha) yang terbaik.

Waktu yang sudah berlalu tidak mungkin bisa kembali. Setiap manusia mempunyai kesempatan waktu yang sama dalam sehari yaitu 24 jam. Sungguh beruntung apabila kita bisa memanfaatkan waktu yang terbatas untuk aktivitas yang bermanfaat. Sungguh rugi apabila kita membuang-buang waktu dengan aktivitas sia-sia.

Imam Ghazali pernah bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang paling jauh?” Muridnya menjawab, “Pantai seberang lautan, matahari, dan bintang.” Imam Ghazali membenarkan semua jawaban muridnya, selanjutnya beliau menjawab, “Sesuatu yang paling jauh adalah waktu yang telah berlalu karena tidak mugkin kembali lagi.”

Orang yang sukses selalu mengoptimalkan waktunya demi menjalani proses demi proses menuju kesuksesan. Seorang pelajar selalu mengoptimalkan masa belajar dengan selalu belajar. Seorang karyawan selalu mengoptimalkan waktu demi menyelesaikan pekerjaannya. Seorang pedagang selalu berhitung dengan waktu untuk meraih keuntungan. Kita harus bisa memanfaatkan waktu demi kemaslahatan (kebaikan) kehidupan di dunia demi meraih kebahagiaan di akhirat, seperti firman Allah dalam Al Qur’an Surat Al-Ashr ayat 1-3 : “Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengejakan kebejikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Penyesalan memang selalu datang setelah kita menyia-nyiakan kesempatan. Penyerang menyesal karena timnya kalah karena dia teledor, tidak bisa mencetak gol. Pelajar menyesal tidak rajin belajar sehingga dia tidak lulus ujian. Pengusaha menyesal karena tidak bisa mengontrol karyawan dengan baik sehingga perusahaan rugi. Karyawan menyesal tidak bekerja dengan keras dan cerdas (hard work & smart work) sehingga karirnya mandeg.

Tuhan  telah mengingatkan kita dalam kitab-Nya, tentang penyesalan orang-orang yang kurang beramal baik selama hidup dunia. Jangan sampai kita menyesal, setelah umur kita habis dan pindah ke alam akhirat, baru kita minta kehidupan lagi untuk beramal.

“Sesungguhnya kematian terus mendekati kita dan dunia terus meninggalkan kita.

Jadilah kalian anak-anak akhirat dan janganlah kalian menjadi anak-anak dunia.

Sesungguhnya hari ini adalah untuk beramal dan tidak ada hisab (perhitungan amal)

Hari  esok (akhirat) adalah hisab dan tidak ada lagi waktu untuk beramal.”

— Ali Bin Abi Thalib

In loving memory to our friend….

Dalam rangka mengenang teman kami yang baru saja ”berpulang”, Maria Immaculata Hendaryani (13 Mei 1971 – 28 Juni 2010) yang telah berkontribusi di Summarecon selama 15 tahun sejak 1 Mei 1995

Selamat jalan mbak Imma. Kehidupanmu menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi kita semua yang kau tinggalkan, untuk dapat lebih menghargai dan memberi makna bagi hidup yang singkat ini..

“Hidup bagai berjalan di waktu tidur, kematian adalah pulang ke rumah”
Life is a dream walking, death is going home.
“Huo zhe shi meng, si wang shi hui gui
(Peribahasa Cina)

 

 

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create a wonderful life and wonderful world…

 

Jakarta, 29 Juni 2010

PANDJI KIANSANTANG

SISI LAIN DUNIA SEPAKBOLA

Menyambut dimulainya pesta olahraga terbesar di dunia, FIFA World Cup 2010 pada 11 Juni 2010

bola

Ulasan sepakbola dari sudutpandang olahraga yang ditulis oleh pengamat sepakbola, sudah menjadi sajian sehari-hari di media massa, apalagi menjelang hari-hari dimulainya Piala Dunia di Afrika Selatan.

Kali ini kita akan memandang sepakbola dari “sudutpandang yang berbeda”, yaitu dari perspektif Hubungan Internasional (tepatnya, Globalisasi) melalui kajian seorang ahli politik dari Amerika Serikat – satu dari sedikit negara di dunia yang masyarakatnya “kurang menyukai” sepakbola.

Jika seluruh dunia menyebut sepakbola sebagai “Football”, maka bangsa Amerika bersikap “nyeleneh” dengan menyebutnya  sebagai “soccer” karena bagi mereka “football” adalah sebutan bagi “olahraga tangan” favorit mereka,  yaitu “American Rugby”. Mayoritas bangsa Amerika memandang Sepakbola sebagai “olahraga wanita dan anak-anak” – alias bukan “olahraga macho”. Mereka juga menganggap sepakbola kurang mengasyikkan karena “minim skor” (mereka tidak suka dengan hasil imbang (Draw) dalam sepakbola karena mereka ingin selalu ada pemenang dalam setiap pertandingan. Yang paling mereka benci adalah  skor imbang tanpa gol, 0-0 alias score-less setelah menonton selama 1 ½ jam)  dibandingkan dengan  3 sport terfavorit mereka, yaitu “Football” (American Rugby), Baseball, dan Basketball  (skor lebih dari seratus adalah hal biasa dalam pertandingan NBA : “I love this game” : bagi mereka, semakin banyak skor dihasilkan, semakin asyik menontonnya).

Mari kita luaskan wawasan kita dengan melihat dari sudutpandang yang berbeda…

*Dikutip dari Buku :

Memahami Dunia Lewat Sepak Bola :

Kajian tak lazim tentang sosial-politik globalisasi (How Soccer Explains the World: The Unlikely Theory of Globalization), Franklin Foer, (PT. Cipta Lintas Wacana: 2006).

SEPAKBOLA DAN HOOLIGAN SENTIMENTIL

…. Lebih dari club manapun di dunia ini, Chelsea {Juara Liga Primer Inggris sekaligus Piala FA pada 2010}          yang paling banyak berubah akibat globalisasi      dan gentrifikasi. Gentrifikasi adalah peningkatan status kelas pekerja urban akibat munculnya kompleks-

Kompleks perumahan yang lebih mapan. Chelsea beralih dari klub yang paling diidentikkan dengan hooliganisme tahun ’80-an menjadi klub yang paling diidentikkan dengan kosmopolitanisme pada tahun ’90-an. Pengembangan real estat Stamford Bridge hanyalah secuil kecil hal ini.

Gentrifikasi {peningkatan status sosial} juga terlihat di lapangan. Chelsea mempekerjakan sederet begawan {maestro} sepakbola Italia dan Belanda untuk melatih timnya. Pengaruh asing merekapun membekas dengan jelas. Di bawah asuhan mereka, Chelsea termasyhur karena menjadi klub pertama

di Inggris yang menurunkan skuadron tanding {starting eleven} tanpa orang Inggris        satu pun. Kecenderungan kosmopolit mereka pun makin menjadi-jadi dengan datangnya sekapal penuh investasi asing. Maskapai penerbangan Timur Tengah Air Emirates mulai

beriklan di seragam kesebelasan. Pada tahun 2003, orang terkaya kedua di Rusia, juragan minyak Yahudi terkemuka Roman Abramovich membeli saham mayoritas Chelsea dan mulai mengucurkan hartanya untuk membangun tim berkaliber juara

Bagi kebanyakan fans tradisional Chelsea, kemajuan-kemajuan ini rasanya seperti pukulan telak pada basis kelas buruh mereka. Seoalah-olah tim rela melupakan para penggemarnya yang paling setia demi kerjasama-

kerjasama sesaat yang murahan dan cuma didorong oleh tren ini. Di antara banyak perubahan tersebut, ada sebuah momen yang paling menyakitkan. Tahun 1983, pimpinan Chelsea Ken Bates mengusulkan untuk memagari fans dengan pagar listrik 12 volt yang akan menyengat mereka jika berusaha kabur dari kandangnya. “Mereka perlakukan kami sama buruknya seperti binatang,” ungkap Alan. Hanya campur tangan pemerintah daerah yang bisa mencegah rencana ini diterapkan. Tetapi bencana kehumasan terjadi sudah.

Sampai tahun 1990-an, banyak elit sosial Inggris yang memandang sepak bola dengan angkuh dan menghina. Sebelum Rupert Murdoch mencoba menguasai Manchester United (MU), koran Sunday Times miliknya menjuluki sepakbola sebagai “olahraga kampung yang dimainkan oleh orang-orang kampung.” PM Inggris Margaret Thatcher,  yang menyebut diri penyokong utama nilai-nilai kepribadian kelas menengah, memamerkan keangkuhan yang sama seperti lainnya. Teman baik Wanita Besi itu, Kenneth Clark, menuturkan bahwa ia “menganggap suporter sepak bola sebagai musuh dalam selimut.” Hampir sepanjang masa jabatannya, dengan lantang ia menyuarakan tekadnya untuk memerangi hooliganisme.

Dan pada 1989, pemerintahannya mendapat dalih ideal untuk bertindak. Di Stadion Hillsborough, Sheffield,    95  orang    penggemar      yang menyaksikan Liverpool bertanding melawan

Nottingham Forest, tewas sesak nafas terjepit pagar pembatas karena teras yang menampung mereka terlalu penuh dijejali. Merespon kematian massal ini, komisi pemerintah mengharuskan stadion mengubah teras penonton berdiri {seperti “klas festival” dalam pementasan musik} menjadi deretan tempat duduk yang sepantasnya, seperti yang

bisa Anda temui di bioskop. .

Memantau stadion akhirnya menjadi perkara serius, dengan kamera-kamera video yang mendokumentasikan setiap perkelahian dan nyanyian.

SEPAKBOLA DAN KORUPSI DI DUNIA KETIGA

Manakala gol dicetak di stadion São Januário, Rio – Brazil, para pemain seperti melihat penampakan kisah penyaliban. Kurang dari 20 meter belakang gawang, sebuah salib kayu warna gelap menyembul dari kaca patri Kapel Bunda Kemenangan, sebuah kapel modernis yang dibangun pada pertengahan abad ke-20. Beberapa meter ke kiri garis tendangan pojok, terdapat taman kecil dengan undakan yang memajang patung-patung semen mini bergambar Maria dan orang-orang kudus lainnya. Sesuai dengan harapan dunia, memang beginilah cara sepak bola dimainkan di Brazil, kawah candradimuka peradaban sepak bola transendental  {spiritual}.

Orang-orang Amerika menyebut tim olahraga mereka “franchises” (waralaba). Orang Brasil tidak akan bisa menerima istilah itu. Terlalu banyak kesan komersial yang terkait dengan jaringan McDonald’s dan usaha binatu (laundry). Alih-alih, orang Brasil menyebut timnya “klub”, karena kebanyakan memang berupa klub. Ada kolam renangnya, restoran, lapangan tenis, kebun-kebun penuh pohon palem, dan orang-orang yang membayar untuk jadi anggotanya—tempat kelas menengah menghabiskan waktunya di malam Minggu. Walaupun klub menggaji para pemainnya, mereka tetap mempertahankan statusnya sebagai badan usaha nirlaba (non-profit) amatir. Artinya, keuangan mereka tidak terbuka untuk diaudit publik. Para eksekutifnya tidak punya akuntabilitas hukum. Pendek kata, tatanan manajemen mereka menjadi tempat perlindungan yang sempurna bagi para garong.

Garong-garong ini begitu berakar dalam persepakbolaan Brasil sampai setiap orang menyebutnya dengan julukan mereka, cartolas (atau harafiahnya: kaum topi tinggi). Sebagai bagian dari struktur amatir sepak bola Brasil, cartolas tidak menerima gaji. Mereka semestinya bekerja untuk klub atas dasar kecintaan. Bagaimanapun juga, dalam praktiknya cartolas mengganjar kerja sukarela mereka ini dengan memakai keuangan tim. João Havelange, mantan presiden legendaris Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) dan mantan pimpinan FIFA, pernah berkata, “Saya tidak digaji, hanya dibiayai secukupnya untuk bisa terus.”

Seperti kisah lainnya tentang persepakbolaan Brasil, wajar bila kisah ini juga dimulai dari “sang raja”, atau yang saya maksud sebagai Edson Arantes do Nascimento, atau

yang saya maksud tentunya sebagai Pelé. Pelé adalah tempat yang lumrah untuk memulai kisah ini sebab dialah tokoh utama globalisasi sepak bola Brasil, yang membebaskannya dari aturan kotor cartolas. Dia juga awal yang baik untuk kisah ini karena riwayat hidupnya adalah sejarah perekonomian Brasil

Bermula tahun 1940 di kota miskin bernama Tres Coracoes, bentangan sebelah barat Rio de Janeiro. Dengan perawakannya yang ramping (60 kg di awal karirnya), tubuh Edson Arantes lebih cocok untuk menyemir sepatu atau menjual kembali tembakau pungutan dari puntung-puntung rokok, yang memang merupakan pekerjaan pertamanya. Namun ayahnya, Dondinho, adalah seorang ambisius yang

bercita-cita menjadi besar di dunia sepak bola dan naik dalam mobilitas sosial. Namun cita-citanya kandas saat ligamen lutut kanannya sobek dalam pertandingan profesionalnya yang pertama dan satu-satunya. Dari awal jelas terlihat bahwa Dondinho mempunyai sasaran yang hendak dituju dan ditekankannya. Walau memiliki keterbatasan fisik, Pelé punya kemampuan ajaib untuk melesakkan bola dari sudut yang paling muskil sekalipun.

Gayanya saat menggocek bola terlihat seolah sedang membelai alih-alih menggiringnya. Sungguh penuh karisma. Kebetulan karena kawan setimnya cedera, pada umur 16 tahun dia mulai bergabung dengan klub terpandang Santos Football Club di kota pelabuhan kopi

yang ramai di Brasil. Pada 1958 saat berumur 17 tahun, dengan tendangan melewati kepala kiper Swedia Anders Svensson, Pelé merebut Piala Dunia pertamanya

Setelah “gantung sepatu”, Pele masuk dunia swasta di salah satu negara terkorup di Amerika Selatan, Brasil. Bagi para aktivis anti korupsi, kelihatannya “sang juru selamat” telah tiba. Dalam bayangan mereka, karena kekayaannya yang tak terbayangkan, Pelé bisa berbicara blak-blakan di hadapan kekuasaan. Lagipula Pelé telah menjadi maskot perusahaan

dengan moral.   Ia menolak main dalam iklan rokok dan minuman beralkohol. “Saya hanya memasang nama untuk hal-hal yang saya percayai,” katanya pada wartawan. Berpikiran luas sudah menjadi bagian dari karisma Pelé. Waktu ia mencetak gol keseribu di stadion Maracanã pada tahu 1969, wartawan mengejarnya untuk meminta pendapatnya. Ia berseru, “Ingatlah anak-anak itu, jangan pernah sekalipun melupakan anak-anak miskin Brasil.”

Terbang ke Rio de Janeiro, memandang ke arah barat dari patung Yesus di puncak bukit yang menaungi seluruh kota, Anda bisa melihat bangunan paling terkenal di Brasil : stadion Maracanã.

Bila kita dari jalanan menatap fondasi lingkaran bajanya, Maracanã tidak terlihat mampu menampung 200.000 orang—jumlah yang sebenarnya terjadi di final Piala Dunia 1950, hadirin terbanyak yang pernah ada untuk sebuah pertandingan bola. Ia bahkan tidak menjulang tinggi melampaui lingkungan kelas menengah di sekitarnya. Namun dari udara, terasa sekali kebesaran stadion Maracanã. Stadion itu seperti lubang raksasa di permukaan tanah, yang punya pojok-pojok tiada habisnya tempat para penonton bisa dijejalkan. Mengitari lapangan, terpisah oleh parit yang dalam, lajur dudukan beton mampu mengakomodir 40.000 fans tambahan di samping deretan tempat duduk resmi di atasnya.

Maracanã, ibaratnya katedral, penuh dengan kenangan akan pahlawan, martir, dan santo pelindungnya : Pelé. Di sinilah Pelé mencetak gol keseribunya tanggal 19 November 1969.

Di sini jugalah pada tahun 1961 Pelé mencetak “gol terindah yang pernah ada” sebagai mana tertulis pada plakat di pintu masuk stadion. Mengambil bola di depan kiper setimnya, ia melintas menerjang lapangan. Tanpa mengoper, tetapi banyak melakukan gerak tipu seolah-olah hendak mengoper, ia lewati enam pemain belakang lawan. Bola tidak pernah meninggalkan kakinya sampai akhirnya ia sarangkan ke gawang. Seperti kebanyakan aksi-aksi terbaik Pelé–kala ia menggiring bola dua putaran mengitari kiper Senegal, kala ia menjebolkan delapan gol ke gawang klub unggulan Rio dalam satu pertandingan saja – peristiwa ini tidak terekam dalam rekaman TV, hanya dalam kisah-kisah rakyat dan kenangan yang kian memudar.

SEPAKBOLA & LAHIRNYA KELAS OLIGARKI BARU

Ketenaran Pierluigi Collina menyangkal semua kaidah umum mengenai bintang olahraga yang jadi selebritis. Tongkrongannya seram: kepala plontos, tubuh ringkih kurus, mata mendelik seperti akan mau copot dari lubangnya. Kecepatan larinya juga seperti burung unta.

Namun ada yang lebih aneh lagi soal ketenarannya : ia bukan pemain melainkan wasit.

Sejujurnya ia bukan sekadar birokrat penegak aturan. Dengan suara bulat Collina dianggap sebagai wasit paling ulung di bidangnya. Memadukan sikap keras kepala dan diplomasi yang sensitif, ia pernah memimpin banyak final Piala Dunia, serta pertandingan-pertandingan panas.

seperti pertandingan Argentina lawan Inggris yang bak Perang Falkland. Ketenarannya begitu rupa sekarang sampai ia tampil di iklan Adidas berdampingan dengan David Beckham, Zinedine Zidane, dan jagoan-jagoan bola lainnya. Halaman dobel majalah GQ, serta artikel tak terbilang banyaknya pada pelbagai majalah, menggambarkannya sedang berada di vila yang terawat apik, bersenda gurau dengan anjing piaraannya

Tidak hanya di Amerika, tapi di negara manapun, puja-puji ini bisa nampak begitu ganjil. Tapi orang Italia memang mengangkat wasit ke status selebriti. Rekan-reka Collina malah ada yang mencalonkan diri masuk parlemen. Ada pula yang setelah pensiun meniti karir nyaman sebagai komentator televisi. Wasit bisa mencapai tarif ketenaran macam ini karena    media massa  Italia mencurahkan   begitu banyak

perhatian seteliti-telitinya atas setiap kartu kuning yang diberikan dan setiap jegalan yang diabaikan. Koran-koran memakai sistem peringkat (rating) dengan tanda bintang untuk menilai kerja wasit, seperti menilai film atau restoran. Mereka secara reguler menerbitkan analisa statistik – hingga dua angka di belakang koma–yang mencoba menguak bias sang wasit. Acara televisi dengan pemirsa membludak, I1 Processo (atau “pengadilan”) mengumpulkan satu dewan juri yang terdiri dari para jurnalis dan pensiunan pemain untuk membedah secara mendetail keputusan-keputusan kontroversional. Dalam mewasiti para wasit, anggota dewan juri ini mengandalkan pelbagai macam piranti teknologi. Gerak super lambat rekaman video bisa menunjukkan bahwa seorang pemain sebenarnya tidak offside dengan selisih hanya 16 sentimeter. Ibarat film seni karya Cindy Sherman, I1 Processo tak habis-habisnya mengulang-ulang rekaman tentang para pemain yang terjatuh, agar juri bisa dengan pasti memutuskan apakah ia cuma pura-pura roboh (diving).

Untuk memahami pentingnya wasit dalam dalam sepak bola Italia, kita perlu tahu sepatah dua patah kata tentang paradoks sepak bola Italia itu sendiri. Seperti yang semua orang ketahui, pria Italia adalah contoh pria paling pesolek di planet ini. Mereka melumurkan produk perawatan rambut dalam jumlah substansial dan mencurahkan banyak tenaga batinnya untuk mematut-matutkan warna kaos kaki dan ikat pinggang. Akibat sifat pesolek pria Italialah, dunia jadi mengenal Vespa, Prada, dan Renzo Piano. Dengan pengabdian yang begitu tinggi atas kenikmatan estetis, sungguh mengherankan bahwa sifat ini justru absen dari gaya nasional persepakbolaan mereka.

Bermula pada tahun 1960-an, orang Italia mulai mempraktikkan strategi defensif bernama catenaccio, atau dikenal sebagai “pertahanan gerendel”. Formasi ini menambahkan pertahanan ekstra, seorang penyapu, yang menghidupkan lini belakang yang sudah begitu kuat dengan pola satu lawan satu. Ofensif tidak banyak diberi perhatian

dalam struktur ini. Gol tercetak oleh serangan balik, dengan bola yang langsung dioperkan melintasi lapangan dalam sekejap. Dengan begini, gol menjadi sangat jarang, biasanya hanya sekali atau dua kali dalam satu pertandingan. Karena peluang mencetak gol begitu sedikit, dan marjin kesalahannya juga begitu tipis, pemain pun harus berbuat apa saja untuk mengungguli lawan. Termasuk dengan seruan mamma mia sambil kedua tangan memohon-mohon penuh harap pada wasit. Inilah klise terhebat dalam sepak bola Italia.

Sekalipun gaya kuno catenaccio telah banyak dirombak dalam beberapa tahun belakangan untuk memberi lebih banyak ruang pada ofensif, toh peninggalan sistem tersebut masih tersisa. Protes dan kelihaian berpura-pura masih terus dipakai untuk merebut keuntungan telak dalam pertandingan. Pemain tergeletak roboh dengan harapan bisa memberdaya wasit agar memberinya tendangan penalti. Setiap keputusan wasit langsung didebat, dengan memperhitungkan bahwa bila mereka berhasil menanamkan cukup kesangsian, mereka bisa memperoleh kompensasinya nanti dalam pertandingan. Tiap kali kecolongan gol, barisan pertahanan protes dengan mengangkat tangan, seolah-olah sikap itu bisa membuat hakim garis ikut mengangkat bendera offside.

SEPAKBOLA & PESONA NASIONALISME BORJUIS

Motto kesebelasan Barcelona adalah “mas que un club” (more than a club), lebih dari sekadar klub. Saya setuju : ini bukan sekadar klub; ini “salah satu rahmat terbesar Tuhan untuk mengisi waktu luang”. Saya tulis kalimat terakhir ini sembari mengenakan topi Barca dan tiruan seragam mereka yang saya beli sepuluh tahun lalu dan sudah

robek-robek. Di hari ini juga, saya pura-pura menuliskan bab ini sambil terus mengecek lewat internet perkembangan Barca melawan Newcastle United di Liga Champions. Malamnya saya bermimpi soal operan panjang Xavi yang akan disongsong oleh Javier Saviola sesudah si lelaki bertubuh pendek itu dengan ajaib melintasi lapangan rumput yang sedemikian panjangnya. Sekalipun hukum-hukum realitas diabaikan, masih butuh imajinasi yang sangat besar untuk membayangkan saya ada di lapangan bersama Saviola.

Toh saya tetap membayangkan diri saya ada dalam adegan itu, di deretan bangku bawah stadion Camp Nou milik Barca. Bersama seisi stadion saya nyanyikan nama Saviola ibarat koor Gregorian, tiap silabelnya dilebih-lebihkan untuk memperoleh efek gaung yang maksimal. Orang di sebelah saya mengibar-ngibarkan bendera Katalunya selebar tiga meter di atas kepala.

Barca menjadi tim favorit saya saat saya bertandang ke kota itu pada musim dingin 1994. Kunjungan saya bertepatan dengan pembukaan gratis tahunan museum Barca–museum yang paling banyak   dikunjungi di kota itu,    bahkan    melebihi

museum Picasso. Karena bebas biaya masuk, antrian pun berderet memanjang sampai melintasi halaman parkir stadion. Bocah-bocah 8 tahun ditemani ibunya, pria-pria beruban datang mengunjungi teman-teman lamanya dalam ingatan kemenangan, dan cewek-cewek ABG datang untuk menyegarkan pengetahuan mereka tentang sejarah tim. Antusiasme transendental demi artefak-artefak dan foto-foto kuno ini membuat saya terharu. Saya merasa ibarat seorang tak beragama yang menyaksikan ziarah religius. Dan dalamnya iman mereka membuat saya jadi “mualaf” (orang yang baru pindah agama). Barca dengan elegan mengisi kekosongan tersebut. Sepanjang sejarahnya, tim ini dengan sadar diri memamerkan kecanggihan seleranya. Museum Barca mengoleksi lukisan-lukisan Salvador Dali dan Joan Miró. Di luar gerbangnya terdapat patung-patung modern, mulai patung minimalis karya Donald Judd sampai neo-futuris. Yang merancang bubungan stadion lamanya adalah murid arsitek kenamaan Le Corbusier

Saya pernah mendengar sebuah teori – meski belum bisa mengkonfirmasi kebenarannya – bahwa Barca sengaja memilih warna seragam merah-birunya        (blaugrana) dari triwarna Revolusi Perancis. Andaipun secara fakta cerita ini tidak benar, toh tetap ada kebenaran rohani yang dikandungnya. Jelas, estetika modern tim ini berasal dari aliran politik kiri yang dianutnya. Pada puncak kejayaan anarkisme tahun 1930-an, Barca menjadi sebuah kolektif buruh. Dan warisan ini masih berlanjut hingga sekarang. Yang memilih manajemen klub masih tetap penggemarnya yang membeli tiket selama musim pertandingan. Perdebatannya disiarkan di televisi dan kandidat-kandidatnya melontarkan janji kampanye yang muluk-muluk untuk memborong pemain-pemain    mahabintang.

Lebih dari itu, secara kelembagaan Barca adalah pusat perlawanan heroik melawan kediktatoran militer Franco. Hanya stadion Camp Nou-lah yang memberi warga Katalunya tempat untuk menjerit dan berteriak-teriak mencaci maki rezim penguasa dalam bahasa asli mereka (Catalan) yang dilarang.*

*Catatan : Catalunia adalah wilayah otonom yang beribukota Barcelona di Spanyol timur yang berrbatasan dengan Perancis. Perbedaan bahasa (Catalan) dan orientasi politik di masa lalu menyebabkan warga Catalunia  merasa “berbeda” dengan bangsa Spanyol lainnya. Di bawah rezim diktator militer Franco (1939-1975) Catalunia dianggap hendak memisahkan diri (separatis) sehingga ditindas dan bahasa Catalan sempat dilarang digunakan sampai gtahun 1970-an. Dulu Rezim Franco juga secara terbuka mendukung tim sepakbola Real Madrid (berbasis di ibukota Spanyol, sehingga Real Madrids pernah dianggap sebagai “klub pemerintah”) dan “memusuhi” tim “separatis” Barcelona. Sampai sekarang masih ada Tim nasional sepakbola Catalunia yang bermotorkan pemain-pemain lokal Barcelona dengan pelatih Johan Cruyff.

Manuel Vàzquez Montalbàn, salah seorang penulis kontemporer terbesar Spanyol, mengarang novel tentang Barca berjudul Offside.    Ia gambarkan klub ini sebagai “senjata dahsyat dari sebuah bangsa tanpa negara … Kemenangan-kemenangan El Barca atas Real Madrid ibarat kemenangan warga Athena atas Sparta.”

.

Dengan misi yang diembannya ini, Barca akhirnya mengambil langkah-langkah fantastis untuk menjaga kemurniannya, untuk menunjukkan bahwa dirinya berada di tataran yang      lebih tinggi  dari sekadar klub bola dalam

jagat komersialisasi rendahan.

Dari semua kesebelasan yang ada di dunia, hanya Barcelonalah yang bagian depan seragamnya bersih dari iklan. Hingga tahun 2003, Barca bahkan menolak menjamu tawaran-tawaran iklan untuk membeli ruang keramat tersebut*. Saat pemain-pemain paling mahal sedunia (Maradona, Ronaldo, Rivaldo) tak cukup antusias dalam membela cita-cita ini, Barca dan penggemarnya berbalik mengecam mereka. Mereka kirim pemain-pemain kawakan itu ke kota lain, tak peduli seberapa banyak gol yang sudah mereka sumbangkan pada kesebelasan. Bila seorang pelatih menerapkan taktik utilitarian yang kosong nilai artistiknya, ia langsung dipecat, tak peduli seberapa banyak piala yang sudah ia raih. Suporter Barca memang menginginkan kemenangan, namun mereka juga mengharapkan romantika. Dan riwayat panjang prestasi klub yang kurang bagus  menunjukkan bahwa romantikalah yang mereka dapat lebih banyak ketimbang kemenangan.

*Catatan : meneruskan tradisi non-iklan, pada tahun ini bagian depan kostum Barcelona mencantumkan logo UNICEF untuk mempromosikan program kesejahteraan bagi anak-anak sedunia oleh lembaga nonprofit PBB.

Tapi andai musuh-musuh Barca (terutama Real Madrid) mempertimbangkan dengan cermat klub yang mereka  benci ini, mereka sesungguhnya akan menemukan sebuah alasan penting untuk berdiri dan bertepuk tangan riuh rendah buat Barca. Pengecam sepak bola merasa yakin bahwa permainan ini pada dasarnya berujung pada kematian dan kehancuran. Mereka berpendapat bahwa sepakbola membangkitkan identitas-identitas tribal (suku bangsa) yang seharusnya sudah sirna dalam dunia di mana globalisasi dan Uni Eropa dengan senang hati mencabik-cabik sentimen-sentimen purba ini. Tesis serupa lainnya yang cukup menyebar luas berpendapat bahwa akar kekerasannya terletak pada tempo permainan itu sendiri. Karena gol jarang sekali terjadi, suporter terlampau banyak menghabiskan waktunya untuk menekan emosi-emosinya, berharap-harap cemas namun tak pernah terlampiaskan. Tatkala emosi-emosi itu terus menggunung dan tak terbendung lagi, mereka pun meledak dalam kekerasan ekstatis yang gelap dan kalap.

Barca menyelamatkan sepakbola dari kritik-kritik ini. Mereka membuktikan bahwa suporter bisa mencintai sebuah klub dan sebuah negara dengan penuh gelora tanpa harus berubah menjadi begundal atau teroris. Memang, fansnya bisa juga terjangkiti irasionalitas yang paling dalam, misalnya: mereka-reka konspirasi, membayangkan diri mereka selalu dikorbankan, dan beradu dengan musuh-musuh yang dikhayalkannya ada. Namun mereka tak pernah terperosok ke dalam ranah perilaku manusia yang lebih kelam. Tak ada suporter lawan yang dianggapnya bukan-manusia.

Barca juga tak terkait dengan catatan kekerasan apapun. Stadionnya dipenuhi oleh kaum perempuan dan anak-anak lebih dari stadion klub manapun di Eropa. Kaum imigran dari selatan Spanyol memadati pula stadion Barca. Mereka hendak mematutkan diri dengan Barca agar memudahkan asimilasi mereka dalam hidup keseharian di Katalunya.

*Informasi tambahan : Pada tahun 2009 Barcelona FC menjadi Klub Spanyol pertama yang menjuarai 3 gelar (treble winner), yaitu La Liga, Copa del Rey (Piala Raja Spanyol) dan Liga Champions. Pada tahun itu juga, Barcelona menjadi tim sepakbola pertama dalam sejarah yang secara sempurna meraih 6 gelar dalam 1 tahun (sextuple winner), yaitu melengkapinya dengan memenangkan Supercopa de Espana, UEFA Super Cup dan 2009 FIFA World Cup.

SEPAKBOLA DAN PERANG BUDAYA AMERIKA

Sepakbola menghadirkan sesuatu yang sangat berbeda. Sepakbola adalah tabula rasa, sebuah olahraga tempat satu generasi orang tua bisa memproyeksikan nilai-nilai mereka. Dengan cepat sepak bola pun menjadi rumus dasar pola pengasuhan anak a’la eksekutif muda, gabungan antara acara semangat pendidikan Sesame Street dan psikolog anak Dr. Benjamin Spock. Tidak seperti olahraga lainnya, sepakbola menumbuhkan rasa percaya diri, meminimalisir derita akibat persaingan sembari tetap mengajarkan petuah-petuah kehidupan. Dick Wilson, direktur eksekutif Organisasi Sepakbola Muda Amerika sejak awal ’70-an, menggambarkan sikap ini demikian : “Kami ingin menyediakan peluang bagi anak untuk berperan serta pada atmosfer yang tak begitu kompetitif namun tetap berorientasi kemenangan… Kami wajibkan setiap tim untuk berimbang, bahwa susunan tim tidak terus menerus begitu dari tahun ke tahun, bahwa mereka tidak bisa dibubarkan dan disusun lagi sepenuhnya untuk musim berikutnya. Hal ini dilakukan agar orang dewasa jangan sampai membangun situasi ‘menang dengan harga berapapun’ seperti dinasti mereka sendiri.”

Cara bermain sebuah Tim sebagai suatu kesatuan akan menentukan keberhasilan mereka. Sebuah Tim mungkin memiliki pemain-pemain terbaik di dunia, tapi jika mereka tidak kompak bermain, maka tim itu takkan menjadi juara…

Selamat menikmati keindahan sepakbola dan memetik “pelajaran kehidupan” dalam pertandingan Piala Dunia 11 Juni – 12 Juli 2010

SEMESTA MENDUKUNG

SEMESTA MENDUKUNG

 

 

mestakung

*Dikutip dari Buku :

MESTAKUNG :

Rahasia Sukses Juara Dunia Olimpiade Fisika, Yohanes Surya (Hikmah, Jakarta, 2006)

 

Awalnya Dari Fisika

”Saya sangat yakin bahwa prinsip-prinsip semesta akan sangat indah dan sederhana.”

-Albert Einstein-

Apa yang terjadi ketika kita menuangkan pasir sedikit demi sedikit ke atas lantai? Ya betul, pasir akan membentuk suatu Bukit Pasir kecil. Jika kita terus menuangkan pasir, bukit pasir ini semakin besar dan semakin tinggi. Ketika bukit pasir mencapai suatu ketinggian tertentu yang kita sebut ”ketinggian kritis”, terjadilah suatu keanehan. Pada ketinggian kritis, terjadilah suatu keanehan. Pada ketinggian kritis, ketika kita menjatuhkan beberapa butir pasir, terlihat butir-butir pasir ini mengatur dirinya.

mestakung

Pada kondisi kritis, proses pengaturan diri tidak hanya terjadi dalam diri satu individu saja, tetapi juga dalam diri individu-individu lain di sekitarnya. Kemudian individu-individu ini secara bersama-sama mengatur dirinya sehingga mem-brojol-lah (emerge) suatu situasi yang akan mengubah situasi kritis ini. Dalam Fisika, proses pengaturan diri pada kondisi kritis dikenal sebagai ”fenomena kritis” (critical phenomena).

Ketika air dipanaskan dalam kondisi normal, pada suhu sekitar 100 derajat Celcius, air mulai mendidih. Pada saat mendidih, ketika air terus dipanaskan, perlahan-lahan air berubah wujud menjadi Gas (Uap Air).

Namun apa yang terjadi ketika iar dipanaskan pada tekanan sekitar 218 kali tekanan udara normal ? Pada kondisi ini, air tidak mendidih pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air ini kita panaskan hingga mencapai suhu 374 derajat Celcius, terjadi keanehan {anomali}. Air berada pada kondisi kritis, yaitu air mempunyai 2 wujud : cair dan gas secara bersamaan. Pada kondisi ini, ketika suhu air dinaikkan sedikiiiit saja, terjadilah proses pengaturan diri dalam molekul-molekul itu. Seluruh molekul air (tidak hanya satu, tetapi semua molekul) mengatur dirinya secara serentak, lalu mengubah wujud air menjadi Uap Air.

Di sini kita lihat molekul-molekul air bekerja bersama-sama mengubah air dari kondisi cair menjadi kondisi gas. Jika hanya satu molekul saja yang bekerja, peristiwa perubahan wujud ini tidak akan terjadi. Kondisi kritis telah mendorong semua molekul untuk mengatur dirinya, lalu mengubah air menjadi uap air.

Saya namakan proses pengaturan diri secara bersama-sama ini dengan istilah MESTAKUNG, yang merupakan singkatan dari seMESTA menduKUNG. Bayangkan semesta (dalam hal ini seluruh molekul air dan lingkungannya) bekerja bersama-sama pada kondisi kritis untuk mengubah situasi kritis ini.

Apa bedanya proses perubahan wujud (proses pendidihan) pada kondisi normal dengan proses perubahan wujud pada kondisi kritis ? Pada kondisi normal, molekul air DIPAKSA berubah oleh kekuatan dari luar. Sedangkan perubahan wujud pada kondisi kritis, terjadi secara serentak dan tiba-tiba, hampir tanpa pengaruh dari luar. Semuanya digerakkan dari dalam diri tiap individu.

Mestakung tidak hanya terjadi pada gejala-gejala fisika saja, tetapi juga dalam berbagai gejala biologi, ekonomi, sosial, dan sebagainya.

Misalnya bagaimana Angsa-angsa terbang membentuk pola seperti huruf ”V” ketika bermigrasi dari satu tempat ketempat lain atau bagaimana sekelompok ikan-ikan secara bersama-sama berenang dan bereaksi terhadap bahaya. Gerakan teratur mereka secara bersamaan ini, berlangsung tanpa paksaan (tidak ada yang memaksa mereka bergerak secara serentak). Mereka melakukan itu karena dorongan dari dalam mereka sendiri.

mestakung

Beberapa contoh Mestakung dalam kehidupan sehari-hari :

v Gultom bercerita bahwa waktu kecil dia sangat nakal. Salah satu kenakalannya adalah mencuri mangga. Suatu hari, pemiliki pohon mangga melihat Gultom sedang mencuri mangganya. Segera pemiliki pohon itu menyuruh anjingnya mengejar Gultom. Gultom lari ketakutan. Tahu apa yang terjadi? Molekul-molekul dalam sel tubuh Gultom mengatur dirinya, mereka menghasilkan energi ekstra yang membuat Gultom mampu melompat setinggi hampir 1,5 meter. Luar biasa, bukan? Dalam keadaan biasa Gultom tidak mampu melompat sedemikian tingginya. Namun ketika berada dalam kondisi kritis {kepepet}, terjadilah proses pengaturan diri yang menyebabkan Gultom dapat melepaskan diri dari kondisi kritis.

mestakung

v Teuku Alamsyah bercerita waktu kecil dia tidak pandai menyanyi. Dia sangat malu setiap kali disuruh menyanyi. Suatu saat kepala sekolah memanggil Alam kecil, yang waktu itu masih duduk di sekolah dasar, untuk mengikuti lomba menyanyi. Alam kecil sangat takut, keringat dingin mulai keluar. Ternyata, rasa takut ini memberikan dampak positif, Alam kecil terpacu untuk belajar menyanyi. Ia belajar dan belajar. Orang tua bahkan sekolahnyapun mendukung, tanpa paksaan. Akhirnya, ketika tiba saatnya bertanding, Alam kecil tampil sangat percaya diri dan tahu apa hasilnya? Alam kecil keluar sebagai juara menyanyi tingkat provinsi Aceh. Luar biasa…. kondisi kritis menyebabkan pengaturan diri Alam kecil dan lingkungannya. Inilah Mestakung yang membantu Alam kecil lepas dari kondisi kritis.

v Joni seorang kepala cabang suatu Bank yang ditargetkan mendapatkan dana segar dari masyarakat sebanyak 30 Milyar setahun. Kalau gagal dia bisa dipecat. Joni tentu saja ketakutan. Diapun berada dalam kondisi kritis. Kondisi ini menyebabkan terjadinya pengaturan diri bukan saja dari dalam dirinya, tetapi juga dari lingkungannya. Dia telah berani menelepon sana sini, termasuk saya, menanyakan kalau-kalau saya mau memindahkan deposito atau menabung di Banknya. Awalnya saya tidak berniat, namun melihat kesungguhannya, akhirnya seluruh deposito saya dipindahkan kepadanya. Joni juga sharing keteman-temannya. Ajaibnya, teman-teman yang selalu acuh, kini ikut-ikutan sibuk dan membantu tanpa paksaan sehingga target 30 Milyar ini bisa tercapai tepat pada waktunya, terlepas dia dari kondisi kritis. Inilah Mestakung.

Tidak ada yang tidak mungkin; selalu ada jalan kemanapun, dan jika kita memiliki keinginan berarti kita memiliki kekayaan. Hampir tiada alasan untuk mengatakan sesuatu itu mustahil.”

-Francois de La Rochefocauld, Sastrawan Prancis abat 17.

Kalau kita menginginkan sesuatu, bayangkanlah, lalu gambarkan impian tersebut di pikiran kita sedetail mungkin {Visualisasi}. Ucapkan berulang-ulang dalam doa. Maka kita akan mendapatkannya. Ini adalah konsep Mestakung. Ketika kita mengingatkan sesuatu atau mempunyai target tertentu, kita harus membuatnya sejelas mungkin. Harus terus mengucapkan secara berulang-ulang agar target ini masuk dalam alam bawah sadar kita. Ketika sudah dialam bawah sadar, kita akan termotivasi untuk melakukan sesuatu. Saat itulah, ketika kita bertindak, maka tindakan kita akan mempengaruhi sekeliling kita (semesta). Semesta yang terpengaruh dalam sikap dan fikiran kita yang begitu ngotot, akan terseret untuk mendukungnya. Lalu, terjadilah Mestakung.

Tahun 1924, Bung Karno, salah satu pilar pendiri negara kita pernah berpidato demikian, ”Indonesia Merdeka, Pasti! Pasti! Sama seperti matahari, tidak ada yang dapat menahan lajunya. Demikian juga kemerdekaan Indonesia. Pasti! Pasti! ”

Bung Karno yang mempunyai tujuan yang jelas yaitu kemerdekaan Indonesia, beliau terus menerus mengatakan ini kepada siapa saja. Sejak tahun 1932, beliau tidak hanya bicara tetapi juga bertindak, mempersiapkan segala yang diperlukan untuk kemerdekaan Indonesia. Antusiasme Bung Karno ini menular kepada segenap rakyat Indonesia, menciptakan suatu kondisi kritis. Disinilah Mestakung terjadi. Seluruh lapisan masyarakat mendukung kemerdekaan Indonesia. Akhirnya, tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka.

Muhammad Ali, seorang petinju besar, sebelum bertanding dalam kejuaraan tinju tahun 1964 menetapkan bahwa dia akan mengalahkan Sonny Liston, lawannya. Sonny Liston adalah juara dunia yang sangat ditakuti. Sangat sulit menundukkan petinju yang mempunyai pukulan keras seperti yang dipunyai Sonny Liston. Namun Ali tidak takut, dia mulai melakukan kampanye unik. Dia mengetok-ngetok rumah tetangganya dan mengatakan bahwa dia adalah juara dunia sejati. Tetangganya mungkin menganggap dia hanya bercanda atau bahkan tidak waras. Namun yang sebenarnya dilakukan Ali adalah proses menempatkan diri dalam kondisi kritis.

Dengan bicara kebanyak orang, Ali berada pada kondisi kritis. Dia harus membuktikan omongannya, kalau tidak maka dia hanya akan dicap ”omdo” alias omong doang. Berada pada kondisi kritis, Ali semakin terdorong untuk mempersiapkan diri secara matang. Ia berlatih sangat keras. Dukunganpun mulai mengalir. Ali merasa sangat siap ketika akan bertanding, baik mental maupun fisik. Saat pertandingan telah mencapai ronde ke-6, tiba-tiba saat memasuki ronde ke-7 Sonny Liston mengundurkan diri dan mengatakan bahwa pundaknya terluka karena terpukul waktu latihan. Sampai sekarang kemenangan Ali, yang waktu itu masih bernama Cassius Clay, masih menjadi misteri. Apa ini Mestakung?

Dengan keyakinan dapat meraih mendali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional XXX, kami berangkat ke Padua, Italia, tempat fisikawan besar Galileo Galilei mengajar dan mengembangkan fisika lebih dari 400 tahun yang lalu. Tanggal 18 Juli 1999, kami tiba di Venezia (Venice) …. Saat pembagian mendali, suasana sangat mengharukan. Pertama kalinya dalam sejarah ada siswa Indonesia naik kepanggung menerima mendali emas diOlimpiade Fisika Internasional. Air mata keharuan menetes, tak mampu dibendung. Suasananya begitu mengharukan. Rasa capai dan lelahpun dalam sekejap hilang perjuangan bertahun-tahun ternyata membuahkan hasil yang manis sekali. Anak itu Indonesia ternyata mampu !

mestakung

Sepulang dari Italia saya sakit berhari-hari, sempat diopname dirumah sakit. Mungkin terlalu lelah secara fisik dan mental. Maklum saja, kami bergadang selama hampir lima hari. Tetapi kami puas, sangat puas. Mendali emas yang kami impi-impikan akhirnya bisa diperoleh Tim Indonesia. Thanks God! Memang, kalau kita mempunyai target jelas dan mau berjuang kearah itu, tidak ada yang tidak mungkin.

 

Mestakung pantang bicara”Tidak Mungkin”

 

”Kebahagiaan adalah mereka yang berani bermimpi dan berani berkorban dan berani mewujudkannya.”

-Leon Joseph, Seniman Prancis abad 19.

Luiz Alvarez seorang peraih Nobel Fisika tahun 1968, selalu melaksanakan nasihat ayahnya untuk selalu duduk diam sambil memejamkan mata dan berusaha memikirkan persoalan-persoalan baru untuk kemudian diteliti dan dipecahkan. Beliau selalu bermimpi untuk menjadi The Most, The Best, dan The First dalam segala bidang yang digelutinya. Prinsip inilah yang membuatnya mampu menghasilkan prestasi tinggi dalam semua bidang yang digelutinya.

“Bermimpi adalah kebebasan, jadi bebaskanlah impianmu.”

-Astrit Alauda

 

Mestakung dimulai dari mimpi

 

Menjadi Juara Dunia

Olimpiade Fisika Internasional ke-37 tahun 2006 di Singapura, sangatlah spesial. Dengan jumlah siswa sebanyak 386 orang dari 84 negara, olimpiade fisika di Singapura merupakan olimpiade fisika Internasional terbesar sepanjang sejarah. Mereka yang menjadi juara dalam olimpiade kali ini dapat dikatakan akan menjadi juara dunia sejati, karena hampir semua negara yang aktif dalam olimpiade fisika berpartisipasi.

mestakung

….Tidak berhenti sampai disitu. Ketika diumumkan, ”The Champion of the International Physic Olimpiad XXXVll is…” “Jonathan Pradhana Mailoa !” seluruh orang Indonesia yang hadir bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding… semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama… Standing Ovation… hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam acara itu tidak kuasa menahan air mata. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan… air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar… seluruh rasa capai dan lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan…

Hadiah Nobel Fisika 2020

”Jagalah agar mimpimu tetap hidup. Untuk menggapai mimpimu dibutuhkan keyakinan, visi, kerja keras, determinasi {tekad}, dan dedikasi {pengabdian}. Ingat, semua itu menjadi mungkin bagi orang yang punya keyakinan teguh”

-Gail Devers, Atlit atletik kelas dunia AS dan mengidap kelainan Tyroid.

Hadiah Nobel Fisika ? Mungkinkah orang Indonesia meraih Nobel fisika ? Mungkin saja! Mengapa tidak?

Apakah Nobel Fisika itu? Nobel Fisika adalah suatu penghargaan tertinggi dalam bidang fisika. Hadiah ini diberikan tiap tahun oleh Nobel Foundation yang diberikan oleh Alfred Nobel bagi mereka yang melakukan penemuan penting dalam bidang fisika.

Alfred Nobel adalah seorang ahli kimia industriawan dan penemu dinamit. Ia menghibahkan 94% kekayaannya untuk membuat Nobel Foundation yang memberi hadiah bagi mereka yang berhasil melakukan terobosan-terobosan penting dalam bidang fisika, kimia, kedokteran, literatur {sastra}, dan perdamaian.

Apa Pentingnya Hadiah Nobel Fisika Bagi Indonesia?

– Hadiah Nobel adalah suatu pengakuan dan kebanggaan.

– Pengakuan dan kebanggaan bahwa orang Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain.

– Pengakuan dan kebanggaan bahwa bangsa Indonesia bisa berkontribusi besar dalam

bidang sains.

– Pengakuan dan kebanggaan bahwa Indonesia masih ada.

Dengan pengakuan dan kebanggaan ini kita lebih percaya diri.

– Percaya diri bahwa kita mampu melakukan hal yang lebih besar lagi.

– Percaya diri ini dibutuhkan bagi kita untuk membangun bangsa yang saat ini sedang

terpuruk oleh berbagai masalah.

– Percaya diri ini dibutuhkan untuk mengembangkan teknologi termaju.

– Percaya diri ini dibutuhkan untuk membuat terobosan-terobosan penting dalam

persaingan global ini.

– Percaya diri ini akan mendorong pengembangan pendidikan secara menyeluruh

di seluruh tanah air.

Bagaimana Strategi Kita Meraih Nobel Fisika?

Berdasarkan statistik, mulai tahun 1961 mereka yang meraih Nobel Fisika adalah murid peraih Nobel Fisika sebelumnya. Para peraih Nobel biasanya berada dalam lingkungan elite para ilmuwan besar.

Dengan bekerja para peraih Nobel, seseorang bisa berada dalam lingkungan elite para ilmuan besar ini sangat memengaruhi cara berpikir dan cara dia melakukan penelitian-penelitian.

Jadi, dapat dimengerti mengapa peraih Nobel ” dilahirkan” oleh peraih Nobel.

Nah, kalau kita mau meraih Nobel , maka kita harus kirim sebanyak mungkin siswa cerdas kita ke Universitas tempat peraih Nobel atau ilmuwan yang hebat-hebat berada seperti di MIT, Caltech, Stanford University, Princenton University, Cambridge University, Tokyo University, dan sebagainya.

Saat ini, kami sudah mengirim beberapa siswa terbaik kita ke berbagai Universitas terkemuka di luar negeri. Mereka sudah banyak berinteraksi dengan para peraih Nobel, antara lain, Widagdo Setiawan di MIT yang menjadi murid Wolfgang Ketterle (peraih Nobel Fisika Tahun 2001). Evelyn Mintarno di Standford University sempat menjadi asisten Douglas Osherroff (Peraih Nobel Fisika Tahun 1996), Oki Gunawan di Princeton University pernah jadi murid Daniel Tsui (Peraih Nobel Fisika Tahun 1998), Rizal Fajar di Caltech banyak berinteraksi dengan peraih Nobel. Bahkan, ia sempat mengajar disuatu kelas dimana kelas itu ada seorang peraih Nobel Fisika tahun 2004, David Politzer ( Ya, peraih Nobel Fisika sungguhan) sebagai murid. Ada sejumlah 70-an alumni TOFI {Tim Olimpiade Fisika Indonesia} sekarang {2006} yang tersebar diseluruh dunia.

Mungkin dari kita ada yang bertanya, apa tidak rugi anak-anak pintar kita kuliah di luar negeri, dan setelah lulus diambil oleh negara-negara maju untuk mengembangkan negara tersebut?

Bukankah ini ”brain drained” {hijrahnya orang-orang brilyan ke luar negeri} bagi Indonesia ? Bagaimana mungkin Indonesia maju jika otak-otak pintarnya keluar Indonesia semua?

Kita harus berpikir positif. Lihatlah Cina ! Bagaimana mahasiswa Cina belajar diluar negeri, dan bagaimana setelah lulus, walaupun mereka di luar negeri namun mereka tetap dapat membangun Cina menjadi negara besar. Dan di Indonesia ini kita mulai menyiapkan Infrastruktur untuk menyambut kepulangan para ilmuwan hebat kita tersebut, agar dapat terus melakukan inovasi-inovasi yang dapat membangun bangsa kita menjadi bangsa yang besar.

Saat ini juga kami sedang membuat kelas super bagi mereka yang mempunyai IQ >150. Kelas ini kami buat berdasarkan kepercayaan bahwa di Indonesia banyak orang pintar. Berdasarkan statistik secara umum didunia ini, 1 diantara 1000 orang mempunyai IQ >150, dan 1 diantara 11 ribu orang mempunyai IQ >160 selevel Einstein. Ini berarti kalau statistik ini benar, maka di Indonesia ada sekitar 250.000 orang jenius dan 25.000 Einstein-einstein. Betapa luar biasanya kalau ini bisa dimaksimalkan.

Dengan mengirim banyak siswa-siswi kita keberbagai Universitas keluar negeri, akan semakin banyak ilmuwan-ilmuwan kita yang terdidik. Dari sekian banyak para ilmuwan terdidik ini bukan mustahil ada seorang yang akan meraih Nobel Fisika di tahun 2020. Mestakung sedang dan akan terjadi terus kearah sana.

Krilangkun +

”Sekadar mengetahui tidak cukup, kita harus menginginkannya. Sekadar berkeinginan tidaklah cukup, kita harus bertindak.”

-Johann von Goethe, seniman serbabisa Jerman.

Apa yang kita pelajari dari uraian-uraian atau cerita-cerita di atas? Kita melihat bahwa ketika sesuatu berada pada kondisi kritis, maka alam semesta akan membantu kita melewati keadaan kritis itu. Alam semesta (termasuk diri kita, tetangga, dan lingkungan kita) telah didesain untuk mengatur diri mendukung kita (Mestakung) agar kritis ini dapat melewati.

Jika anda mau sukses, rangsanglah agar Mestakung senantiasa terjadi dalam kehidupan anda.

Ada tiga hal yang dapat merangsang terjadinya Mestakung. Ketiga hal ini saya namakan KRILANGKUN, singkatan dari KRItis, LANGkah dan TeKUN.

Siapapun kita dan apapun jabatan kita: pengusaha, guru, pedagang, pilot, dokter, sekretaris, karyawan, direktur, pejabat, hakim, bahkan supir dapat berubah dari biasa menjadi luar biasa dari Good menjadi Great dengan Krilangkun ini.

Krilangkun 1 : Kritis

Untuk merangsang terjadinya Mestakung, pertama-tama yang harus kita lakukan adalah menempatkan diri pada kondisi kritis. Menempatkan diri pada kondisi kritis dapat dilakukan dengan menetapkan sasaran yang jelas. Sasaran harus setinggi-tingginya dan beri waktu yang cukup untuk mencapai sasaran itu.

Pada saat saya memberikan seminar Mestakung dalam olimpiade Sains antar pesantren-pesantren diseluruh Indonesia, ada seorang peserta berkata, ”Pak, saya ingin jadi menteri kesehatan…. saya akan berjuang untuk mencapai itu.” Wooow sungguh luar biasa.

Pada seminar lainnya Universitas Indonesia, beberapa orang mengungkapkan target-target pribadi untuk menjadi menteri, anggota DPR, bahkan ada yang mempunyai target yang tinggi dan berusaha keras untuk mencapai itu, maka dalam 10 tahun mendatang, Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa.

 

Ciptakanlah kondisi-kondisi kritis

Anda akan melihat bagaimana Mestakung (Alam Semesta Mendukung)

membantu anda melewati kondisi-kondisi kritis ini.

 

Krilangkun 2: Langkah

Setelah menetapkan diri pada kondisi kritis, kita melangkah (action). Melangkahlah walaupun langkah itu kecil. Untuk mendaki gunung tinggi kita perlu melangkah walaupun kecil. Melangkah bisa dilakukan dengan : membuat strategi, mensharingkan ide pada sebanyak mungkin orang, bergerak menuju sasaran ataupun mengajak teman untuk bersama-sama melewati kondisi kritis ini.

Rudy, mahasiswa perguruan tinggi diAmerika Serikat. Mempunyai resep sukses yang unik. Dia tidak pernah menunda pekerjaan. Ketika dia mendapat tugas dari dosennya selama seminggu atau sebulan, dia menyelesaikan tugas itu di hari pertama. Ini berbeda sekali dengan kebiasaan anak-anak muda yang sering menyelesaikan pekerjaan di menit-menit terakhir (the last minutes). Menurut Rudy, kalau dia bisa menyelesaikan tugas lebih awal, dia mempunyai waktu lebih untuk berfikir lebih banyak. Hidup menjadi berkurang stresnya. Kebiasaan ini dilakukan Rudy hingga dia bekerja. Dan hasilnya, Rudy selalu mendapat pujian dari atasannya atas segala pekerjaan yang begitu rapi. Sekarang dia sukses sebagai pengusaha. Kesuksesan Rudy didapatkan karena ia selalu menciptakan kondisi kritis dan tidak pernah menunda-nunda.

 

Ketika kita melangkah, semesta (diri kita, lingkungan baik yang dekat maupun yang jauh) akan bereaksi dan mengatur diri untuk membantu kita keluar dari masalah kita.

 

Krilangkun 3: Tekun

Ketika kita melangkah, ditengah jalan kita akan melihat ombak dan merasakan terpaan angin. Mestakung akan bekerja sampai kondisi kritis terlewati , jika kita tidak gentar menghadapi ombak, angin, bahkan badai sekalipun. Ketekunan dan konsistensi kita dalam melangkah akan merangsang Mestakung sehingga apapun yang menjadi tujuan kita, akan kita peroleh. Tekun dan maju terus sampai garis finish, jangan berhenti atau menyerah di tengah jalan. Lupakan hambatan dibelakang kita, dan fokuskan pikiran dan langkah kita pada yang ada didepan kita. Maju dan Maju terus.

Pada pertandingan Piala Eropa {Champions Cup} 1999 antara Bayern Munich dan Manchester United (MU) terjadi peristiwa dramatis yang luar biasa. Selama 90 menit pertandingan berlangsung, skor saat itu adalah 1-0 untuk Bayern Munich. Namun, pemain-pemain MU terus menekan. Akhirnya, pada waktu tambahan ( Injury Time), pemain MU Sheringham dan Solksjaer secara spektakuler masing-masing mencetak satu gol dalam waktu hanya 2 menit 58 detik, membalikan skor menjadi 2-1 untuk kemenangan MU.

Setelah itu, 35 detik kemudian wasit meniup panjang tanda pertandingan usai. Para suporter dan para pemain Bayern tertunduk lesu. Kemenangan yang sudah ditangan lenyap begitu saja dalam waktu 3 menit. Sebaliknya, para suporter dan pemain MU terlihat begitu meluap-meluap kegembiraannya. Mereka telah menggunakan waktu sebaik-baiknya, tetap tekun berjuang keras sampai akhir pertandingan.

mestakung

Yang terakhir, ” The Last But Not The Least ” dalam melangkah dan tekun berjuang, yang harus juga diperhatikan adalah faktor spiritual (saya namakan ini faktor Plus, ” + ”). Spiritual atau iman yang kuat akan memberi kekuatan ekstra ketika kita berada pada kondisi yang kritis. Kepercayaan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan membantu kita lewat Mestakung akan semakin mengokohkan dalam melangkah sehingga ke garis akhir kemenangan.

 

Doa merupakan kekuatan Mestakung

 

LAGU MESTAKUNG

Tetapkan sasaran

Tetapkan setinggi mungkin

Makin tinggi makin baik

Bicarakan tiap hari

Bicarakan ke setiap orang

Bicarakan dalam doa

Melangkahlah….

Melangkahlah

Maju… Maju dan maju

Jangan goncang lihat gelombang

Jangan gemetar dengar deru angin

Jangan menyerah hadapi rintangan

Pantang bicara ”tidak mungkin”

Pantang bicara ”tidak mampu”

Pantang bicara ”kalah”

Yakinlah yakinlah

Gunung tinggi dapat didaki

Laut luas dapat tersebrangi

Masalah sulit dapat dipecahkan

Tak ada yang tidak mungkin

Semua mungkin… Pasti bisa…

Yakinlah yakinlah

Lihat bagaimana semesta mendukung kita

Mestakung, Semesta mendukung kita.

Mestakung, yang sulit menjadi mudah

Mestakung, yang tidak mungkin menjadi Mungkin

Yakinlah yakinlah

Gunung tinggi dapat didaki

Laut luas dapat tersebrangi

Masalah sulit dapat dipecahkan

Tak ada yang tidak mungkin

Semua mungkin… Pasti bisa…

Yakinlah… yakinlah…

Bersama anak-anak didik Profesor Yohanes Surya di ”kawah candradimuka” Mestakung :

Memperkenalkan Summarecon pada mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara di Kampus UMN,

Summarecon Serpong, 31 Mei 2010 (Bpk Roeli Firman Joechri, Ibu Betsy Ciaputra & Bpk Pandji Kiansantang)

mestakung

 

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create a wonderful life and wonderful world…

BELAJAR DARI HEWAN

buku

*Dikutip dari Buku

“Mengapa Tidak Secerdas Siput ? Menggali Hikmah dari Kehidupan Binatang”,
Betty Y. Sundari & Yuri Ramdho Ganendra (ZIP Books, Bandung, 2009)

 

tanda

 

lebahMasyarakat Lebah yang Terpuji

Lebah (Bee) adalah sejenis serangga yang hidup berkelompok dalam sebuah tempat atau koloni. Biasanya, kita dapat menjumpainya di daerah yang cenderung jauh dari pemukiman penduduk dan berada di tempat-tempat yang tinggi.

Dalam kelompoknya, lebah terbagi menjadi :

v Lebah Ratu yang berperan sebagai penghasil keturunan,

v Lebah Pekerja yang tugasnya mencari makanan, dan

v Lebah Tentara atau Penjaga yang bertugas untuk menjaga keamanan sekitar sarang tempat tinggal koloninya.

Setiap peran dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Sang Ratu merelakan dirinya bertambah gemuk dan gemuk, serta setia untuk menghasilkan telur-telur bakal generasi lebah yang baru. Sementara Lebah Pekerja sibuk berkeliaran mencari nektar bunga untuk dibawa pulang ke sarang sebagai suplay persediaan makanan koloninya. Tidak hanya sekadar banyaknya makanan yang ia kumpulkan, tapi ia pun sangat selektif dalam memilih makanannya. Yang ia hisap hanyalah nektar bunga tertentu saja.

Sementara itu, lebah penjaga yang sekaligus juga sebagai pengasuh, dengan setia menjaga sekitar sarangnya. Apabila ada pengganggu mendekat, dengan sigap dia akan mempertahankan daerah teritorialnya. Jika perlu, lebah penjaga siap mengorbankan dirinya. Seekor lebah apabila menyengat musuhnya, kait penyengatnya akan tertinggal di dalam tubuh musuhnya. Dan biasanya lebah tersebut akan mati. Sebagian lagi dari lebah penjaga sibuk mengasuh bayi-bayi lebah mungil serta membangun sarangnya agar kokoh.

Al Qur’an mengabadikan kehidupan lebah yang unik ini : ”Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ’buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian, makanlah dari segala (macam) buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). ’Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berfikir. ”(QS An-Nahl ayat 68-69)

Banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kita petik dari mengamati kehidupan masyarakat lebah. Pembagian peran dalam masyarakat lebah tak jauh beda dengan pembagian peran dalam sebuah keluarga. Ada yang berperan sebagai ayah, ibu, anak, dan peran keluarga lainnya sebagai tambahan.

Ibu yang berperan melahirkan generasi baru, ia akan melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Tidak hanya sekadar melahirkan, seorang ibu juga bertanggung jawab merawat, mengasuh, dan mendidik anak. Selain itu, iapun memiliki kemampuan untuk mengantarkan putra putrinya menjadi generasi yang unggul, sehat akal, fisik, dan rohaninya sehingga anaknya mewujud sebagai generasi yang religius.

Bagaimana dengan sang ayah? Tentu saja seorang ayah yang baik akan bertanggung jawab terhadap kelangsungan kehidupan keluarganya. Ia dituntut untuk bekerja keras, cerdas, dan iklas ketika menafkahi keluarga. Tujuannya tidak hanya sekadar mendapatkan materi, tetapi dia akan memilih dan memilah mana yang baik dan halal untuk keluarganya. Ia akan sangat berhati-hati agar apa yang dia berikan kepada keluarganya benar-benar halal karena kelak ia akan mempertanggung jawabkannya dihadapan sang penguasa. Disamping itu, seorang kepala keluarga yang bertanggung jawab akan berupaya keras untuk mempersembahkan tempat tinggal yang memadai keluarganya.

Ada sebuah pelajaran berharga dari kebiasaan lebah saat ia menghisap nektar dari bunga. Ternyata, setiap kali ia mendatangi bunga untuk menghisap nektarnya, kaki-kaki mungilnya ikut menyebarkan serbuk sari. Saat hal ini terjadi, sesungguhnya ia sedang membantu proses penyerbukan bunga menjadi buah. Jadi, selain mendapatkan nektar dari bunga, iapun memberikan keuntungan terhadap tumbuh kembang bunga tersebut menjadi buah. Dengan demikian, dalam proses tersebut telah terjadi sebuah peristiwa yang saling membutuhkan keuntungan dan kepuasan bagi kedua pihak {win-win}.

Apabila yang dilakukan oleh lebah kita tiru, sesuatu yang hebat akan terjadi. Kondisi alam yang saat ini dinilai telah mengalami banyak kerusakan, sedikit demi sedikit akan berangsur membaik. Kebiasaan mengeksploitasi kekayaan alam dan sesama manusia tidak lagi terjadi. Kita tidak lagi menjadi otak dibalik gundulnya pegunungan, terbakarnya hutan, dan mengeringnya bumi karena kita sebagai manusia yang berakal mampu menebarkan manfaat seluas-luasnya seperti lebah. Kehadiran kita didunia ini benar-benar menghadirkan karunia bagi alam semesta (rahmatan lil alamin).

Semestinya kita semakin merunduk karena rasa malu yang semakin berat setelah tahu bahwa lebah yang kecil mungil itu ternyata jauh lebih cerdas kehidupannya. Maha- Karya yang dihasilkannya berupa madu tidak hanya berguna untuk kaumnya, saja tapi juga untuk seluruh mahluk hidup, termasuk manusia. Kitab suci telah menjelaskan tentang madu yang keluar dari perut lebah bahwa sesungguhnya didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Ini adalah sebuah jaminan langsung dari Pencipta.

Bukan hanya madu yang banyak manfaat dan lezat rasanya, ternyata racun lebah-pun memiliki kasiat istimewa yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa proses pengobatan. Gourt, seseorang peneliti Prancis menyampaikan hasil penelitiannya yang dilakukan pada tahun 1958. Diketahui bahwa racun lebah memiliki pengaruh sebagai antibiotik atas racun pada seribu simpul saraf dan racun tetanus. Disamping itu, racun tersebut berguna untuk menghalau berbagai macam infeksi penyakit.

Setelah mengetahui hal ini, kita sebagai manusia hanya bisa berucap ”Maha suci Allah yang telah menciptakan lebah. Sungguh tidak ada yang sia-sia dari penciptaanya.”

 

semut

Semut Yang Kooperatif

 

Semut (Ant) tergolong binatang yang hidup berkoloni. Ciri khas dari perilakunya adalah selalu menyempatkan untuk saling bersentuhan saat bertemu dengan sesamanya. Sebagian orang mengatakan bahwa semut tersebut sedang bersalaman. Sesungguhnya mereka bukanlah bersalaman, melainkan saling menyentuh antena sebagai cara mereka berkomunikasi. Semut akan memberitahu semut lainnya apabila disuatu tempat terdapat makanan.

Apabila kita melihat sarang semut yang biasa berada didalam tanah atau tembok-tembok yang lapuk, kita akan bedecak kagum dan memuji Sang Pencipta karena begitu tertata dengan baiknya sarang itu. Sarang semut mempunyai banyak ruang dan terowongan serta memiliki berbagai fungsi. Ada sarang yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan telur, kepompong atau larva, juga tempat tinggal Sang Ratu Semut, gudang makanan, bahkan ada ruangan khusus untuk menyimpan sampah! Setiap ruangan dijaga oleh semut-senut pekerja. Mereka bertugas merawat semua ruangan yang ada agar berfungsi dengan baik. Selain itu, ada juga semut yang bertugas mencari dan mengumpulkan makanan serta membuat ruangan baru.

Satu hal yang menarik perhatian kita adalah cara semut saat mencari dan mengumpulkan makanan. Selain kita mengenal semut sebagai pekerja yang ulet, ia juga merupakan hewan yang memiliki antena sehingga mampu membaui sesuatu dari jarak jauh. Dengan begitu, ia dapat mengetahui lokasi tempat makananya berada. Kemudian ia akan menginformasikan temuannya kepada teman-temannya. Apabila makannan tersebut terlalu besar atau berat, mereka siap untuk mengangkutnya secara gotong royong.

Semut memang memiliki ukuran fisik yang sangat kecil. Namun, Tuhan memberikan kekuatan yang luar biasa kepadanya terbukti bahwa mulut semut yang kecil itu mampu mengangkat benda 50 kali lebih berat dari tubuhnya!

Masyarakat semut belum berhenti bekerja selama persediaan makanan disarangnya belum penuh. Kalaupun sudah penuh, semut pekerja yang lainnya siap membuatkan ruangan baru untuk menyimpan makanan.

Keistimewaan semut diabadikan dalam Kitab suci. Dengan demikian, banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil. Tentu saja yang tampak dari keistimewaanya adalah kebiasaan gotong royong dalam kehidupannya. Kepeduliannya terhadap sesama semut untuk saling membantu menjadi ciri khas yang bisa kita tiru. Sebesar dan seberat apapun pekerjaan yang dihadapi, semut-semut itu dapat menuntaskannya dengan kebersamaan dan kerja sama {team-work) yang baik.

Kebersamaan dan solidaritas yang tinggi terlihat saat semut saling menukar informasi perihal lokasi makanan yang merupakan rezeki bagi mereka. Sifat kedermawanan tingkat tinggi kaum semut ini sepertinya harus kita tiru untuk program hidup kita, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidup secara merata.

Kaum semut ini juga memberikan gambaran penting kepada kita bagaimana mereka dapat hidup sehat. Mereka melakukan pemetaan ruang dengan baik dan tepat. Layaknya ahli perencanaan tata ruang yang andal, semut menyiapkan dan membagi ruang sesuai dengan fungsinya. Keteraturan dan kebersihanyapun dijaga sedemikian rupa sesuai dengan standar ideal bagi mereka.

Satu hal lagi yang bisa kita contoh dari perilaku kehidupan semut, yaitu bagaimana mereka rajin menabung. Dalam hal ini adalah mengumpulkan cadangan makanan untuk komunitasnya. Keberadaan mereka di dunia ini tidak menjadi beban bagi mahluk lainnya. Bahkan, kebiasaan para semut ini menabung makanan justru memberi efek manfaat bagi alam. Ternyata, kumpulan makanan yang mereka timbun dapat menyuburkan dan menggemburkan tanah disekitarnya. Apakah tabungan kitapun bermanfaat untuk saudara-saudara kita?

 

tikus

Tikus Sang Koruptor

 

Di dalam setiap berita televisi ataupun koran tentang para koruptor yang tertangkap dan diadili dipengadilan digambarkan dengan sosok seekor binatang berkerah putih, yaitu Tikus (rat/mouse). Seperti lambang ini diamani oleh semua orang karena memiliki pandangan yang sama.

Tikus yang dinilai rakus sangat pas mempresentasikan seorang koruptor. Hal ini sangat beralasan karena perilaku tikus sering kali merugikan kita dengan cara merusak barang-barang, menggerogoti segala hal yang ditemukan, dan tak jarang merusakan tanaman padi yang siap dipanen. Hal tersebut sungguh merugikan banyak pihak.

 

kura

Kura-kura si Pencari Aman

 

Kura-kura (Turtoise) selain terkenal sebagai binatang yang paling lamban geraknya, ternyata dia juga binatang yang super hati-hati dan cenderung senang menyendiri (soliter). Tubuhnya yang lunak terlindungi oleh baju cangkang yang keras.

Kura-kura sangat berhati-hati saat akan menjulurkan anggota badanya, sekalipun untuk melangkahkan kakinya. Dia akan sabar menunggu lama mengintai dibalik tempurungnya memantau situasi disekitarnya. Ketika situasi dianggapnya aman, barulah dia menjulukan anggota badanya sedikit demi sedikit. Apabila tiba-tiba situasi menjadi tidak aman atau terdapat gerakan asing sedikit saja, secepat kilat dia akan menarik anggota badannya, terutama kepalanya untuk bersembunyi dibalik terpurungnya yang keras .

Jika anda memaksa kura-kura untuk mengeluarkan kepala dari tempurungnya, anda perlu berjuang keras karena saat itu mungkin saja kura-kura merasa dirinya terancam sehingga tetap menyembunyikan kepalanya. Orang yang sangat mengenal kura-kura akan berusaha memberikan kehangatan kepadanya. Dengan begitu, sedikit demi sedikit ia akan mengeluarkan kepalanya.

Kondisi kura-kura yang seperti itu melambangkan seseorang yang senang mengucilkan dirinya, introvert, dan selalu menolak untuk menyampaikan pendapat. Orang seperti ini senantiasa menyembunyikan dirinya ditempat yang dipikirnya ”aman” dari bahaya sekitarnya. Dia akan sangat berhati-hati dalam melangkahkan kakinya keluar dari ”zona aman.” Dan dia akan secepat kilat berbalik ke dalam istananya jika dirasakan diluar ada bahaya yang siap menerkamnya. Dengan demikian, orang seperti ini akan sangat sulit untuk bergaul dan berbaur dengan sekitarnya.

Perilaku kura-kura ini menggambarkan bagaimana seseorang yang terlalu hati-hati dalam hidupnya. Saking hati-hatinya, dia cenderung lebih banyak menarik diri dari lingkungan, cari aman (safe player) dan banyak bersembunyi di balik perisai keamanannya {comfort zone}. Perisainya itu bisa berupa rumah kebanggaannya, jabatan , keturunan, atau kekayaan.

Seseorang karekter seperti kura-kura biasanya tidak memiliki keberanian menghadapi masalah secara langsung. Bahkan, sebelum masalah itu ada, dia lebih dahulu bersembunyi atau lari dari masalah, atau mencari perlindungan dibalik perisainya. Tentu saja hal ini tidak kita lakukan terus-menerus. Mengapa? Selama kita hidup, selama itu pula kita senantiasa akan berhadapan dengan masalah dan resiko. Justru dengan berani mengambil resiko terukur dan menuntaskan masalah, hidup itu akan semakin maju.

 

harimau

Harimau yang maunya Menang Sendiri

 

Pernahkah Anda melihat Harimau / Macan (Tiger) saat berburu dan menikmati mangsanya? Saat berburu, harimau akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan mangsanya dan mempertahankan miliknya. Dia enggan untuk berbagi dengan yang lainya. Sangat beda dengan kawanan singa betina (lioness) yang selalu berburu bersama dan berbagi makanan hasil buruannya itu. Harimau adalah tipikal single-fighter yang mengandalkan ”one man show”, sedangkan singa-singa betina mencerminkan semangat gotong royong yang menghasilkan teamwork yang efektif

Melihat perilaku harimau seperti demikian melukiskan tokoh yang sangat kuat dan serakah. Dia maunya menang sendiri dan jauh dari sifat bijaksana. Jika para pemimpin kita memiliki sifat buruk seperti harimau, akan seperti apakah jadinya negara ini. Sungguh sangat mengerikan. Tirulah keberanian Harimau, tapi jangan tiru keegoisan Harimau. Ingat, tahun ini adalah ”Tahun Macan”… jadi waspadalah…

 

kepiting

Kepiting Pendengki

 

Masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Demikian pula para penduduk di pesisir pantai. Di sela-sela menangkap ikan, merekapun menangkap kepiting (crab), selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk dijual.

Ukuran kepiting memang kecil, namun rasanya sangat lezat. Siapapun pasti tahu tentang kelezatan kepiting saus mentega, apalagi jika kepitingnya bertelor, dan juga renyahnya kepiting soka yang sedang ganti kulit.

Kepiting-kepiting itu dengan mudah dapat ditangkap pada malam hari, lalu dimasukkan kedalam wadah, tanpa harus diikat. Kepiting yang ditangkap bisa hidup beberapa hari. Keesokan harinya, kepiting-kepiting itu yang telah ditangkap, akan direbus dan diolah menjadi lauk yang siap disantap sebagai menu utama makan pagi, siang, dan malam.

Ada hal menarik dari kepiting-kepiting yang berhasil ditangkap. Sekelompok kepiting yang sudah ada di dalam wadah berusaha keras untuk keluar dari wadah dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat. Namun anehnya, para penangkap kepiting yang handal tidak merasa khawatir akan tangkapan mereka dapat kabur, sehingga merasa tidak perlu mengikatnya. Apa yang menyebabkan mereka demikian?

Para penangkap kepiting tahu persis bahwa kepiting akan selalu berusaha untuk meloloskan diri dari wadah. Namun, mereka tahu betul sifat dasar kepiting. Apabila salah seekor kepiting hampir dapat meloloskan diri keluar dari wadah, kepiting lainnya berusaha pula dengan keras menariknya lagi untuk kembali kedasar wadah. Begitu seterusnya sehingga tidak ada seekorpun yang berhasil keluar dari tempatnya !

Tanpa kita sadari, kadang-kadang kitapun suka bertindak layaknya seperti kepiting yang pendengki (iri) itu. Seharusnya kita bergembira merespons teman kerja atau tetangga kita yang mengalami kesuksesan. Namun sayangnya, yang terjadi malah sebaliknya. Tidak jarang kita malah berprasangka buruk penuh kecurigaan bahwa kesuksesan teman kita itu diraih dengan cara yang tidak benar. Istilahnya ”senang melihat orang lain susah” dan ”Susah melihat orang lain senang”.

Untuk itu, kita dituntut berhati-hati menjalani hidup ini apalagi jika didalamnya sarat dengan atmosfer kompetisi yang ketat. Biasanya, sifat iri, dengki, ataupun kemunafikan muncul seiring terjalinnya interaksi tanpa kita sadari sebelumnya. Dan tidak jarang, sifat-sifat buruk dapat berhasil ”membunuh” karier dan rezeki kita sendiri. Dalam hal ini, tidak berarti kita dilarang berkopetisi dalam bisnis maupun bentuk lainnya.

Tentu saja yang menjadi tuntutan adalah bagaimana kita menjalankanya. Sesungguhnya yang utama bukanlah kemenangan. Adapun yang terpenting dari itu semua adalah seberapa jauh kita mengembangkan diri seutuhnya. Jika kita berkembang, bisa jadi kita adalah bagian dari sebuah kemenangan, dan bisa juga bagian dari sebuah kekalahan dalam suatu persaingan. Namun, yang pasti kita adalah ”pemenang” dalam kehidupan ini karena mampu berkembang dan bertumbuh dengan benar.

Jika anda ingin mengenali diri apakah pada saat ini anda termasuk ”tipe kepiting” atau bukan, Anda dapat mengetahuinya dari ciri-ciri berikut ini. Jika anda mengangguk dan mengiyakan bahwa salah satu ciri ada pada anda, berarti jelaslah sudah bahwa anda adlah kepiting itu. Namun tentunya, anda pun bisa berharap semoga tidak ada satu ciri pun ada pada diri anda.

  1. Selalu mengingat kesalahan orang lain (pendendam), bahkan senang menyalahkan orang lain ataupun situasi yang sudah lampau. Lebih lagi, menjadikannya sebagai pedoman dalam menentukan tindakan atau langkah selanjutnya.
  2. Banyak mengkritik orang lain, tapi tidak terima dikritik dan jarang sekali introspeksi (mawas diri).
  3. Hobi menceritakan kelemahan & kekurangan orang lain (bergossip), tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik ”kepiting-kepiting yang akan keluar dari wadah” (tidak rela, bahkan berusaha menggagalkan sukses orang lain) dan melupakan usaha penyelamatan dirinya sendiri.

Alangkah berbahayanya sifat dengki ini sehingga kita diwajibkan untuk melakukan introspeksi diri, jangan-jangan kita sudah terjangkiti ’Virus’ mematikan ini. Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan. Asalkan kita berniat kuat untuk melakukannya, bukan tidak mungkin pertolongan Tuhan pun turun untuk kita.

Rasulullah SAW menasehati kita melalui hadits berikut ini, ”Jauhilah sifat dengki, karena dengki memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar” (HR Abu Dawud)

Jika kita kembali pada cerita kepiting-kepiting yang tertangkap itu, sebenarnya mereka bisa keluar dari wadah itu semua dan selamat dari panasnya air rebusan. Andai saja mereka berjiwa besar untuk melakukan proses pelarian, tentu saja satu persatu dapat keluar dari wadah. Jiwa besar yang mereka miliki akan melahirkan keinginan besar untuk saling tolong-menolong dan mendahulukan orang lain.

Coba renungkan, berapa waktu yang anda pakai untuk menggosipkan teman kerka, atasan dan bawahan? Gantilah waktu yang anda habiskan itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri anda untuk menjadi pribadi yang sukses dan bahagia.

 

kutu kucing

Kutu Kucing yang patah semangat

 

Kutu Kucing (Cat’s flea) adalah hewan kecil yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun, apa yang terjadi jika dia dimasukkan kedalam sebuah kotak korek api kosong dan kemudian dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu? Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja! Kemampuannya melompat 300 kali tinngi tubuhnya tiba-tiba hilang. Mengapa?

Inilah yang terjadi. Ketika kutu itu berada didalam kotak korek api, dia mencoba melompat tinggi. Akan tetapi, dia terbentur kotak korek api. Dia mencoba lagi, dan terbentur lagi. Begitulah seterusnya sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri. Diapun mulai berfikir dan berbicara sendiri, ”sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya setinggi ini.”

Kemudian kutu itu menyesuaikan lompatannya dengan ruang tempat tinggalnya. Dengan begitu, dia makin yakin saja bahwa kemampuannya melompat hanya sebatas tinggi ruang tinggalnya.

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih saja merasa bahwa batas kemampuan lompatannya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutupun hanya seperti itu hingga akhir hayat. Dan pada akhirnya, kemampuan yang sesungguhnya tidak tampak sama sekali. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam hidup kita banyak terdapat ”kotak korek api”. Misalnya, kita harus berhadapan dengan atasan yang tidak suka melihat bawhannya maju. Dia akan berusaha keras menghambat karir kita sebagai bawahannya. Ketika kita mencoba melompat tinggi dan berhasil, dia sama sekali tidak memberikan pujian, malah sebaliknya, dia merasa tersaingi. Dia bagi diri kita bagaikan ”kotak korek api”, dia membatasi ruang gerak keberhasilan dan dapat mengerdilkan kita.

Bagi pasangan suami istri, pujilah pasangan anda karena keberhasilannya dalam menjalankan kewajiban. Dan bagi para orang tua, jangan lupa untuk selalu memuji buah hati yang berprestasi. Walaupun dalam sebuah hubungan terdapat kekurangan, fokuskan kelebihannya karena kekurangan-kekurangan itu bisa jadi seperti ”kotak korek api” yang dapat membatasi kemampuan seseorang untuk berkembang.

Contoh ”kotak korek api” lainnya adalah teman kerja. Ketika teman kita melihat diri kita yang begitu giat bekerja, dia bisa saja melontarkan pendapatnya bahwa segiat apapun kerja kita, sesungguhnya hal itu tidak akan menyebabkan gaji kita meningkat dan karier kita menanjak. Kehadiran teman kerja bagi kita bisa jadi bagaikan ”kotak korek api” yang akan menghambat perkembangan potensi prestasi kita.

”Kotak korek api” yang sering ditemui dibumi Indonesia tercinta ini adalah ketika seorang wanita bergerak untuk maju dan menemui hambatan. Seorang wanita dianggap memiliki langkah yang pendek dan tidak layak melangkah lebih jauh lagi. Urusan wanita hanyalah seperti ”dapur, kasur, dan sumur”, seperti itu pula anggapan yang dapat mengerdilkan keberadaan wanita.

”Kotak korek api” juga bisa berbentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, keturunan, kemiskinan, usia, dan lain sebagainya. Apabila semua itu menjadi kotak korek api, dia akan menghambat prestasi sehingga kemampuan kita yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.

Apabila potensi kita yang sesungguhnya ingin muncul, kita harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Kita pasti mengenal Helen Keller. Walaupun dia seorang yang buta, tuli, dan gagu, ternyata dia mampu menyelesaikan pendidikannya di Harvard University. Bill Gates tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya, namun mampu menjadi ”raja” komputer. Andrie Wongso tidak menamatkan sekolah dasarnya namun dia mampu menjadi motivator nomor satu di Indonesia. Contoh lain adalah mantan Menteri Negeri BUMN, Sugiharto, yang pernah menjadi pedagang asongan, tukang parkir, dan kuli dipelabuhan. Kemiskinan tidak menghambatnya untuk terus maju. Bahkan, sebelum menjadi Menteri beliau pernah menjadi seorang eksekutif disalah satu perusahaan ternama. Begitu pula dengan Nelson Mandela. Ia menjadi Presiden Afrika Selatan pada usia 65 tahun. Kolonel Sanders sukses membangun jaringan restoran Fast Food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun.

Nah, apabila kita masih terkungkung oleh kotak korek api, pada hakikatnya kita masih terjajah, belum merdeka sepenuhnya. Orang-orang seperti Helen Killer, Andrie Wongso, Sugiharto, Bill Gates dan Nelson Mandela adalah orang yang mampu menembus kungkungan ”kotak korek api”. Merekalah contoh sosok orang yang merdeka sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan. Break your border, touch the sky!

ocean

Film di Bioskop yang harus ditonton pada akhir pekan ini untuk menumbuhkan kesadaran pelestarian lingkungan : THE OCEANS (Samudera). Film dokumenter produksi Perancis (dengan teks terjemahan Bahasa Indonesia) yang dirilis pada Hari Bumi (Earth Day) pada 22 Aprill 2010.

Sutradara Perancis Jacques Perrin and Jacques Cluzaud, menggunakan kamera mereka dengan teknologi tinggi yang belum pernah digunakan sebelumnya pada lautan di dunia serta binatang-binatang yang hidup didalamnya. “Oceans” merupakan hasil dari 75 ekspedisi selama empat tahun di 50 lokasi di dunia, salah satunya di Indonesia yaitu di Selat Lembeh Sulawesi, dimana tim kamera mengabadikan sekitar 80 spesies binatang laut, ikan, lumba-lumba, paus, cumi, kepiting, kura-kura dan lain-lain. Film dokumenter berkualitas tinggi ini berdurasi cukup panjang 103 menit, tapi dijamin tidak membosankan !

Sungguh suatu Film Spektakuler yang sedikit ucapan narasi, tapi sangat kaya pemandangan yang luar biasa dan fantastis. Dengan angle (sudut pengambilan) yang unik tentang kehidupan hewan-hewan di bawah laut dan di pantai, termasuk spesies-spesies yang belum pernah kita tahu sebelumnya, seperti Iguana Laut (yang menginspirasikan film monster, Godzilla) dan Beluga (ikan paus putih di kutub).

Dipenuhi atraksi-atraksi hewan yang mencengangkan, seperti kelincahan kecerdikan ikan paus pembunuh (Orca) menyergap anjing laut di pinggir pantai, ratusan burung albatross yang dari udata terjun menungkik ke dasar laut dengan kecepatan tinggi untuk menangkap kawanan ikan (bagai roket yang menghujam bumi), ribuan ikan yang bermanuver harmonis membentuk lingkaran, keindahan ubur-ubur, close up gerakan bulu babi, tari perkawinan ikan sotong, sampai induk walrus yang telaten mengajari anaknya berenang. Ada juga adegan menegangkan yang langka, seperti duel maut lobster vs kepiting dan adegan “run for your life” : detik-detik pelarian hidup-mati bayi-bayi penyu yang baru menetas (tukik) yang lari secepat-cepatnya dari liangnya di pantai menuju samudera lepas.. hanya sedikit yang survive dari detik-detik menegangkan ini dari sambaran puluhan burung camar yang memangsanya dari udara.

Ada juga adegan menyayat hati ketika ketamakan manusia menghancurkan keseim-bangan alam : kawanan dolphin yang lucu digiring ke teluk dan lalu dibantai hingga perairan teluk menjadi lautan merah (tragedi alam ini diabadikan juga dalam film dokumenter yang memenangkan Piala Oscar tahun ini, The Cove) & adegan memilukan lainnya : ikan hiu yang ditangkap nelayan, lalu hanya dipotong siripnya (yang mahal harganya) dan dibuang lagi hidup-hidup ke laut hingga sekarat di dasar laut.

Cinematography (tata gambar) yang nyaris sempurna diiringi musik instrumentalia yang merdu membuat decakan kagum dan ucapan “wow” dari penonton tak berkesudahan…. Salah satu film terbaik di tahun ini. A must-see movie. Two thumbs up…. Tontonan keluarga yang pas untuk peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2010 untuk mengajarkan anak-anak untuk lebih mencintai alam dan ikut melestarikan lingkungan.

 

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create a wonderful life and wonderful world…

 

 

KAYA RAYA SELAMANYA

kaya raya selamanya

*Dikutip dari Buku :

“Kaya Raya Selamanya :

Pecahan-Pecahan Kaca Kejernihan Dari Puncak Gunung Kehidupan”, Gede Prama (Gramedia, Jakarta, 2004), halaman 3-8

 


sang hidup seperti sedang bertutur: ”we can be prosper at any level of income”. Kita bisa sejahtera disetiap tingkatan pendapatan berapapun. Kesejahteraan, memang berkaitan dengan uang. Akan tetapi, yang paling utama tidak disebabkan oleh uang….

 

Pada setiap perjalanan ada saja cara-cara sang hidup untuk bertutur. Dalam sebuah penerbangan dari Sydney ke Denpasar, entah apa yang terjadi tiba-tiba badan ini tidak mau membaca dan tidak mau tidur. Sehingga menerawanglah mata dari atas pesawat kebawah sana. Ternyata, selama kurang lebih tiga setengah jam penerbangan tanah-tanah Australia lebih dari 90% berisi tanah kering yang tandus. Bandingkan misalnya penerbangan dari Jakarta ke Medan. Selama hampir dua jam, di bawah sana terbentang warna hijau bukit barisan yang indah dan subur.

Di jalan-jalan darat, mata ini juga disuguhi bahan-bahan cerita yang berlimpah. Dalam sebuah perjalanan dari Medan ke Berastagi, mobil yang saya tumpangi mengikuti sebuah bus antar kota. Hal yang menarik, di atas bus tadi ada sekelompok orang yang duduk tenang dengan wajah gembira. Di sebuah pasar yang membuat jalan menjadi macet, orang-orang yang tidak mengenal dinginnya udara diatas bus yang berjalan ini, tiba-tiba memesan durian dari atas sana, dan melahapnya dengan penuh gembira. Melalui kaca mobil yang diteduhi AC, diri ini bergumam kecil: mereka bisa hidup bahagia seadanya.

Tiba-tiba teringat sebuah pengalaman ketika menginap di sebuah hotel berbintang di Bali. Dari mobil mewah yang mengkilap, keluar serombongan keluarga yang bermuka merah saling marah-marah. Sebelum mereka check in di hotel, mereka cekcok dan akhirnya kembali dari Bali tanpa bisa berlibur.

Melalui ilustrasi ini, sang hidup seperti sedang bertutur: “We can be prosper at any level of income”. Kita bisa sejahtera di setiap tingkatan pendapatan berapapun. Kesejahteraan, memang berkaitan dengan uang. Akan tetapi, yang paling utama tidak disebabkan oleh uang. Lantas, kalau tidak disebabkan oleh uang, disebabkan oleh apa?

Sebagaimana sudah dicatat oleh sejarah, kesejahteraan memang berwajah ganda : material dan transendental {non-kebendaan / spiritual}. Keduanya memang saling memerlukan dan saling mengisi. Kesejahteraan material tanpa kesejahteraan transendental sering membuat orang jadi kaya tapi tidak bahagia. Kesejahteraaan transendental tanpa kesejahteraan material menarik manusia ke dalam rangkaian hidup yang tidak seimbang: menoleh keatas, lupa tugas-tugas di bawah dan di samping.

Kegagalan banyak manusia untuk merangkum kedua jenis kesejahteraan ini ternyata direspon tidak terlalu antusias oleh ilmu manusia. Nyatanya wilayah-wilayah hubungan antara uang dan kesadaran manusia termasuk wilayah pengetahuan yang tidak banyak dieksplorasi. Kebingungan dan keterasingan ditengah limpahan uang, sang hidup yang diperkuda uang, hanyalah sedikit contoh dalam hal ini. Ada sahabat jernih yang pernah berbisik : many people have career, but the not have life. Banyak manusia yang memiliki karier cemerlang, tetapi tidak memiliki kehidupan.

Berangkat pagi, putra-putri masih tidur. Setelah pulang. Mereka sudah tidur. Takkala miskin tidak bisa makan enak karena tidak punya uang. Setelah kaya tidak boleh makan enak karena dilarang dokter. Di awal kehidupan semua tenaga fisik dikerahkan untuk kehidupan terang kemudian. Setelah materi terang benderang hanya habis untuk membayar ongkos rumah sakit.

Mungkin betul cerita orang bijak, kalau kehidupan adalah guru yang sempurna. Tubuh ini misalnya, dia sering kali mengingat kita akan perilaku-perilaku menyimpang. Pengalaman- pengalaman yang terbentang luas, juga tertutur cerewet tentang pedoman-pedoman menemukan kesejahteraan. Sayangnya, tidak sedikit di antara kita yang tuli akan pesan-pesan sang guru kehidupan. Untuk kemudian, mengulang-ulang lagi keterperosokan- keterperosokan terdahulu.

Dalam lapisan-lapisan renungan seperti ini, mungkin ada gunanya untuk melihat hakikat uang. Uang, harus diakui, memang sejenis energi kehidupan. Namun, tanpa kemampuan mengelola yang memadai, ia menjadi kuda yang minta digendong. Di samping berat, juga membuat sang hidup meneteskan air mata disepanjang jalan.

Sebuah lagu tua pernah bertutur jernih, hidup ini memang serupa dengan menyapu lantai. Setiap hari kita menyapu lantai. Hilang debu, datang daun kering dan seterusnya tanpa pernah habis-habis. Demikian juga dengan lantai-lantai kehidupan. Kita perlu menyapunya setiap hari. Sapu kesejahteraan yang paling mengagumkan bernama ”sapu cukup”. Sekali lagi, merasa bercukupan adalah sapu pembersih kehidupan yang paling bisa membuat lantai-lantai kehidupan tampak bersih.

Sebagaimana diakui banyak sahabat, justru menemukan ”sapu cukup” inilah bagian terberat dari perjalanan menentukan kesejahteraan. Terutama karena sang uang – melalui tamu kehidupan yang bernama nafsu – memaksa untuk digendong. Serupa dengan mulut yang meminta makan ditambah terus ketika enak, dan bisa dihentikan dengan air putih, kita juga memerlukan ”air putih kesadaran”. Hal yang bisa membuat ”kuda uang” turun dari gendongan, dan kemudian kitalah yang naik diatas.

Tidak mudah tentunya. Ia memerlukan serangkaian latihan kehidupan yang panjang. Sementara itu, juga menuntut manusia menjadi supir dari kendaraan kehidupan yang bernama tubuh. Ketika manusia sudah menjadi supir dari tubuhnya, terbukalah tanda-tanda bisa menjadi kaya raya selamanya. Ketika punya uang, supir mengaturnya dengan rangkaian manajemen keuangan yang terpadu. Ketika kita tidak punya uang, supir mengatakan begini: time for break!. Baik ketika ada maupun tidak ada uang, sang supir menyanyikan lagu syukur sepanjang jalan. Pernah kejernihan berbisik begini kepada saya : ketika kita masih mencari, kita memerlukan tujuan dan masa depan. Takkala manusia tidak lagi mencari, ia memiliki semuanya di sini di hari ini.

kaya raya selamanya

Jadilah Penyebar Inspirasi ! Jika anda merasa renungan ini bermanfaat, bagilah ”ilmu” ini pada orang-orang yang anda kasihi, dengan cara memforward email ini kepada relasi-relasi anda. Semoga sedikit hikmah kebijaksanaan ini dapat mengilhami mereka menuju hidup yang lebih sukses, bahagia, dan bermakna. Let’s create wonderful life and wonderful world…

CERITA PEMBUKA PINTU HATI

cacing dan kotoran kesayangannya*Dikutip dari Buku :

“Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya :

108 Cerita Pembuka Pintu Hati” (terjemahan dari : Opening The Door Of Your Heart) Ajahn Brahm, Awareness Publication, Jakarta, 2010

 



Dua Bata Jelek

botakSetelah kami membeli tanah untuk wihara kami pada tahun 1983, kami jatuh bangkrut. Kami terjerat hutang. Tidak ada bangunan diatas tanah itu, bahkan sebuah gubuk pun tak ada. Pada minggu-minggu pertama, kami tidur diatas pintu-pintu tua yang kami beli murah dipasar loak. Kami mengganjal pintu-pintu itu dengan batu bata disetiap sudut untuk meninggikannya dari tanah (tak ada matras – tentu saja, kami kan petapa hutan).

Biksu Kepala mendapatkan pintu yang paling bagus, pintu yang datar. Pintu saya bergelombang dengan lubang yang cukup besar ditengahnya, yang dulunya tempat gagang pintu. Saya senang karena gagang pintu itu telah dicopot, tetapi malah jadi ada lubang persis ditengah-tengah ranjang pintu saya. Saya melucu dengan mengatakan bahwa sekarang saya tak perlu bangkit dari ranjang jika ingin ketoilet! Kenyataanya, ada saja, angin masuk melewati lubang itu, saya jadi tak bisa tidur nyenyak sepanjang malam-malam itu.

Kami hanyalah biksu-biksu miskin yang memerlukan sebuah bangunan. Kami tak mampu membayar tukang-bahan-bahan bangunannya saja sudah cukup mahal. Jadi saya harus belajar cara bertukang: bagaimana cara mempersiapkan pondasi, menyemen dan memasang batu bata, mendirikan atap, memasang pipa-pipa- pokoknya semua. Saya adalah seorang fisikawan teori dan guru SMA sebelum menjadi biksu, tidak terbiasa bekerja kasar. Setelah beberapa tahun, saya menjadi cukup terampil bertukang, bahkan saya menjuluki tim saya ”BBC” (Buddhist Building Company). Tetapi, pada saat memulainya, ternyata bertukang itu sangat sulit. Kelihatannya gampang, membuat tembok dengan batu bata: tinggal tuangkan seonggok semen, sedikit ketok sana, sedikit ketok sini. Ketika saya mulai memasang batu bata, saya ketok satu sisi untuk meratakannya, tetapi sisi lainnya malah jadi naik. Lalu saya ratakan sisi yang naik itu, batu batanya jadi melenceng. Setelah saya ratakan kembali, sisi yang pertama jadi terangkat lagi. Coba saja sendiri!

Sebagai seorang biksu, saya memiliki kesabaran dan waktu sebanyak yang saya perlukan. Saya pastikan setiap batu bata terpasang sempurna, tak peduli berapa lama jadinya. Akhirnya saya, menyelesaikan tembok batu bata saya yang pertama dan berdiri dibaliknya untuk mengagumi hasil karya saya. Saat itulah saya melihatnya — oh, tidak!-saya telah keliru menyusun dua batu bata. Semua batu bata lain sudah lurus, tetapi dua batu bata tersebut tampak miring. Mereka terlihat jelek sekali. Mereka merusak keseluruhan tembok. Mereka meruntuhkannya.

Saat itu, semennya sudah terlanjur terlalu keras untuk mencabut dua batu bata itu, jadi saya bertanya kepada kepala wihara apakah saya boleh membongkar tembok itu dan membangun kembali tembok yang baru, atau kalau perlu, meledakkannya sekalian. Saya telah membuat kesalahan dan saya menjadi gundah gulana. Kepala wihara bilang tak perlu, biarkan saja temboknya seperti itu.

Ketika saya membawa para tamu pertama kami berkunjung keliling wihara kami yang baru setengah jadi, saya selalu menghindarkan membawa mereka melewati tembok bata yang saya buat. Saya tak suka jika ada orang yang melihatnya. Lalu suatu hari, kira-kira 3-4 bulan setelah saya membangun tembok itu, saya berjalan dengan seorang pengunjung dan dia melihatnya. ”Itu tembok yang indah,” ia berkomentar dengan santainya.

”Pak,” saya menjawab dengan terkejut, ”Apakah kaca mata anda tertinggal dimobil? Apakah penglihatan anda terganggu? Tidakkah anda melihat dua batu bata ”jelek” yang merusak keseluruhan tembok itu?”

Apa yang ia ucapkan selanjutnya telah mengubah keseluruhan pandangan saya terhadap tembok itu, berkenaan dengan diri saya sendiri dan banyak aspek lainnya dalam kehidupan. Dia berkata, ”ya, saya bisa melihat dua bata jelek itu, namun saya juga bisa melihat 998 batu bata yang bagus.”

Saya tertegun. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan, saya mampu melihat batu bata-batu bata lainnya selain dua bata jelek itu. Di atas, dibawah, dikiri, dan di kanan dari dua batu bata jelek itu adalah batu bata yang bagus, batu bata yang sempurna. Lebih dari itu jumlah bata yang terpasang sempurna, jauh lebih banyak dari pada dua bata jelek itu. Selama ini, mata saya hanya terpusat pada dua kesalahan yang telah saya perbuat, saya terbutakan dari hal-hal lainnya. Itulah sebabnya tak tahan melihat tembok itu, atau tak rela membiarkan orang lain melihatnya juga. Itulah sebabnya saya ingin menghancurkanya. Sekarang, saya dapat melihat batu bata-batu bata yang bagus, tembok itu juga tampak tak terlalu buruk lagi. Tembok itu menjadi, seperti yang dikatakan pengunjung itu, ”sebuah tembok yang indah.” Tembok itu masih tetap berdiri sampai sekarang, setelah dua puluh tahun, namun saya sudah lupa dimana dua batu jelek itu berada. Saya benar-benar tak dapat melihat kesalahan itu lagi.

Berapa banyak orang yang memutuskan hubungan atau bercerai karena semua yang mereka lihat dari diri pasangannya adalah ”dua bata jelek” ? Berapa banyak diantara kita yang menjadi depresi atau bahkan ingin bunuh diri, karena smua yang kita lihat dalam diri kita hanyalah ” dua bata jelek ”? Pada kenyataannya, ada banyak, jauh lebih banyak batu bata yang bagus –– diatas, dibawah, dikiri, dan dikanan dari yang jelek — namun pada saat itu kita tak mampu melihatnya. Malahan, setiap kali kita melihatnya, semua akan tampak tak terlalu buruk lagi. Bukan hanya kita bisa berdamai dengan diri sendiri, termasuk dengan kesalahan-kesalahan kita, namun kita juga bisa menikmati hidup bersama pasangan kita. Ini kabar buruk bagi pengacara urusan perceraian, tapi ini kabar baik bagi anda.

Saya telah beberapa kali menceritakan anekdot ini. Pada suatu pertemuan, seorang tukang bangunan mendatangi dan memberi tahu saya tentang rahasia profesinya.

”Kita para tukang bangunan selalu membuat kesalahan,” katanya, ”tetapi kami bilang ke pelanggan kami bahwa itu adalah ”ciri unik ” yang tiada duanya dirumah-rumah tetangga. Lalu kami menagih biaya tambahan ribuan dolar!”

Jadi, ”ciri unik” di rumah anda, bisa jadi awalnya adalah suatu kesalahan. Dengan cara yang sama, apa yang anda kira sebagai ”kesalahan” pada diri anda, rekan anda, atau hidup pada umumnya, dapat terjadi sebuah ”ciri unik”, yang memperkaya hidup anda didunia ini.

Mensyukuri Kekurangan

Seusai sebuah upacara pernikahan di Singapura, beberapa tahun yang lalu, sang ayah mertua memanggil menantu barunya ke pojok untuk memberikannya nasehat tentang bagaimana agar pernikahannya awet dan bahagia. ”Kamu mungkin sangat mencintai anak saya,” katanya kepada si pemuda. ”Ya, iya dooong…,” desah si pemuda.

”Dan kamu mungkin berfikir dialah perempuan paling hebat di dunia,”sambung si mertua. ”Dia begitu sempurna dalam segala hal,”si menantu mengiyakan dengan nada kurang sabar.

”Itulah yang kamu rasakan sewaktu baru menikah,”kata si mertua. ”Namun setelah beberapa tahun, kamu akan melihat kekurangan-kekurangan anak saya. Saat kamu mulai menyadarinya, saya ingin kamu ingat ini: jika ia tidak mempunyai kekurangan-kekurangan itu, menantuku, dia mungkin sudah menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik dari kamu!”

Jadi, kita harus bersyukur atas kekurangan-kekurangan pasangan kita, karena jika sedari awal mereka tidak memiliki kekurangan-kekurangan itu, mereka sudah akan menikah dengan orang lain yang jauh lebih baik dari pada kita.

Menikmati Lelucon Tanpa Melecehkan Siapa pun

Ketika anda menyingkirkan ego anda, maka tak ada seorang pun yang bisa melecehkan anda. Jika seseorang menyebut anda ”bodoh”, satu-satunya alasan kenapa anda merasa terusik adalah karena anda percaya bahwa jangan-janga mereka itu benar!

Beberapa tahun silam, takkala saya sedang berkendara di sepanjang jalan raya di Perth, sekelompok anak muda disebuah mobil sport tua memerhatikan saya dan mulai mengejek memulai jendela mobil mereka dibuka, ”Hei, plontos! Oi, kepala botak!” Selama mereka mencoba memanas-manasi, saya saya menurunkan kaca jendela mobil yang saya tumpangi dan berteriak balik, ”Cukur sana! Kamu kaya cewe aja!” Seharusnya saya tak berbuat seperti itu, karena itu malah menambah semangat mereka saja.

Anak-anak muda itu lantas menyetir mobilnya disamping mobil yang saya tumpangi, mengeluarkan sejumlah masalah dan, dengan mulut terbuka lebar, mulai melambai-lambai liar untuk menarik perhatian saya supaya melihat gambar dimajalah itu. Itu adalah sebuah majalah Playboy.

Saya menertawakan selera humor mereka yang kurang ajar itu. Saya pun akan bertingkah seperti mereka dan mereka ketika seumuran mereka dan sedang pergi bersama teman-teman. Setelah melihat saya tertawa, mereka segera berlalu. Tertawa pada saat kita diejek adalah alternatif yang baik ketimbang menolak pelecehan.

Dan apakah saya melihat gambar dimajalah Playboy tersebut? Tentu saja tidak saya kan biksu baik-baik…. Tetapi, bagaimana saya bisa tahu bahwa itu adalah majalah Playboy? Karena sopir sayalah yang bilang. Yah, begitulah ceritanya.

Takut Berbicara Didepan Umum

Saya diberi tahu bahwa salah satu rasa takut paling besar yang dirasakan orang adalah berbicara didepan umum.Saya harus sering berbicara didepan umum, diwihara-wihara, dikonferensi, diupacara pernikahan, dan pemakaman, diradio, dan bahkan disiaran langsung ditelevisi. Semua itu adalah bagian dari tugas saya.

Saya ingat pada suatu peristiwa, lima menit menjelang saya memberikan ceramah, Saya belum mempersiapkan apapun untuk ceramah itu. Ketika rasa takut membanjiri saya. Saya belum mempersiapkan apapun untuk ceramah itu. Saya tak punya ide mengenai apa yang akan saya ceramahkan. Sekitar tiga ratus orang duduk diaula, berharap untuk mendapat inspirasi. Mereka telah merelakukan waktu malamnya untuk mendengarkan saya ceramah. Saya mulai berfikir, “Bagaimana kalau saya tidak mempunyai apa-apa untuk diomongkan? Bagaimana kalau saya salah omong? Bagaimana kalau saya tampak bego?”

Seluruh rasa takut dimulai dengan fikiran ”bagaimana kalau” dan berlanjut dengan sesuatu yang membawa bencana. Saya telah menduga-duga apa yang akan terjadi, dan dengan cara yang negatif. Saya telah berlaku bodoh. Saya tahu saya telah berprilaku bodoh; saya tahu semua teori, tetapi teori-teori itu tidak bisa jalan. Rasa takut terus bergulir. Saya ada dalam masalah.

Pada saat itulah saya menggerakkan sebuah trik, yang dalam istilah para biksu disebut ”cara-cara piawai”, yang dapat mengatasi rasa takut saya, dan terbukti ampuh sampai sekarang. Saya memutuskan, masa bodoh pendengar saya menikmati ceramah saya atau tidak, asalkan saya sendiri menikmatinya. Saya memutuskan untuk bersenang-senang saja.

Sekarang, kapan saja saya memberikan ceramah, saya bersenang-senang saja. Saya bergembira-ria. Saya membawakan cerita-cerita lucu, sering saya sendiri menjadi korbannya, dan tertawa bersama hadirin. Pada sebuah siaran langsung radio di Singapura saya bercerita tentang ramalan Ajahn Chah mengenai mata uang masa depan (warga Singapura tertarik dengan hal-hal yang berbau ekonomi).

Ajahn Chah meramalkan kelak ketika dunia kehabisan kertas dan logam untuk membuat uang, orang-orang harus mencari sesuatu yang lain untuk transaksi sehari-hari. Ia meramalkan bahwa mereka akan memakai butiran-butiran yang terbuat dari tahi ayam. Orang akan berpergian kemana-mana dengan kantong penuh tahi ayam. Bank-bank akan penuh benda itu dan para perampok akan mencoba mencurinya. Orang-orang kaya akan memiliki rasa bangga dengan banyaknya tahi ayam yang mereka miliki dan orang-orang miskin akan bermimpi memenangkan lotere berhadiah segunduk tahi ayam. Ketika sejumlah tahi ayam yang beredar cukup besar, pemerintah akan mencermati betul-betul situasi tahi ayam dinegaranya, isu-isu lingkungan dalam sosial akan dikesampingkan sejenak.

Apakah perbedaan hakiki antara kertas, logam, dan tahi ayam?

Tidak ada!

Saya menikmati menuturkan cerita itu. Cerita itu mengandung pernyataan memprihatinkan mengenai budaya kita saat ini. Dan itu menggelikan. Warga Singapura senang mendengarkannya.

Saya jadi mengerti bahwa jika anda memutuskan untuk bersenang-senang ketika harus berbicara didepan umum, anda akan merasa santai. Secara psikologis, mustahil ada rasa takut dan kegembiraan pada saat yang sama. Saat saya santai, gagasan-gagasan mengalir dengan bebas dalam benak saya selama berceramah, lalu dengan fasihnya meluncur melalui mulut saya. Lagi pula, hadirin jadi tidak bosan kalau ceramahnya lucu.

Seorang biksu Tibet suatu ketika menjelaskan pentingnya membuat hadirin tertawa pada saat ceramah.

 

MENIKMATI MASALAH

sukses mulia

 

 

Dikutip dari Buku “DNA Sukses Mulia : Raih Harta, Tahta, Kata, Cinta yang tinggi dan Manfaat seluas-luasnya”, Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini (Kubik Training & Gramedia, 2010), halaman 188-228.


Inti setiap masalah kehidupan sebetulnya bukan terletak pada besar kecilnya masalah, tetapi pada seberapa luas hati kita dalam menyikapi suatu masalah. Semakin sempit hati kita, maka terasa semakin berat masalah kita.

Denis Waitly dalam bukunya Seeds of Greatness (1983) menerapkan sebuah hasil penelitian bahwa 95% lebih dari masalah yang kita khawatirkan, sesungguhnya tidak beralasan untuk dikhawatirkan dan hanya mengakibatkan kita tidak produktif.

Hati yang Sempit dan Hati yang Luas

Seorang guru Sufi suatu ketika menyapa muridnya, yang belakangan selalu tampak murung. ”Kenapa kamu selalu murung? Bukankah di dunia ini banyak yang indah? Kemana perginya wajah bersyukurmu?” sang guru bertanya. Muridnya menjawab, ”Guru, akhir-akhir ini hidup saya penuh masalah yang datang seperti tak ada habisnya. Itu yang membuat saya sulit tersenyum.”

Sang guru tertawa terkekeh. ”Begini saja,” katanya ”Kamu ambil segelas air dan dua genggam garam untuk memperbaiki suasana hatimu ”. Si murid merasa heran, tapi tanpa bertanya dia pergi. Tak lama dia kembali dengan gelas dan segenggam garam.

”Masukkan air kegelas itu, lalu masukkan garam sebanyak-banyaknya,” perintah sang guru. Lalu, ”aduk terus minuman airnya sedikit.” Semua perintah itu dilaksanakan si murid. Sekejap saja setelah meminum air itu, wajahnya meringis. ”Bagaimana rasanya?” tanya sang guru.” Asin, guru! Perut saya jadi mual!” jawab simurid. Mendengar jawaban itu dan melihat mimik wajah muridnya, sang guru kembali tertawa terkekeh-kekeh.

”Sekarang kamu ikut aku,” Sang guru berkata sambil berjalan ke telaga. ”Ambil garam yang tersisa dan tebarkan di situ,” perintahnya. Segera si murid melaksanakan perintah itu. Sementara rasa asin di mulutnya belum hilang. Dia ingin membuang rasa asin di mulutnya, tapi tidak berani. Dia sadar, tidak sopan meludah didepan guru.

”Minumlah air danau itu,” kata sang guru sambil berjalan mencari batu dipinggir telaga untuk diduduki. Si murid menangkupkan kedua tangannya, lalu mengambil air telaga, dan meneguknya. Ketika air telaga yang dingin dan segar mengalir ditenggorokannya, sang guru bertanya, ”bagaimana rasanya?” si murid menjawab dengan sumringah, ”Wuah, segar sekali guru!”.

Tentu saja segar, karena air telaga itu berasal dari mata air di atas bukit sana. Ketika diminum, sudah pasti air itu mampu menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulut si murid. ”Terasa nggak, garam yang kamu tebarkan tadi?” Tanya sang Guru” Sama sekali nggak kerasa,” jawab simurid sambil kembali meneguk air telaga. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, dan membiarkan muridnya meminum air telaga sepuasnya.

”Nak, ” kata sang Guru setelah muridnya selesai minum. ”Segala masalah dalam hidup kita ibarat segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kita alami sepanjang hidup, sudah ditakdirkan dan dijatah Allah. Jumlahnya tetap, tidak berkurang dan tidak bertambah. Tidak ada satupun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah”. Si murid mendengarkan petuah gurunya dengan takzim.

”Tapi Nak,” lanjut sang guru, ”rasa asin” dari penderitaan hidup sangat tergantung dari luas hati kita yang menampungnya. Jadi supaya tidak merasa menderita, maka berhentilah menjadi gelas. Jadikan hati di dalam dada seluas telaga, agar kita bisa menikmati hidup”.

Cerita di atas memberikan pelajaran pada kita bahwa pada hakikatnya masalah yang datang pada kita sangat tergantung seberapa luas hati kita, bukan seberapa berat masalah yang kita hadap. Sumber dari segala masalah yang tak kunjung tuntas atau bahkan masalah yang ada semakin membesar itu karena hati kita yang sempit. Sempit sesempit gelas.

Hati yang sempit bisa berada pada siapapun dan kapanpun. Di dalam kehidupan keluarga, sempitnya hati ditunjukkan oleh perilaku suami/istri yang selalu menuntut hak dan menghitung-hitung kebaikan yang sudah diberikan keluarganya. Akibatnya di rumah sering muncul konflik, yang bisa jadi secara perlahan membuat masing-masing merasa lelah menghadapi perilaku pasangan hidupnya. Ujungnya bisa ditebak. Hati yang sempit bisa menjadi awal penyebab perceraian.

Di dalam kehidupan di kantor, hati yang menyempit bisa terjadi jika anda gagal dipromosikan, batal naik gaji atau naik jabatan, pekerjaan tidak dihargai, atasan menegur dengan keras, rekan kerja sombong, dan lain-lain. Ketika hati menyempit, boleh jadi anda akan lebih mudah marah, sering mengeluh, bekerja asal-asalan dan melakukan hal-hal negatif. Ketika itu terjadi, bisa jadi muncul masalah baru. Misalnya; anda konflik dengan atasan, klien menghilang, bahkan mungkin akhirnya anda dipecat.

Sebetulnya didalam hidup ini, ada sesuatu yang bisa dikontrol dan tidak bisa dikontrol. Masalah hidup tidak bisa dikontrol, karena selain datang tiba-tiba, juga bisa muncul dari mana saja. Terkena musibah, kecelakaan, mendapat atasan yang selalu menyulitkan, terkena PHK, dan sebagainya. Itu semua datangnya tidak bisa dikontrol dan ditolak. Kita hanya bisa menerimanya saja.

Meskipun begitu, ada sesuatu yang tetap bisa dikontrol, yaitu kondisi hati. Kontrol diri dengan meluaskan hati, dan pada saat terkena masalah. Lakukan itu dengan hati, karena meluaskan hati adalah pekerjaan hati, bukan pekerjaan fisik atau fikiran anda. Sekedar mengingatkan, bahwa kita diberi aset yang sama oleh sang pencipta; aset fisik atau metafisik, aset kecerdasan dan hati.

Masalah kok dinikmati? Benar, karena hidup adalah rangkaian masalah. Kita tidak perlu mencari masalah, karena masalah akan datang dengan sendirinya. Apapun yang kita lakukan pasti akan mendatangkan masalah. Anda berbisnis pasti akan menghadapi masalah. Berdiam diri dirumahpun, pasti dihampiri masalah.

Bahkan ketika memutuskan menikah, sebetulnya tanpa sadar, anda mengundang datangnya masalah. Boleh jadi masalah itu datang dari sesuatu yang kecil. Sewaktu mau tidur berdua, Anda ingin kamar dalam keadaan gelap. Padahal pasangan hidup anda justru menginginkan kamar harus terang benderang. Akhirnya, ”perang mulut” terjadi dan anda harus tidur dikamar yang terpisah. Boleh jadi, anda pun tak bertegur sapa sebelum beberapa hari. Ya, hanya gara-gara lampu dikamar tidur perselisihan itu terjadi. Sama saja ketika kita anda memutuskan untuk tidak menikah, masalah akan hadir dengan sendirinya.

Ketika punya pimpinan yang sangat visioner, anda bisa kedodoran mengikutinya dan itu berarti masalah bagi anda. Sebaliknya ketika pimpinan anda kurang cerdas, bisa jadi masalahnya lebih besar dan berat, karena mungkin gerak perusahaan berjalan lambat dan tidak bisa mengikuti perkembangan dengan cepat.

Masalah memang tak ubahnya darah di dalam tubuh manusia, selalu mengalir selama jantung masih berdetak. Ayah saya bilang,”masalah hidup akan hilang bersama hilangnya kita dimuka bumi.” Bila tidak ingin kehidupan anda tidak dihampiri masalah, lebih baik tidur saja didalam tanah. Jadi kenapa harus lari? Nikmati saja masalah.

Menikmati Masalah Tak Sama Dengan Pasrah

Suatu ketika ada orang berhutang dan ketika ditagih dia marah-marah. ”Ya sudah,” kata anda ”saya ikhlaskan hutang itu.” Itu sih namanya pasrah, karena malas atau takut merebut kembali hak anda. Bukan seperti itu yang dimaksud dengan menikmati masalah. Menikmati masalah, juga tidak sama dengan perasaan menjadi damai, tenang, dan terbebas. Bukan seperti itu.

Ketika atasan anda tidak pernah memberikan apresiasi, bahkan sering berkata keras dan menyakitkan, anda menganggapnya sebagai masalah. Lalu bagaimana cara menikmatinya? Tentu saja jangan hanya menerima tetapi teruslah aktif memberi hasil kerja terbaik bagi perusahaan. Anggap saja pimpinan sedang melatih mental dan keikhlasan anda. Seperti seorang anak yang divaksin. Awalnya memang sakit, tetapi kemudian dia akan menjadi kuat. Namun jika anda justru sibuk menggunjing atasan, maka berarti anda telah menjadi korban dari masalah anda sendiri. Dengan kata lain, anda telah dikalahkan oleh masalah anda.

Bila anda memiliki bawahan dengan kemampuan pas-pasan dan tidak mampu dikembangkan, tentu anda menganggap hal ini sebagai masalah. Bagaimana menikmatinya? Bimbing dan latihlah dia sepenuh hati walaupun tak ada bayarannya. Arahkan semua kemampuan dan relasi anda untuk meng-up grade karyawan tersebut. Anda melakukan semua itu karena terdorong untuk memberi sesuatu yang terbaik bagi orang-orang disekitar anda. Itulah yang dimaksud dengan menikmati masalah.

Masalah dinimati dengan cara melakukan aksi-aksi positif dan bukan hanya nrimo, berdiam diri, menenangkan hati dan menjauh dari pergaulan dengan orang lain. Mulai hari ini, buanglah sikap menyerah. Nikmati semua masalah yang pasti datang di setiap tahap kehidupan Anda.

Tiga panduan aksi di bawah ini akan membantu Anda untuk bisa menikmati masalah :

Panduan 1 : Bekerja Tenang Dan Ambil Hikmah

Bekerjalah dengan tenang dan ambil hikmah dari setiap masalah yang muncul. Berusahalah untuk selalu memberikan hasil pekerjaan terbaik tanpa terpengaruh oleh keadaan atau situasi seburuk apapun, serta pikirkan kemungkinan-kemungkinan adanya konsekuensi positif yang akan muncul dari kejadian atau situasi buruk tersebut. Selanjutnya berikan yang terbaik, didalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja dan juga masyarakat.

Jadi terimalah segala sesuatu yang menimpa diri anda dengan hati lapang. Tetaplah bekerja menghasilkan yang terbaik walaupun sesuatu yang buruk menurut kebanyakan orang, sedang menimpa diri anda. Boleh jadi yang dianggap ”buruk” oleh kebanyakan orang, sebenarnya ”baik” buat kehidupan anda di masa depan. Begitu juga sebaliknya, boleh jadi yang dianggap ”baik” oleh kebanyakan orang, sebenarnya ”buruk” bagi kehidupan anda diwaktu yang akan datang.

Yakinlah, pasti ada hikmah dibalik setiap kejadian yang menimpa kita. Biasakanlah belajar menemukan hikmah dari mulai yang kecil hingga yang besar yang berada di balik setiap masalah yang menimpa anda. Jangan berenti disitu, karena anda harus aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih bermakna.

 

MASALAH

HIKMAH

PELUANG KEGIATAN

Macet diperjalanan

Gagal naik jabatan

Usaha bangkrut

Pasangan hidup galak

Sakit

Target tidak tercapai

Melatih kesabaran

Perlu menaikkan kelas pergaulan

Tidak boleh sombong

Latihan Mental

Istirahat

Perlu banyak belajar

Tidur dimobil, membalas SMS, telepon relasi atau keluarga, membaca.

Belajar managerialship dan leadership lebih mendalam, memperbaiki penampilan dan gaya hidup.

Mendatangi mitra bisnis, mempelajari sebab-sebab kebangkrutan, menulis buku tentang bisnis yang aman.

Belajar mengungkapkan segala sesuatu dengan tepat agar pasangan hidup tidak marah,

Mendoakan orang-orang yang berjasa dalam hidup anda, instropeksi tentang perjalanan hidup yang dijalani selama ini

Melakukan benchmarking pada perusahaan lain yang mencapai target.

 

*Majalah Time pada tahun 2009 menyatakan kota Jakarta sebagai “tempat terbaik untuk melatih kesabaran”

sehubungan dengan parahnya tingkat kemacetan lalu lintas

Panduan 2 : Maafkan dan Beri Kasih Sayang

Dalam perjalanan hidup anda dimanapun, akan selalu ada orang yang memberatkan hati anda, atau bahkan melukai hati anda. Maka buktikan anda mampu menikmati masalah dengan cara memberikan kasih sayang kepada orang tersebut. Itulah wujud maaf yang sebenarnya.

”Maafkan dan beri kasih sayang adalah sesuatu yang mudah diucapkan namun sulit untuk dilaksanakan” itulah yang dikatakan banyak orang. ”Ya, memang sulit dilaksanakan, tapikan bukan berarti tidak bisa kita lakukan,” jawab saya ketika itu. Budaya memaafkan dan memberi kasih sayang, memang bukan budaya orang-orang berjiwa kerdil. Budaya ini adalah budaya yang dimiliki orang-orang yang berjiwa besar. Justru karena tidak mudah itulah, panduan aksi yang kedua dari memaafkan dan memberi kasih sayang disebut berirama sprint. Anda memang akan terengah-engah melakukannya, karena bisa jadi anda akan melawan emosi anda sendiri. Tetapi itu diperlukan untuk benar-benar menikmati masalah anda.

Di dunia bisnis, mungkin para anak buah pernah melakukan kesalahan. Maafkan dan berilah mereka kasih sayang, dengan cara membimbing mereka lebih intensif, memberi mereka kesempatan untuk benchmarking, atau kesempatan mereka memberi kemampuan bagi perusahaan. Karyawan yang tumbuh dan berkembang karena andil dan peran anda, mereka akan jauh lebih loyal dibandingkan yang dikembangkan sendiri tanpa sentuhan anda sedikitpun.

Mungkin sebagian anda ada yang mengatakan ”Wah saya sulit memaafkan Pak, ibarat kaca, saya sudah retak dan sulit kembali kebentuk aslinya.”

Perlu anda ketahui, orang yang sulit memaafkan akan menyimpan emosi negatif. Apabila hal ini berlangsung lama akan sangat merugikan diri sendiri. Orang tersebut dapat mengalami berbagai penyakit fisik akibat memelihara rasa sakit. Banyak riset yang mengungkapkan bahwa dendam dan kemarahan dapat membahayakan kesehatan jantung dan sistem peredaran darah seseorang.

Frederic Luskin (Martin, 2003) melakukan riset kepada mahasiswanya di Sanford University, untuk memaafkan kesalahan orang lain. Hasilnya menunjukkan: mereka jauh lebih tenang kehidupannya, tidak mudah marah, tidak mudah tersinggung, dan dapat membina hubungan baik pada sesama. Selain itu, orang yang memaafkan semakin jarang mengalami konflik dengan orang lain.

Menurut Luskin (Martin,2003) para pemaaf memiliki ciri sebagai berikut: pertama, tidak mudah tersinggung saat diperlakukan tidak menyenangkan oleh orang lain. Kedua, tidak mudah menyalahkan orang lain ketika hubungannya dengan orang tersebut tidak sebagaimana yang diharapkan.

Dalam perjalanan hidup kita, sering kali kita menjadikan masalah beserta dampak negatifnya terpelihara dengan baik, karena kita tidak mau memaafkan. Bahkan banyak yang mengungkapkan kata-kata, ”sampai tujuh turunan, saya tidak bakal memaafkan” Padahal, ketika kita tidak mau memaafkan, maka sesungguhnya kerugian terbesar ada pada diri kita, dan bukan pada orang yang tidak kita maafkan.

Misalnya di perjalanan, bisa jadi kita memiliki atasan yang menuntut ini dan itu, tetapi tidak pernah membantu. Atau rekan kerja yang selalu menusuk kita dari belakang. Atau bawahan kita yang selama ini kalau diperintah selalu saja tidak beres hasil kerjanya. Akibatnya, kitapun jadi tidak maksimal dalam bekerja. Misalnya, ketika kita diberi tugas oleh atasan, kitapun sengaja bekerja asal-asalan, diperlambat. ”Lah wong atasan juga asal saja mendukung kita, mengapa kita harus mengerjakan tugas dari dia sebaik-baiknya,” ujar kita berkilah.

Bila hal itu sampai terjadi, maka sebetulnya kitalah yang merugi. Secara tidak sadar, kinerja kita akan terhambat. Performa kita merosot. Kita dijauhi oleh orang-orang yang bermental positif. Anda bisa kehilangan teman, saudara dan mitra kerja sejati. Kita akan dikenal sebagai pendendam dan orang yang berhati picik. Ini semua karena kita tidak mampu, atau bahkan tidak mau untuk memaafkan dan memberikan kasih sayang.

Setelah anda tahu keruguian orang yang tak mau memberi maaf dan manfaat memberikan maaf dan kasih sayang, saatnya anda duduk sejenak. Ingatlah orang-orang yang pernah melukai dan menyakiti hati anda. Dimulai dari keluarga, sahabat, dan rekan kerja dan orang-orang lain yang pernah berinteraksi dengan anda. Tulislah nama mereka beserta kesalahan yang pernah dilakukannya. Kini saatnya anda memaafkan kesalahan mereka. Bukan hanya itu, buatlah rencana kegiatan untuk memberi kasih sayang kepada mereka. Bisa dengan cara mendoakan mereka, mendukung program mereka, membantu pekerjaan mereka, mempertemukan dengan orang lain untuk memperlancar pekerjaan mereka. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, anda akan merasakan manfaat dan hasilnya. Cobalah.

Panduan sikap #3 : Siap Berkorban untuk Tujuan yang Lebih Tinggi

Dalam keseharian di rumah maupun di pekerjaan, kita harus membiasakan diri untuk menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan diri sendiri.

Kupu-kupu yang indah adalah hasil proses metamorfosis dari telur-telur kepompong dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang lucu. Kendi yang indah adalah hasil tempaan dari kesediaan sebongkah tanah dibanting, diinjak, digosok dan dipanaskan. Tanah yang awalnya tak bernilai menjadi sesuatu yang mahal karena kekuatannya menjalani tempaan.

Dalam rumah tangga, masalah datang silih berganti, tapi apabila anda ingin membentuk kehidupan keluarga yang terbaik, Anda harus siap berkorban. Menyediakan waktu untuk putra putri anda, bermain, ngobrol, berdiskusi mengarahkan kehidupan mereka. Andapun rela mencarikan sekolah yang berkualitas walau biayanya lebih mahal dibandingkan sekolah lain. Ketika mereka sakit, Anda rela bangun malam dan menggendong mereka.

Anda rela mengalah untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsip ketika berbeda pendapat dengan pasangan hidup anda. Di waktu-waktu tertentu, Anda membantu meringankan pekerjaan rumah tangga. Bukankah pepatah lama mengatakan bahwa ”inti cinta adalah pengorbanan ?”.

Anda tidak mungkin meraih tujuan yang lebih tinggi jika Anda tidak rela berkorban. Pengorbanan bisa berupa harta, waktu, kesempatan, kemampuan menahan rasa sakit, dan lain sebagainya. Saatnya Anda menetapkan tujuan yang lebih tinggi yang ingin diraih dalam hidup, karena itu akan membantu Anda untuk bisa menikmati masalah dengan baik. Boleh jadi, tujuan yang lebih tinggi dalam bisnis, dalam keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Setelah itu, Anda juga harus menetapkan pengorbanan apa yang akan Anda lakukan untuk mewujudkan tujuan itu. Bersegeralah melakukannya sekarang juga secara berkesinambungan walau mungkin nilainya kecil untuk saat ini.

Nikmatilah Masalah Sepanjang Waktu

Sebagian dari kita, ketika didera masalah, kita mencoba bertahan dengan mencari ’pereda sementara’ yang bisa mengatasi kepedihan, yang memberikan rasa nyaman, yang sebetulnya hanya hanya menjadi pelarian sementara (semu). Pergi ke tempat-tempat ”pemberi kebahagiaan sementara”, bahkan sebagian terjebak narkoba dan obat-obatan terlarang. Semua itu terjadi karena kita tidak tidak mampu menikmati masalah yang ada.

Sebagian yang lain menjadikan luka sebagai bagian dari hidupnya, Pasrah tanpa berupaya sedikitpun untuk beranjak melakukan sesuatu. Langkah semacam ini dilakukan karena dirasa dapat mengenyahkan rasa sedih dan diderita dengan lebih cepat dan mudah. Namun, hasilnya, seperti efek domino, setiap masalah akan menimbulkan masalah lain yang lebih besar dalam jangka panjang. Misalnya, ketika tidak memiliki anak, seorang perempuan bisa tertekan karena merasa perkawinannya tidak bahagia, suaminya tidak mencintainya, atau tidak mampu mengontrol keadaan menjadi lebih baik. Maka ketika ia terfokus pada kenyataan negatif tersebut, muncullah masalah lain, seperti masalah kesehatan fisik, kurang bersosialisasi dengan orang lain karena tidak PD (Percaya Diri) dan lain-lain.

Ingatlah, hidup yang semakin sukses mulia itu ibarat bangunan yang semakin kokoh bila batu bata, krikil, pasir dan semen itu dipadu dengan tepat. Terus dan teruslah anda nikmati masalah. Kita semua harus mengubah keadaan ”menghindari” menjadi ”menikmati” masalah. Setelah dinikmati, jadikan masalah itu sebagai dorongan untuk meraih hal positif dalam hidup. Jadikan masalah sebagai tantangan dan sebagai media latihan untuk meningkatkan kesabaran dan latihan meluaskan hati anda.

Tak ada manusia yang tak memiliki masalah. Semakin tinggi kedudukan seseorang akan semakin besar masalah yang dihadapi. Tapi percayalah, Sang Maha Pencipta tidak akan pernah memberikan masalah pada kita melebihi dari kesanggupan kita. Untuk itu luaskanlah hati anda, karena masalah pasti akan menghampiri anda. Bergembiralah ketika anda mendapatkan masalah karena itu pertanda bahwa anda sedang diuji untuk naik kelas. Selain itu, masalah juga pertanda bahwa anda dicintai olehNya.

Jangan pernah mengeluh. Hidup ini hanya sebentar. Terlalu sayang bila hidup kita dihabiskan untuk meratapi hidup. Nikmatilah setiap proses hidup anda.

Berilah hidup anda dengan cara menikmati setiap masalah yang datang pada anda agar hidup anda benar-benar nikmat. Jalani hidup dengan ksatria, jangan seperti burung onta. Burung onta itu ingin menghindar dari masalah namun dirinya musnah dimakan sang pemangsa. Nikmatilah masalah yang ada, maka hidup andapun akan semakin nikmat.

Jangan Menyerah

(D’Masiv)

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Sgala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

*Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Sgala yang telah terjadi

*Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugrah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

Jangan menyerah

*Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa
Dan tak kenal putus asa

Jakarta, 24 Mei 2010

 

PANDJI KIANSANTANG
PT. Summarecon Agung Tbk